
"Aku tau mas pasti sengaja bukan".
Anggapun tersenyum, "Sudahlah ayo bantu mas menidurkannya, sebagai balasannya mas akan mengajakmu ke rumah Rika nanti".
"Apa mas tidak berbohong?".
"Kamu ini, kapan mas berbohong".
Dianpun tersenyum dan menyetujuinya.
Setelah selesai dan membersihkan diri, mereka bersiap untuk berangkat.
Dian sangat senang, karena dia ingin bercerita banyak hal kepada Rika.
merekapun sampai di Rumah Rika, mereka mengucap salam sebelum masuk rumah setelah ibu Mila menjawab salam mereka, ibu Mila menyuruh mereka masuk dan menunggu, karena Rika belum datang.
Angga masuk ke dalam sedangkan Dian membantu ibu berjualan, Ibu bercerita jika Angga yang membantunya berjualan, warung ibu Mila pasti akan ramai oleh pembeli, ada yang benar benar membeli dagangannya, namun ada juga yang niatnya hanya mendekati Angga.
Dianpun tersenyum mendengarnya, "Sepopuler itukah suami ku itu", ucap Dian dalam hati.
Setelah cukup lama Dian membantu bu Mila, Dian pamit untuk ke kamar mandi.
Setelah Dian pergi ke kamar mandi, Rika datang dan di ikuti Fahmi di belalangnya.
Rika turun dari motornya, sebelum dia masuk rumah Fahmi sudah memegang tangannya dan berkata.
__ADS_1
"Rika tunggu, kita harus bicara".
"Heh, apa kau tidak bosan setiap hari datang kesini hanya untuk meminta maaf pada ku?".
"Aku tidak akan bosan sebelum kau memaafkan aku, dan jika Kau bosan maka maafkan kesalahan ku".
"Tidak akan pernah". ucap Rika tegas.
Fahmi pun menjawab lagi "Jadi jangan salahkan aku jika aku terus mendatangi mu sampai kau mau memaafkan aku".
Angga yang mendengar perdebatan Fahmi dan Rika langsung keluar dan berkata.
"Bi" teriak Angga pada bu Mila.
"Sebaiknya bibi panggil penghulu agar mereka segera menikah". bu Mila hanya tersenyum menanggapi candaan Angga.
Sementara dua orang yang sedang berdebat melihat Angga dengan tatapan yang sangat tajam, dan mereka kompak berkata.
"Diam". ucap Fahmi dan Rika.
"Tuh kan bi mereka bicara saja kompak seperti itu, siap-siap dari sekarang bi, cepat atau lambat mereka akan menikah".
Angga tidak sembarangan berbicara, karena untuk pertama kalinya dia melihat Fahmi seserius itu meminta maaf pada seorang wanita. bahkan saat Dian marah dulu Fahmi tidak seperti itu.
"Ka, urus sahabat mu yang kurang kerjaan itu aku cape?", ucap Rika lalu masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Dian, Dian kamu disini", teriak Rika memanggil Dian,
Dianpun keluar dari kamar mandi dan berkata.
"hey, ini itu di rumah bukan di hutan".
"Aku tau Dian, aku cuman lagi kesel sama sahabat kakak ku yang kurang kerjaan itu, dia datang kesini sore, malam dan pagi hari".
"Wah kayanya dia suka sama kamu ka, apa dia tinggal di daerah sini, sampai nyamperin kamu setiap waktu kecuali siang",
"Idih amit-amit, iya dia baru pindah ke sini kemarin, apa kamu tidak tau sahabat ka Angga siapa?", tanya Rika.
"Aku tidak tau ka, mas Angga juga tidak pernah cerita".
"Apa kamu tidak pernah bertanya siapa sahabat ka Angga".
" Tidak",
"Pantas saja kamu ngomong kaya gitu, coba kalau kamu tau dia itu siapa".
"Aku jadi penasaran ingin melihatnya, apa dia masih di depan?".
"Tidak tau, kalau tadi masih ada".
Dian pun pergi ke depan karena penasaran ingin melihat sahabat suaminya. tapi saat Dian ke depan dia hanya melihat sahabat suaminya dari jauh dan hanya punggungnya saja yang terlihat, tapi itu cukup membuat Dian merasa was-was, "Apa aku tidak salah lihat, itu seperti punggung mas Fahmi" ucap Dian dalam hati. Dian pun hanyut dalam semua pemikirannya sampai dia tidak sadar jika Rika sudah ada di dekatnya.
__ADS_1