
Fahmi datang bersama Ibu Mila, dan Fahmi berkata
"Sayang aku pamit pulang semoga kita bisa bertemu lagi".
"Oh iya, pasti kita akan bertemu lagi" ucap Rika karena tidak tau Rencana Fahmi yang akan mulai mulai menjauhinya
"Oh iya tadi aku sudah mengirim mu uang sebagai gajih mu selama mengurus ku, dan mungkin sebentar lagi mamah juga akan mengirim kan gajih mu selama bekerja di Butik".
"Aku sudah bilang tidak perlu membayar ku aku melakukannya karena rasa tanggung jawab ku terhadap mamah mu".
"Sudah terima saja, seperti yang kamu bilang rejeki tidak boleh di tolak". ucap Fahmi
"Ibu kenapa memberikan no Rekening ku padanya". ucap Rika.
"maaf" ucap ibu.
Karena Rika pulang mendadak jadi Fahmi atau mamahnya belum mempersiapkan uang kes untuk Rika.
Saat mereka meminta no rekening pada Rika, Rika tidak memberikannya, jadi lah Fahmi meminta pada Ibu Mila dengan alasan dia ingin membayar hutang pada Rika tapi Fahmi tidak membawa uang kes.
__ADS_1
Ibu Mila memberikannya tanpa bertanya lebih jauh karena menurutnya itu bukan sebuah masalah besar.
*
"ya sudah aku pamit". ucap Fahmi
Fahmi keluar rumah dengan wajah yang sedih dan dia masuk kedalam mobil lalu menatap rumah Rika.
"Selamat tinggal sayang mungkin hari ini terakhr kali kita berjumpa, namun jika kita bertemu kembali aku berharap kau mau menerima ku". Fahmi pun pergi.
Fahmi sampai di rumahnya dengan wajah yang sedih, Sintia menghampiri Fahmi yang sudah duduk di sopa.
"Iya mah Fahmi juga sudah merencanakannya Fahmi akan menjauh dari Rika secara perlahan" ucap Fahmi.
Sintia menarik napasnya dalam. "Maafkan mamah juga karena membohongi mu dan Rika, Sebenarnya kaki mamah hanya terkilir biasa, bukan patah atau apapun itu, mamah sengaja berbohong agar Rika mau tinggal disini".
"aku tau mah, dan aku tau tujuan mamah melakukan itu semua" ucap Fahmi.
Sintia kaget mendengarnya, dia pikir Fahmi tidak mengetahuinya. "sejak kapan kamu tau mamah hanya berpura-pura"
__ADS_1
Fahmi menjawab dengan suara yang pelan yang menunjukan bahwa dia tidak baik-baik saja.
"Sejak awal mah, mah terimakasih sudah membantu Fahmi agar bisa bersama dengan Rika tapi mungkin Rika bukan jodoh Fahmi".
"Apa kamu tidak marah?". tanya Sintia.
"kenapa Fahmi harus marah, Fahmi malah senang setidaknya walau kami tidak berjodoh, Fahmi sudah merasakan rasanya dilayani oleh Rika, Fahmi merasa seperti mempunyai istri, tapi haram untuk di sentuh".
Sintia memeluk Fahmi dia tidak menyangka jika apa yang di perbuatannya malah membuat Fahmi semakin sakit hati.
"Maafkan mamah, mamah pikir jika Rika terbiasa dengan mu cinta itu akan muncul, seperti yang orang-orang katakan".
Fahmi melepaskan pelukan mamahnya, dan dia pamit untuk masuk ke kamarnya dia tidak ingin melihat mamahnya terus menangis.
*
Sementara Rika yang ingin tidur terus memikirkan ucapan Fahmi, "aku merasa ucapannya seperti kode untuk sesuatu tapi aku tidak tau itu apa".
Rika memikirkan Fahmi sampai larut malam,
__ADS_1
karena besok dia harus mulai bekerja di butik seperti Suci jadi dia memaksa matanya agar terpejam.