
"Habisnya mas pangling melihat kamu".
"Dian memang pakai baju sar'i di sini". jawab Rika.
"Cantik", ucap Angga keceplosan
"Terimakasih". ucap Dian sambil tersenyum.
"Dian senyum mu, benar-benar membuat jantung ku dag dig dug tidak karuan" ucap Angga dalam hati.
Dian juga merasakan hal yang sama,, entah kenapa jantung Dian berdetak dengan cepat saat mendengar pujian dari Angga, padahal dulu saat Fahmi memujinya tidak seperti ini,, "Ah mungkin aku jarang ketemu cowo ganteng disini" batin Dian.
Mereka pun masuk, "Duduk dulu Rika, mas!".
"Dian ibu sama bapa mana?". tanya Dian.
"Sebentar aku panggil mereka".
Ibu dan bapa pun datang. Rika dan Anggapun mencium tangan ibu dan bapa.
"Apa kabar nak tanya Ibu?".
"Baik bu jawab Rika".
"Eh ini siapa tanya ibu?".
"Ini sepupu Rika", Lalu Rika berbisik di telinga Ibu. "Dia calon mantu ibu", lalu Rika tersenyum.
"Ah kamu ada ada saja nak'.
"Eh di bilangin tidak percaya.
__ADS_1
Rika dan ibu memang sudah akrab karna Rika sering ikut ke kampung Dian jika Dian pulang kampung.
Sementara Angga merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Rika, tapi Angga tidak tau itu apa.
Dian pun datang membawa minum dan cemilan.
di minum dulu airnya Rika mas,, ucap Dian sambil tersenyum.
Jangan tanya Angga seperti apa saat melihat semyuman Dian.
"Ibu dan bapa pun tersenyum saat angga memandang Dian dan mereka mengerti apa arti dari pandangan Angga"
"Hem" Rika berdehem, "Bukan muhrim
dan seketika Angga yang mengerti langsung mengalihkan pandangannya.
"Tuh kan bu apa aku bilang", ucap Dian.
Ibu pun mengangguk
"tuh di ujung gang".
Anggapun menganggukan kepalanya.
"Nanti bareng sama bapa" ucap bapa Dian
"Baik pak".
Sementara angga dan bapa ke mesjid,, Dian dan Rika masuk kamar, untuk melaksanakan sholat isya. Setelah selesai mereka pun bercerita banyak hal, Rika menceritakan kisah cintanya selama 6bulan terakhir,, Dian juga menceritakan pengalaman menjadi guru paud membantu kaka nya,,
"Diakhir percakapan mereka Rika bertamya tentang Angga".
__ADS_1
"Dian menurut kamu ka Angga bagaimana?".
"Bagaimana apa nya?". tanya Dian.
"Maksud ku apa kah dia baik atau kamu suka tidak sama ka angga?". ucap Rika langsung keintinya.
Deg, "kenapa kamu bertanya seperti itu" ucap Dian.
Rika tersenyum, "barang kali kamu suka sama ka Angga"
"Ka Angga baik kelihatannya, ramah dan tampan". lalu Dian yersenyum.
Terus kamu suka tidak sama Dia.
"Lumayan", jawab Dian.
"Kok lumayan sih". ucap Rika.
"Eh kamu kenapa ngomong kaya gitu?". "Mau jodohin aku sama mas Angga ya".
"Itu kamu tau".
"Ka, sekarang aku sudah tidak ingin berpacaran aku sudah kenyang dan cape berpacaran.
"Bagus, keinginan kalian sama".
"Apanya yang sama tanya Dian".
"Itu mas Angga sama sepwrti mu". Oh iya, aku belum pernah bilang ya kalau mas Angga pernah di putusin tunangannya, karna tunangannya memilih menikah dengan yang lain karna si tunangannya udah hamil sama yang lain
dan kamu tau ka angga saat itu yang merasa hubungannya dengan tunangannya baik baik saja, sangat hancur dia benar benar terpuruk saat itu, dan hasilnya dia menutup hatinya sampai dia bertemu seseorang,,
__ADS_1
"Kenapa mas Angga sampai kecolongan seperti itu?".,,
"Dulu dia sama seperti mu, masih buta dengan dunia dia masih belum bisa membedakan mana cinta yang asli dan mana cinta yang palsu,,