Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Tidak mau kalah


__ADS_3

Dian mengambil baju tersebut, lalu melihatnya.


"ini baju apa tipis sekali". Dian terus membolakbalikan pakayan tersebut dan berkata.


"jika saja aku tau isi kadonya pakayan seperti ini tidak akan aku berjanji memakainya",


karena Dian tidak mau memakainya Dian terus berpikir apa yang harus dia lakukan, Dianpun teringat sesuatu" tunggu aku hanya berjanji memakainya saja bukan".


Dian tersenyum lalu memakainya. lalu Dian mendengar suaminya memintanya untuk segera keluar, Dian pun berkata "Sebentar mas".


Tidak berselang lama pintu terbuka, Angga yang sudah tidak sabar melihat istrinya memakai baju tersebut, Anggapun tersenyum lebar saat melihat pintu terbuka, jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang. "Ah aku sudah tidak sabar melihatnya, rasanya aku ingin menariknya agar cepat keluar", batin Angga.


Dian keluar dan alangkah terkejutnya Angga saat melihat penampilan Dian, Angga melongo saat melihat Dian, khayalan yang sudah dari tadi iya bayangkan musnah seketika saat melihat Dian memakai pakayan santainya, bukan pakayan yang tadi dia berikan.


"Sayang kenapa tidak di pakai". ucap Angga lesu


"Aku tidak mau mas".


"Kenapa?".


"karena baju itu, tidak pantas untuk di pakai".


"Oh berarti kamu sudah ingkar janji pada bunda dan jika bunda tau dia pasti marah". ucap Angga.

__ADS_1


"Kata siapa aku tidak menepati janji ku?".


"Kata mas, buktinya kamu tidak memakainya".


"Mas tadi kamu mendengar aku bilang berjanji hanya memakainya bukan?".


"Iya mas dengar kamu berjanji akan memakainya".


" Nah tadi aku sudah memakainya di kamar mandi jadi kewajiban ku untuk menepati janji sudah ku penuhi bukan", Ucap Dian tersenyum senang.


Angga yang mendengarnya hanya bisa pasrah karena yang dikatakan Dian memang benar.


Tapi Anggapun tidak mau kalah dia pun berkata.


Dian menarik napasnya karena dia tau kemana arah pertanyaan suaminya. "Iya", jawab Dian lesu.


"jadi kamu tau kan maksud mas".


"Iya baiklah", Dian pun masuk lagi ke kamar mandi dan memakai pakayan yang di berikan mertuanya.


"Aku menyesal tadi meminta mas Angga membuka kadonya, coba kalau tidak, mungkin aku tidak harus memakai pakayan ini".


Pintu terbuka dan Dian sudah keluar menggunakan jubah mandinya, Angga mengerutkan dahinya lalu menatap Dian.

__ADS_1


Dian yang melihat tatapan suaminya berkata, "Aku malu jika tidak memakai jubah ini".


Anggapun menatap Dian kembali seolah-olah dia berkata lepaskan jubah itu. Dengan berat hati Dian membuka jubahnya dan Anggapun tersenyum senang.


Anggapun mendekati Dian dan kalian bayangkan sendiri apa yang Angga lakukan pada Dian.


setelah selesai Anggapun berkata


"ternyata bukan Dian yang salah tapi aku yang tidak tau apa-apa, terimakasih bunda berkat mu aku tau cara agar aku tidak merasa sendiri lagi". ucap Angga dalam hati sambil membelai Dian yang kelelahan karena ulahnya.


Ayah yang baru keluar dari ruang kerjanya langsung menuju ke kebun menemui bunda dan menanyakan kemana perginya anak dan menantunya, dan bunda berkata.


"Sepertinya mereka sedang mempraktekan apa yang aku katakan tadi".


"Apa yang mereka praktekan".


"Sudah ayah jangan terlalu kepo sebaiknya bantu bunda membawa sayuran ini ke dapur".


"kenapa tidak menyuruh pembantu saja dan kenapa sayurannya sebanyak ini".


"Karena aku ingin ayah yang membawanya, jika ayah menanyakan kenapa sebanyak ini karena bunda mau memberikan sayuran ini pada Dian, Mila dan pengelola kosan Angga".


"Oh pantas saja sebanyak ini, yasudah sini ayah bawakan".

__ADS_1


__ADS_2