Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Mengantar ibu


__ADS_3

"Ka kenapa ayah Burhan tidak mempekerjakan kamu di perusahaannya".tanya Dian


"Kamu kan tau aku cuman lulusan SMA, ya walau aku sekolah di sekolahan elit, tapi tetap saja aku lulusan SMA",


"Kenapa mereka tidak menyekolahkan mu ke perguruan tinggi, aku pernah melihat nilai mu dan semuanya bagus-bagus".


"Itu karena aku tidak mau kuliah, sudah cukup banyak mereka membantu ku dari mulai membangun kembali rumah kami yang sudah rusak, menyekolahkan ku dari SMP sampai SMA di sekolahan yang sama dengan ka Angga, dan sekarang mereka juga menyekolahkan Adik ku di sekolah yang sama".


Rika pun mengirim pesan lagi yang isinya


"Aku berpikir jika aku sekolah tinggi pun percuma toh perempuan pasti berakhir di rumah".


*


Tiba tiba saja Angga berkata "Sayang sudah malam apa kamu tidak lelah, dan suruh Rika datang kesini pas hari minggu!".


Dian merasa heran pasalnya Angga berbicara dengan mata terpejam, "Mas kamu ngigau atau apa".


"Mas tidak sedang mengigau, mas juga belum tidur, Mas cuman lelah saking lelahnya mas malas membuka mata dan menggerakkan tubuh mas, gara gara obat itu mas seperti ini".


"Memang nya itu obat apa?".


"sudah jangan banyak tanya, cepat akhiri percakapan kalian!".


"Iya, ini juga sedang mengetik, dan mengirimkan foto kamar mas yang tadi, sudah terkirim".

__ADS_1


"cepat kesini, siapa tau jika sambil memeluk mu mas bisa cepat tidur".


" Alasan saja kamu mas, biasanya kalau mas seperti itu mas akan minta lagi kan".


Angga pun tersenyum "kamu tau saja sayang, tapi sumpah sekarang beneran mas ingin istirahat sambil memeluk kamu".


"janji" ucap Dian.


"Iya mas berjanji".


"baiklah kalau begitu". merekapun tertidur dengan lelap.


*


Sedangkan Rika yang melihat foto yang di kirim Dian merasa iri dan berkata.


Pagi hari Saat Rika akan mengantar adiknya sekolah, dia sudah di kejutkan dengan ke beradaan Fahmi yang sudah siap mengantar ibu,


"Ibu kenapa mau naik motor Fahmi, kemana ojeg langganan ibu?".


"Tukang ojegnya sedang sakit sayang",


"Kenapa tidak mencari ojeg yang lain, kenapa harus sama Fahmi".


"Ya karena ini Gratis".

__ADS_1


"Ibu cepat turun", Saat Rika akan menghampiri ibu adik Rika berteriak.


"Kaka cepat ini sudah siang".


"Iya sebentar".


dan mereka pun berangkat bersama namun dengan arah yang berbeda.


"Bu kira-kira menurut ibu Rika akan memaafkan aku atau tidak".


"Tentu saja dia akan memaafkan mu nak, hanya menunggu waktu yang tepat saja".


"Tapi kapan ya bu, apa dia tidak bisa memaafkan ku dalam waktu dekat, aku sudah mulai lelah".


"Ibu tidak tau, semoga secepatnya Rika memaafkan mu nak"


"Aamiin bu".


Mereka pun sampai di pasar, Fahmi ikut masuk ke pasar untuk membantu membawa belanjaan ibu, sekalian jalan- jalan katanya.


" Nak coba saja kamu berjodoh dengan Rika, ibu pasti sangat senang".


"Ibu ini ada-ada saja, dia memaafkan aku saja sesulit itu apalagi menerima ku sebagai suaminya"


Ibu merasa tidak mendengar Fahmi menolak jika dia berjodoh dengan Rika dan ibu pun berkata

__ADS_1


"Tunggu nak maksud kamu, kamu tidak menolak jika berjodoh dengan rika?".


" Tentu saja bu mana ada laki-laki yang tidak menyukai Rika, dia cantik, baik dan juga pintar hanya saja dia pemarah".


__ADS_2