
Dian pun sampai di kosannya.
Assalamu'alaikum, Ibu kos pun menjawab salam dian dan membuka pintu, "Dian kenapa kamu sudah kembali bukannya baru tadi pagi kamu berangkat'.
"Iya bu, soalnya kalau Dian kembalinya pagi-pagi Dian takut kesiangan, dan juga pasti Dian akan kecapean".
"Ya sudah masuk sana, pasti kamu cape".
"iya Bu".
Pagi harinya Dian berangkat kerja seperti biasa, Dian menunggu angkutan umum yang lewat, tapi kalau ada Rika lewat dian berangkat ke pabrik bersama Rika.
Jika berangkat kerja Dian memang jarang berangkat dengan Rika, karna pagi-pagi Rika selalu mengantar adiknya dulu, tapi kalau pulang mereka sering pulang bersama.
Tibalah Dian di tempat kerjanya, dan tidak berselang lama Rikapun datang. "Dian tunggu aku" teriak Rika.
Dian melihat siapakah gerangan yang memanggilnya, karna tidak mungkin Rika, karna tidak biasanya dia datang lebih awal, Rika sering datang 10 menit sebelum jam kerja di mulai.
"Tumben kamu jam segini sudah sampai, apa kamu tidak mengantar adik mu dulu".
__ADS_1
"Nganterin lah, dengan napas ngosngosan Rika menjawab, karna tadi Rika lari dari parkiran. "Cuman tadi aku berangkatnya subuh.
"tumben, ada apa?", tanya Dian.
Rika tersenyum, "ada yang ingin aku tanyakan dulu sama kamu sebelum masuk kerja.
"Memangnya kamu mau bertanya apa?".
"Itu, kamu kapan jadian sama Fahmi?".
Dian kaget, pasalnya Dian belum memberi tahu Rika, tapi Rika sudah tau. "kamu tau dari mana?".
"Kamu, di tanya malah balik nanya, aku tau karna fahmi mengganti setatus hubungannya jadi berpacaran dengan kamu, apa itu benar atau tidak, aku penasaran karna setau aku kamu tidak mau berpacaran".
"Aku tidak percaya kalau cuman itu alasannya"
"Sudah jangan di pikirkan terus, kamu anggap saja jika itu alasan ku satu-satunya".ucap Dian sambil tersenyum.
Rika berdecak,, "tuh kan pasti ada alasan lain, tidak mungkin kamu melupakan keinginan mu".
__ADS_1
Dian tersenyum kembali, "Ah sudah jangan bahas itu terus, yang penting sekarang aku sudah punya pacar bukan kah itu keinginanmu".
"Maaf Ka bukan aku tidak mau menjawab rasa penasaran mu, tapi aku takut kamu ember bilang sama dia,, terus menggagalkan semua rencana ibu". batin Dian.
"Yu masuk ajak Dian, karna Rika hanya diam seperti memikirkan sesuatu. "Eh iya ayo" jawab Rika.
Jam istirahatpun tiba,, mereka sudah berada di kantin.
"Bagai mana rasanya pacaran?" tanya Rika. "lumayan ", jawab dian. "Lumayan apanya dian?. "Ya lumayan ribet, tapi lumayan menyenangkan juga, apalagi kalau dia lagi gombal, aku udah kaya orang gila aja senyum senyum sendiri.
"sumpah dia tuh jago gombal nya. Sampai berasa terbang aku dengerin nya, dan dia juga jago nyanyi suaranya juga bagus". puji Dian.
iya aku percaya dia pasti jago, jago... banget ngegombalnya,, buktinya kamu yang dingin kaya es aja sampe meleleh kaya gini.
Dian tersenyum,, lalu mengambil ponselnya, dan melihat pesan yang di kirim Fahmi, Dian pun tersenyum saat melihat pesan dari Fahmi.
"Beneran sumpah kamu kaya orang gila senyum-senyum sendiri", ucap rika.
"Dian ko aku jadi takut melihat kamu seperti ini, aku takut kamu kecewa dan sakit hati".batin rika
__ADS_1
Bukan karna rika tidsk senang melihat dian bahagia, tpi setau Rika orang yang pintar merayu dan jago ngegombal rata-rata meraka play boy, dan rika pun pernah mengalami itu.
"Semoga saja Fahmi bukan playboy walau kemungkinannya sangat kecil,, batin rika.