
Merekapun masuk ke rumah Dian.
Pak Romli datang dan bersalaman dengan orangtua Angga lalu duduk di kursi yang kosong.
"Maaf Pak, Bu, sudah mengagetkan kalian karna kedatangan kami yang mendadak.
itu karna putra kami memaksa kami untuk melamar anak gadis Bapa dan Ibu.
Katanya dia sudah tidak sabar untuk menikah.
Angga hanya tersenyum mendengar ucapan Ayahnya.
Pak Romlipun berkata "Sebenarnya nak Angga semalam sudah mengatakan niat baiknya Pak, Bu dan anak saya sudah menerimanya tadi pagi".
"Oh baguslah jika seperti itu, jadi kita hanya tinggal menentukan hari pernikahan mereka saja.
Tapi kami ingin pernikahan mereka di laksanakan secepatnya". ucap Ayah Angga.
"Tentu saja itu lebih baik", jawab Pak Romli. Agar mereka terhidar dari hal hal yang negatif".
"Tapi kami ingin melaksanakan pernikahannya minggu depan", ucap ayah angga
"Kenapa secepat itu"?, tanya Pak Romli.
"Kalau itu Bapak bisa tanyakan langsung pada Angga".
"Nak kenapa" tanya Pak Romli
Angga tersenyum dan berkata
"Akuhanya takut jika Dian berubah pikiran pak".
__ADS_1
Pak burhanpun menguatkan alasan Angga. "Mungkin karna anak saya sedikit trauma Pak, karna dulu dia di pernah di tinggal menikah oleh tunangannya".
Pak Romli dan Bu Sitipun menganggukan kepalanya.
Dian dan Rika datang.
"Rika, ko kamu ada disini tanya bunda Angga".
"Tentu saja aku ada di sini bun, karna aku yang menjodohkan mereka". jawab Rika
"Apa ini calon menantu bunda?"
"Iya bun", jawab angga,,
"cantik sekali, kamu mengenalnya sudah berapa lama nak?"
"Baru 6bulan yang lalu dan ini pertemuan ke dua kami".
"Jadi kapan pernikahan mereka akan di laksanakan, aku sudah tidak sabar punya keponakan". ucap Rika
"Minggu depan", jawab angga.
"Apa tidak terlalu cepat ka", tanya rika. " Bukankah dokumen pernikahan akan keluar sebulan setelah pendaftaran.
"Maka dari itu kaka mau tanya sama Dian, apa Dian mau menikah minggu depan?.
Dian hanya diam,,
"Wah Dian hanya diam, berarti tandanya dia mau ka". ucap rika.
Pak Romli pun memastikan nya, "nak apa kamu setuju?.
__ADS_1
Dian pun mengangguk tanda setuju.
"Dasar jodoh pacarannya sama siapa nikah nya sama siapa". ucap ibu Siti
"Iya bu", jawab rika ternyata memang benarnya
JODOh itu Cerminan diri kita contohnya ya Dian dan ka Angga. Dian sholehah ka angga juga sholeh,
Dian ingin langsung menikah, ka Angga juga sama,
"selamat ya untuk kalian aku senang melihat kalian".
Setelah sepakat akan mengadakan pernikahan minggu depan, kini mereka makan bersama,
dan makanan yang mereka masak masih tersisa banyak, jadi ibu mengajak Dian, Rika dan Angga membagikan makanan itu ke tetangga, sambil memperkenalkan angga pada mereka tentunya.
angga rika dan kedua orang tua Angga pamit, mereka akan kembali ke kota, karna besok mereka harus bekerja. untungnya Angga tidak membawa motor jadi bisa pulang bersama menggunakan mobil ayah Burhan.
sampailah mereka di kota, mereka langsung ke rumah Rika, selain ingin mengantar rika, mereka juga ingin memberi tahu kabar baik pada ibu Mila.
"Apa jadi angga sudah melamar Dian". Ucap Bu Mila kaget.
"Bu. bukankah ika sudah bilang, agar ibu bersiap untuk mengantar ka Angga nikah, waktu itu".
"Ibu pikir kamu cuman bercanda ka".
"Miila, kamu kenal Dian". tanya bunda pada ibu nya Rika
"Tentu saja aku mengenalnya ka, dia sahabat Rika, bahkan Dian sering menginap di sini".
"Berarti kamu tau baik buruknya dian".
__ADS_1
"tentu saja, aku sangat senang jika angga menikah dengan dian".