Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Pikiran buruk


__ADS_3

"Alasan saja kamu mas mas, aku tau alasan mas tidak ingin tinggal disini apa?". ucap Dian yang benar benar tau alasan Angga tidak mau tinggal di rumah orangtua.


"Wah jika kamu tau alasan mas apa, seharusnya kamu tidak perlu meminta untuk tinggal disini".


"Tapi Aku kebalikannya mas, aku ingin tinggal disini agar aku terhindar dari alasan mas itu" ucap Dian tersenyum.


Sementara kedua orangtua Angga bingung mendengar obrolan mereka, karena bunda penasaran dengan apa yang mereka debatkan akhirnya bunda bertanya.


"Sebenarnya apa yang kalian debatkan". ucap bunda sambil menatap mereka bergantian.


Dianpun angkat suara karena Angga diam saja.


"Bukan apa-apa bun, bunda tenang saja ini bukan masalah serius".


Akhirnya Angga bersuara "Bukan apa-apa bagai mana bun ini menyangkut pewaris kalian".


"Ah bunda bingung, coba kalian ceritakan lebih terperinci lagi!".

__ADS_1


"Baiklah bunda ku yang kepo, alasan Dian ingin tinggal disini selain dia ada kegiatan yang dia sukai disini dia juga sengaja agar aku tidak terus-terusan menanam bibit ku padanya".


Bundapun tertawa karena mendengar ucapan Angga, tapi bunda malah jadi penasaran kenapa Dian tidak mau mengabulkan keinginan anaknya.


Bunda melihat Dian dan berkata "Sayang kenapa seperti itu, bukankah itu kewajiban mu sebagai seorang istri atau kamu masih belum menerima Angga sebagai suami mu?'.


Deg. Angga baru sadar jika yang di katakan bunda mungkin saja benar, karena selama ini dia selalu bekerja sendiri dan dia yang selalu meminta sedangkan Dian rasanya belum pernah memintanya dan juga Dian terkesan menolaknya.


Dian yang di tanya bunda hanya diam karena dia merasa malu jika membahas hal tersebut di hadapan mertuanya.


Dian yang melihat wajah suaminya berubah akhirnya berbicara dengan syarat ayah tidak boleh ada di sana.


Bunda yang mengerti jika Dian malu untuk berbicara jika ada ayah mertuanyapun menyuruh ayah masuk kedalam rumahnya.


setelah melihat ayah mertuanya masuk ke rumah Dianpun berbicara.


"Bunda jangan salah paham Dian bukan tidak mau melanyani suami Dian hanya saja jika Dian tinggal di sini mas Angga tidak akan memintanya berkali-kali dalam semalam karena mas Angga pasti cape, beda kalau kami tinggal di kontrakan". ucap Dian dengan kepala menunduk karena malu.

__ADS_1


Bunda tertawa karena merasa lega dan merasa lucu mendengar ucapan Dian, setelah bunda puas tertawa bundapun membisikan sesuatu pada Angga.


"Kamu tenang saja sayang Dian bukan tidak menerimamu atau mencintai mu, karena kebanyakan wanita memang seperti itu, tapi jika kamu sudah menemukan titik sensitifnya kamu tidak akan merasa sendiri ".


"Maksud bunda apa?". tanya Angga.


"Maaf bunda juga tidak bisa menjelaskannya secara rinci".


Angga lega karena apa yang dipikirkannya tentang Dian salah, tapi Angga benar-benar penasaran dengan apa yang di katakan bundanya.


Anga pun pergi meninggalkan Dian dan bundanya.


Sementara bunda terus bertanya pada Dian tentang hubungannya dengan Angga, tapi Dian tidak menjawab semua pertamyaan bundanya dengan ucapan, kadang Dian menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.


Dian selalu terjebak dalam pertanyaan ibu mertuanya yang terlalu kepo, Dian berharap suaminya itu datang mengajaknya masuk atau apapun itu agar dia tidak terus terusan terjebak dengan pertanyaan mertuanya itu.


"Mas aku mohon cepat kemari, bantu aku", ucap Dian dalam hati dan tidak berselang lama Anggapun datang dengan senyum merekah entah apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2