Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Sama-sama lelah


__ADS_3

Rika duduk dan langsung membuka ponselnya lalu menghubungi Dian dengan panggilan vidio dan Dian langsung mengangkatnya.


"Assalamu'alakikum Dian" ucap Rika.


"Wa'alaikummussalam, kamu cantik sekali" ucap Dian


"terima kasih" ucap Rika


"Maaf ka aku ibu dan bapa tidak bisa hadir" ucap Dian.


"iya tidak apa-apa aku mengerti ke adaan mu, tapi ibu dan bapa kenapa tidak kemari" tanya Rika


"Mereka sudah pulang sebelum mas Angga memberi tahu jika kamu akan menikah hari ini, kalau bunda dan ayah sampai di sana kapan? tanya Dian


"Aku tidak tau, karena aku keluar mereka sudah ada" ucap Rika jujur


"Ka kamu benar jika Jodoh kita itu Cerminan Diri kita dan itu juga terjadi pada mu".


"wah memangnya kami seperti itu".


"Iya dulu kalian sama-sama tukang gunta-ganti pacar" ucap Dian


"hus jangan di bahas itu masa lalu sekarang kami sudah tidak seperti itu lagi".


"iya aku tau jadi mana suami mu?".

__ADS_1


Fahmi yang merasa namanya di panggil menghampiri Rika dan duduk di belakang Rika.


"Dian apa itu anak mu" tanya Fahmi


"Iya, maaf ya aku tidak bisa datang" ucap Dian


"Tidak masalah kami juga mengerti ke adaan mu". ucap Fahmi


"aku juga minta maaf belum mempersiapkan kado untuk kalian". ucap Dian lagi


"Tidak apa-apa" ucap Rika


"Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian semoga cepat dapat momongan, maaf aku tidak bisa lama-lama soalnya anak ku sudah menangis lagi".


sementara Rika merasa jantungnya berdetak dengan cepat saat mendengar kata momongan.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul satu siang, Fahmi pamit untuk mengambil air wudhu dan Rika juga melakukan hal yang sama.


Setelah selesai Fahmi menemui bu Mila untuk meminta ijin, sementara Rika langsung tertidur di kamarnya.


"Bu maaf apa aku boleh membawa Rika tinggal bersama ku" tanya Fahmi


"Tentu saja nak itu hak mu, tapi ibu mohon untuk malam ini sebaiknya kalian menginap dulu di sini" ucap ibu.


"Baiklah Bu, kalau begitu Fahmi kembali ke kamar lagi"

__ADS_1


"Iya istirahatlah pasti kamu sangat lelah".


Saat Fahmi akan masuk kamar ibu berkata " lo nak kenapa masuk ke kamar yang itu?".


"Terus Fahmi harus masuk ke kamar yang mana bu?".


Ibu langsung menuntun Fahmi menuju kamar Rika, "Nah kamu sekarang tidurnya di sini" ucap ibu sambil membuka kamar Rika yang tidak di kunci


Fahmi diam tidak langsung masuk kedalam karena takut Rika marah, ibu yang tau ke khawatiran Fahmi berkata "Masuklah nak jika Rika marah katakan saja ibu yang menyuruh mu".


Fahmi masuk dan ibu langsung menutup pintu.


Fahmi melihat Rika sudah tertidur dengan masih memakai mukena, "Sepertinya dia benar-benar kelelahan.


Fahmi mengangkat tubuh Rika untuk memperbaiki posisi tidur Rika, mungkin karena sangat lelah Rika tidak merasa terganggu sedikitpun walau tadi saat Fahmi mengangkatnya, Rika seperti akan bangun.


"Kamu memang cantik sayang aku beruntung menjadi suami mu, walau kita menikah seperti ini semoga kita menjadi pasangan yang SAMAWA".


Lalu Fahmi membaringkan tubuhnya di sebelah Rika karena dia juga sudah sangat lelah apalagi semalam mereka kurang tidur karena derama yang mereka lewati.


mereka tertidur sangat pulas sampai mereka tidak sadar jika mereka tertidur berpelukan.


"Yaman sekali rasanya seperti di peluk Fahmi" ucap Rika yang sudah akan bangun dan tiba-tiba Rika sadar lalu berteriak.


"Aaaaaaa".

__ADS_1


__ADS_2