Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Kecelakaan


__ADS_3

Fahmi hanya diam.


Dia tidak menyangka jika Dian pulang ke kampungnya gara gara ulah nya, Fahmi ingat jika Dian pernah bilang jika dia tidak akan berhenti bekerja sebelum dia menikah.


Alasan Dian berkata seperti itu karna di kampung, Dian selalu di jadikan bahan gunjingan.


Karna melihat Fahmi hanya diam, Rika pun melanjutkan ucapan nya.


"Dia bilang tidak akan kembali ke kota ini karna sudah tidak ada lagi alasan dia datang kemari".


Tiba-tiba Fahmi merasa jantungnya seperti tertusuk, "Apa sesakit itu sampai dia tidak ingin kembali ke kota ini, dan memilih jadi bahan gunjingan tetangganya di kampung.


Tiba-tiba tubuh Fahmi seperti akan jatuh. Rika yang melihatnya heran, "kenapa juga dia seperti itu".


"Kamu kenapa?". tanya Rika.


"Apa sesakit itu, apa yang aku perbuat padamu sudah sangat keterlaluan?". ucap Fahmi pelan.


Rika tersenyum sinis, "Baru sadar kamu, heran, kamu bilang cinta dan sayang sama Dian, tapi kamu selingkuhi dia, cinta macam apa itu?".


"Aku akan menyusul Dian". Fahmi pun menaiki motornya dan pergi.


"Dasar orang itu". gerutu Rika, lalu dia berteriak.


"Aku do'akan semoga Dian tidak menerima mu lagi".


Rika pun melajukan motornya, namun di tengah perjalanannya rika melihat sebuah kecelakaan, dan Rika menghentikan motornya, dia ingin melihat siapa yang kecelakaan dan alangkah terkejutnya Rika saat melihat bahwa yang kecelakaan adalah Fahmi.


Tadinya Rika ingin pergi meninggalkan Fahmi dengan berpura-pura tidak mengenalinya, tapi hati nuraninya berkata lain.


"Fahmi", Dian langsung menerobos dan mencoba membangunkan Fahmi.


"Fahmi bangun, cepat bangun, kau jangan bercanda cepat bangun, rika berucap Sambil menggoyangkan tubuh Fahmi, tolong panggilkan ambulan!".

__ADS_1


Seseorang menjawab, "sudah emba mungkin sedang di perjalanan". tidak berselang lama ambulan pun datang.


Rikapun langsung menghubungi Dian.


"Assalamu'alaikum".


Dian menjawab salam Rika, "Ada apa?". tanya Dian.


"Fahmi Dian".


"Iya ada apa dengan dia?".


"Dia kecelakaan".


"Apa?, Dian kaget mendengarnya, kenapa bisa?".


Rika pun menceritakan kejadian sebelum Fahmi kecelakaan, "Mungkin dia tidak fokus saat berkendara". ucap Rika.


"Terus bagaimana keadaannya sekarang?".


Rika pun menutup telponnya tanpa mengucapkan salam.


Rika menyusul ambulan yang membawa Fahmi.


Setelah sampai Rika mengirimkan alamat Rumah sakit tempat Fahmi di rawat pada Dian.


"Maaf emba apa anda keluarga pasien?". tanya suster


"Bukan sus, saya hanya kebetulan mengenal nya saja".


"Kalau begitu tolong hubungi keluarganya!".


"Baik sus". jawab Rika.

__ADS_1


"Ponsel Fahmi, ah di mana ponselnya?".


"Maaf emba ini barang-barang pasien".


"Terimakasih". ucap Rika, Rika langsung mengambil ponsel Fahmi, "Ah, terkunci". Rika benar benar panik dia tidak tau harus menghubungi keluarganya dengan cara apa.


Suster pun datang kembali,, "Emba apa sudah di hubungi pihak keluarga pasien?".


"Belum sus", jawab Rika.


"Emba, sebaik nya emba saja yang mewakili keluarga pasien!".


Rika pun terdiam entah apa yang dipikirkannya.


"Embak, bagai mana, dia harus segera di tangani takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan". ucap sang suster.


"Baiklah sus, saya akan mewakili keluarga pasien".


Rikapun mengikuti suster tersebut.


Rika kembali ke tempat Fahmi di rawat,


Rika mengambil ponselnya dan menghubungi kaka nya.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikummussalam,, jawab kaka Rika, "Ada apa Ka".


"Ka, apa kaka, bisa datang ke Rumah sakit?".


"Siapa yang sakit? kamu sakit?".


"Bukan tapi temen aku kecelakaan, keluarganya belum bisa di hubungi, jadi dengan terpaksa aku yang harus mengurus semuanya".

__ADS_1


"Syukurlah aku kira kamu yang sakit,, tunggu kaka di sana!".


__ADS_2