Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Mas Agus


__ADS_3

"Sumpah mamah tidak tau kemana arah jalan pikiran mu, kamu bilang cinta sayang pada Dian tapi kamu malah berselingkuh, sebenarnya cinta dan sayang seperti apa yang kamu miliki untuk Dian". tanya mamah Sintia masih dengan amarahnya.


"Aku sayang aku cinta sama dia,, aku pun ingin menjadikan dia istri aku mah,, tapi aku masih ingin bermain main dengan yang lain,, aku masih belum puas pacaran mah".


"Oh jadi itu alasan kamu,, sumpah mamah gak nyangka kamu seegois ini, sekarang mamah tidak akan memaksa kamu untuk kembali padanya,, jika sifat kamu masih seperti ini".


"Mamah tidak rela jika dia terus kamu sakiti,


berubahlah sebelum terlambat".


Mamah Sintia pun pergi kekamarnya meninggalkan Fahmi.


Di sebuah kamar Dian dan Rika sedang bersiap-siap untuk beristirahat karna besok Dian akan berangkat pagi-pagi.


keesokan harinya, pagi-pagi sekali Dian sudah di antar oleh Rika ke terminal.


"Maaf aku hanya bisa mengantar kamu sampai di sini". ucap Rika.


"Terimakasih Ka, kamu sudah baik sama aku selama aku di kota ini,, semoga suatu saat kita berjumpa lagi".

__ADS_1


"Kamu ini, pasti kita berjumpa lagi kita masih di negara yang sama tidak sulit untuk ku menemui mu".


Dian tersenyum, dan berkata. "Barang-barang aku yang tidak aku bawa, itu buat kamu".


"Iya makasih, Dian aku pamit, bukan aku tidak mau nememani kamu sampai naik mobil, tapi kamu tau sendiri aku harus bekerja".


"Iya sekali lagi terimakasih". Nereka berpelukan, dan Rikapun pergi.


"Sampai jumpa lagi, semoga kita bisa bertemu lagi walau kemungkinan itu sangat kecil, karna tidak ada lagi alasan aku untuk datang ke kota ini". Dian pun meneteskan air matanya.


"Ada pertemuan ada juga perpisahan, terimakasih kamu sudah menjaga ku di sini, umur mu lebih muda dari ku, tapi kamu yang selalu menjaga ku layaknya seorang kaka". ucap Dian dengan mata yang berembun.


Setelah beberapa jam tibalah Dian di kampung halamannya, Dian pun berjalan menikmati indahnya pemandangan di kampungnya dan tak berselang lama Dian menggerutu,,


"Sumpah ini tuh berat, apa tidak ada ojeg yang lewat. atau orang kampung yang bawa motor gitu lewat.


dian benar benar menggerutu, "hp mati, barang bawaan banyak, berat lagi".


"Tuhan kirimkan aku penolong aku sudah tidak sanggup lagi berjalan".

__ADS_1


tit tit tit


Dian menoleh kebelakang dan ternyata itu mas Agus,


alhamdullah terimakasih Ya Allah , engkau telah mengirim mas Agus, ternyata memang benar do'a orang yang teraniyaya cepat di ijabah".


"Kenapa tidak bilang kalau mau pulang?". tanya mas agus, "Kan mas bisa jemput kamu".


"Tadi Dian lupa mas, ehh pas inget hp Dian dudah mati".


"Untung mas keburu datang, kalau tidak Dian pasti sudah pingsan".


"Lebay kamu dek, Dek kenapa banyak sekali barang yang kamu bawa,, kaya orang di usir dari kontrakan aja".


"Dian memang di usir mas, katanya Dian berisik".


"Pantes kalau begitu kamu memang berisik,, dulu mas kira kamu itu orang nya kalem eh ternyata kalau sudah kenal deket ampun berisik, bawelnya ngalahin emak emak".


Dian tersenyum, "mas bisa saja mujinya"

__ADS_1


Mas agung menggelengkan kepalanya "Ada-ada saja adik ku yang satu ini". batin mas Agus.


__ADS_2