Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Pukulan Fahmi


__ADS_3

Anggapun pergi ke kantornya dengan hati yang gelisah, Angga bukan takut dengan kemarahan semua teman kantornya, tapi Angga takut dengan kemarahan Fahmi.


Angga benar-benar tidak fokus saat berkendara, dia hampir saja menabrak pejalan kaki yang sedang menyebrang.


Untungnya dia sigap jadi tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Angga masuk kekawasan kantor, dia memberi salam pada satpan di depan, satpampum menjawab salam dari Angga.


Angga melajukan kendaraannya menuju tempat parkir, perasaannya semakin tidak karuan saat melihat motor Fahmi. Anggapun berdoa dalam hati.


"Ya Raab, semoga saja Fahmi tidak marah padaku, aamiin". Walau dalam hati kecilnya ia berkata rasanya tidak mungkin jika Fahmi tidak marah padanya, Angga berpikir jika Dia berada di posisi Fahmi dia juga pasti akan marah dan kecewa, tapi jika dia di posisi Fahmi sekarang kemungkinan juga dia akan memaafkannya tapi ini Fahmi, Angga tidak tau apa Fajmi akan memaafkannya atau tidak.


Anggapun turun dari motornya membawa dus yang di berikan Dian untuk rekan kerjanya.


Angga menyapa teman kerjanya saat dia bertemu mereka dan tidak ada satupun dari mereka yang menjawab sapaan Angga.

__ADS_1


Angga benar-benar mersa takut jika bertemu dengan Fahmi, dengan teman kerjanya saja yang tidak ada sangkut paut dengan Dian saja mereka semarah itu, apalagi Fahmi yang jelas jelas mantan tunangan Dian dan dia masih mencintai Dian.


Anggapun melangkah menuju ruangannya dengan langkah yang lesu, saat baru masuk jantung Angga berdebar saat Fahmi melihatnya, Yali Angga benar-benar menciut saat itu dan Angga terus memotipasi dirinya agar tidak takut.


Fahmi menghampiri Angga dan berkata "Bisa kita bicara sebentar!, temui aku di atas gedung ini".


Angga mengangukkan kepalanya, menaruh barang bawaannya dan pergi menyusul Fahmi, dengan hati yang tidak tenang.


Anggapun sampai di atas gedung, dia menghampiri Fahmi, dan tanpa basa basi Fahmi memukul perut Angga dengan sangat kuat.


Setelah Fahmi selasai memukul Angga dia berkata,


"Sumpah aku kecewa, aku marah padamu, Rasanya aku ingin memghajarmu sampai kau tidak berdaya, tapi untungnya aku masih punya akal yang sehat, dan pukulan ku itu mewakili rasa sakit hati ku padamu".


"Maaf", itu kata yang keluar dari mulut Angga sebelum Fahmi pergi.

__ADS_1


Sementara Fahmi yang akan membuka pintu untuk turun membalikan badannya dan melihat Angga terdiam dan berkata.


"Aku memang sudah memaafkan mu Angga, tapi saat melihat mu rasanya aku ingin mrmukul mu, aku memukul mu bukan karena aku membenci mu tapi rasanya tidak adil jika hanya aku yang merasa sakit tapi kamu tidak, walau rasa sakit ku tidak sebanding dengan rasa sakit yang kau rasakan saat ini".


Fahmi pun turun dan menuju ruang rapat, Anggapun menyusul Fahmi turun untuk kembali ke ruangannya, baru saja Angga sampai dia sudah di minta untuk rapat karena ada masalah yang terjadi saat Angga libur.


"Masalah apa" tanya Angga pada Ob yang menemuinya.


"Saya kurang tau mas saya hanya di suruh untuk menyampaikan itu saja".


"Oh, baiklah terimakasih". ucap Angga.


"Aneh perasaan pas hari sabtu kemarin tidak ada masalah apapun", ucap Angga dalam hati.


Anggapun pergi ke ruang rapat, dia mengambil napasnya dalam dalam saat dia akan membuka pintu, "Aku harus meminta maaf, setelah rapat selesai" ucap Angga dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2