
"Memangnya mas kenapa?", tanya Angga.
"Tidak kenapa- kenapa hanya saja setelah menikah mas suka mesum".
Angga tersenyum, "Maaf, mas juga kurang tau, tapi yang perlu kamu tau adalah setiap kamu menyentuh mas, junior mas pasti bereaksi, seperti tadi kamu memukul mas".
Dian benar-benar tidak menyangka jika hanya dengan sentuhan seperti itu saja bisa membangunkan junior, apalagi pelukan dan semacamnya. "Pantas saja dulu Fahmi sampai seperti itu" ucap Dian dalam hati.
"kita akan berangkat pukul 3sore, kita langsung ke kosan mas, mas minta maaf belum membeli rumah, bukan mas tidak punya uang tapi karna mas ingin kamu yang memilih di mana tempat kita akan membeli atau membangun rumah".
"Kalau begitu kita cari rumah dekat Rumah Rika saja!".
"Baiklah nanti mas akan bertanya pada Rika, apa ada rumah di daerah sana yang mau di jual atau ada tanah kosong yang cocok untuk kita membangun rumah".
Dian pun berdiri ingin melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, mumpung Angga sedang melamun pikir Dian, Dian menggeser kursi yang dia duduki tadi dan itu membuyarkan lamunan Angga, Angga yang sadar jika Dian ingin kabur membiarkannya agar Dian merasa menang bisa lolos dari permintaannya.
"Untung saja mas Angga melamun jadi aku bisa membereskan pekerjaan ku yang lain", batin Dian, tapi baru juga Dian berkata seperti itu tangan Angga sudah melingkar di pinggang Dian.
"Mau kemana sayang?".
Deg
__ADS_1
Dianpun langsung berpikir alasan apa yang harus dia berikan agar Angga tidak curiga.
"Tidak kemana mana ko mas cuman mau mengambil air".
"Oh, mas kira kamu mau kabur".
"Tidak mungkin lah mas, masa iya aku mau kabur".
lalu Angga menaikan tangannya keatas dan sedikit bermain di sana.
"Mas geli, bagaimana kalau ada yang melihat".
"Siapa tau ada yang sudah pulang".
"kalau pun ada biar saja mereka melihat kita", Lalu Angga berbisik di telinga Dian "Siapa suruh kamu mau kabur", ucap Angga.
"Ya sudah ayo ke kamar", ajak Dian.
"Nah gitu dong bukannya dari tadi".
*
__ADS_1
Sekarang Dian dan Angga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kota, setelah semua siap mereka menunggu adzan ashar dan berangkat, mereka berangkat menggunakan motor Angga.
Angga memilih menggunakan motor selain agar cepat sampai juga agar dia bisa menikmati perjalanan mereka.
setelah 3jam lebih berkendara Angga dan Dian pun sampai di kosan Angga, Niat Angga menggunakan motor agar lebih cepat, ternyata salah malah lebih lama karna saat di jalan mereka sering berhenti saat melihat pemandangan yang bagus, mereka mengambil beberapa foto mereka di sana.
mereka masuk kedalam dan Anggapun berkata,
"Maaf sayang, tempatnya sempit".
"Tidak apa-apa, justru ini lebih besar dari kosan aku dulu".
"Apa benar seperti itu?" tanya Angga.
"Iya, lihat kasurnya juga muat untuk dua orang sedangkan di kosan ku yang dulu cuman muat kasur kecil, hanya cukup untuk satu orang".
Mereka beristirahat sejenak sebelum melaksanakan sholat isya sedangkan magrib mereka laksanakan di Masjid saat mereka masih di jalan.
Saat sedang makan malam Dian berkata, "Mas aku mohon untuk malam ini kita benar-benar istirahat ya!".
"Iya, mas mengerti ko, lagi pula mas juga cape", Angga tersenyum dan berkata lagi "untung mas juga cape sayang kalau tidak", Angga pun tersenyum lagi.
__ADS_1