Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Rika menangis


__ADS_3

Sementara Fahmi terkejut saat dia melihat foto pernikahan Dian yang di kirim oleh kakeknya.


Fahmi benar-benar terkejut, Fahmi terus mengedipkan matanya beberapa kali berharap apa yang dilihatnya salah.


"Apa mataku sudah rusak, aku melihat suami Dian seperti Angga, ah mana mungkin ini dia".


Tiba-tiba Fahmi teringat dengan sikap Angga yang berbeda seminggu terakhir dan ucapan terakhir Angga yang menyuruhnya berjanji apapun kesalahannya, dia harus memaafkan nya.


Fahmi berharap dugaannya salah, lalu dia melihat foto pernikahan Dian yang lain dan alangkah terkejutnya di sana ada kedua orangtua Angga.


"Sial, kenapa harus Angga, apa sudah tidak ada lagi laki-laki lain di dunia ini".


"Kapan, Dimana Angga bertemu Dian, ah, sial, sial, sial siapa yang mempertemukan mereka".


Fahmi pun melihat foto pernikahan Dian, dia melihat Rika. "Apa mungkin dia?, Iya pasti dia, aku tau pergaulannya sangat luas tidak menutup kemungkinan jika dia mengenal Angga".


Fahmi melihat jam di tangannya memperkirakan kapan Rika sampai di rumahnya, "Sepertinya sebentar lagi dia akan sampai di Rumahnya".


Fahmi pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah Rika.

__ADS_1


Fahmi pun sampai di rumah Rika, tidak berselang lama Fahmi melihat Rika di antar seorang Peria Fahmi tidak memperdulikan siapa yang mengantar Rika, yang dia ingin tau apakah Rika yang menjodahkan Angga.


Rika yang melihat Fahmi merasa biasa saja, karena Rika sudah memperkirakan nya, dan sudah bersiap menerima semua pertanyaan Fahmi.


"Ada apa? kau datang kemari",


"Aku ingin bertanya?".


"Silahkan ajukan pertanyaan, sebanyak apapun yang kamu mau".


"Baiklah jika srperti itu?". ucap Fahmi, "apa kamu mengenal Angga?".


"Iya aku bertanya seperti itu".,


"Aku memang mengenal Angga bahkan sebelum kau mengenal nya".


"Terserah kau mau mengenalnya dari kapanpun aku tidak peduli, yang ingin aku tau apa kau yang menjodohkan Angga dan Dian?".


"Iya, Aku yang melakukannya, memangnya kenapa apa kau akan marah".

__ADS_1


"Sialan", ucap Fahmi dengan menendang bangku yang ada di dekatnya.


"Jika kau ingin marah, marahlah mumpung ibu tidak ada di sini". ucap Rika dengan tubuh yang mulai bergetar karena mendengar teriakan Fahmi.


"Jika saja kau bukan perempuan aku sudah menghajar mu dari tadi". Ucap Fahmi dengan suara yang tinggi.


Fahmi berkata lagi dengan suara yang masih tinggi.


"Kau tega sekali pada ku, kau tau Angga adalah teman baik ku, apa tidak ada laki-laki lain yang bisa kau jodohkan dengan Dian sahabat mu itu, Kenapa kau tidak menjawab". bentak Fahmi.


Dia terus berbicara tanpa melihat Rika yang sudah menangis dengan posisi berjongkok dan memeluk lututnya.


"Apa kau sudah tuli atau kau sudah menjadi bisu", bentak Fahmi lagi.


Karena Rika tidak menjawab pertanyaan nya Fahmi membalikan tubuhnya dan alangkah terkejutnya Fahmi saat melihat Rika yang sedang menangis dan memeluk lututnya. Fahmi pun langsung berjongkok dan berkata.


"Maafkan aku, apa aku keterlaluan, ku mohon berhentilah menangis, sebelum orang-orang datang kemari, dan berpikir yang tidak-tidak, kumohon Rika berhentilah!".


Bukannya berhenti, Rika malah menangis semakin keras.

__ADS_1


Setelah Rika merasa tidak takut lagi dia berdiri dan berkata "Aku benci kamu, aku benar benar membenci mu, semua terjadi karena kesalahan mu'.


__ADS_2