
"Jadi kamu belum makan siang " tanya Fahmi karena dia pulang lebih awal yaitu pukul 3 sore.
"Belum mas aku belum ingin makan" ucap Mentari.
"sayang ayo duduk kamu harus makan agar bisa sehat kembali!".
"Tidak mau mas aku cuman butuh istirahat, mas kenapa sudah pulang?". tanya Rika
"Mas pulang lebih awal karena mencemaskan mu sayang" ucap Fahmi.
"jika seperti itu Mas pasti belum makan bukan?"
"Belum".
"mas, mas kamu sendiri juga belum makan ini malah sosoan nawarin makan ke aku ''.
"Ya sudah kita makan bersama apa kamu mau?".
Rika berpikir jika dia tidak mau Pasti suaminya juga tidak akan makan dan Rika pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Fahmi mulai menyuapi Rika, Rika memakannya dengan rasa bahagia karena di suapi sang suami.
Rika tersenyum saat dia memakan makanannya.
Fahmi yang melihat Rika tersenyum juga ikut tersenyum karena itu artinya Rika sudah memaafkannya.
__ADS_1
Makanan sudah habis dan kini waktunya Rika untuk meminum obat, Rika sangat sulit untuk meminum obat.
Fahmi sudah merayu Rika dengan berbagai cara namun tidak bisa, sampai akhirnya Fahmi melakukan cara yang sedikit berbeda.
Dia memasukan obat pada mulutnya dan langsung mendekatkan wajahnya pada Rika lalu cup Fahmi mencium Rika dan sedikit menggigit bibir bawah Rika agar Rika mau membuka mulutnya, dan usahanya berhasil Rika menelan obatnya.
Tiba-tiba mamah Sintia datang ke kamar mereka tanpa mengetuk pintu kamar mereka, karena dia pikir tidak ada siapa siapa di sana selain Rika dan pemikirannya musnah karena dia melihat Fahmi sedang mencium Rika dan itu membuat Mamah Sintia malu dan dia merutuki perbuatannya.
Setelah Fahmi memastikan obatnya sudah di telan oleh Rika, Fahmi pun melepaskan pangutannya sambil tersenyum, dan dia berkata "Wah sayang sekali obatnya cuman satu coba banyak kan enak bisa mencium mu berkali-kali".
"Mas ini aku lagi sakit juga masih saja seperti itu".
"Sayang apa kamu mau memaafkan kesalahan suami mu ini"
"Apa?" tanya Fahmi
"aku ingin tidur di peluk oleh mas".
"Dengan senang hati sayang lebih dari di peluk juga tidak apa-apa, tapi sebelum itu mas harus mandi dulu karena badan mas terasa lengket.
"aku cuman mau di peluk bukan minta yang lain mas, ya sudah sana mas mandi dulu".
Lalu Fahmi masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Mamah Sintia kembali menghampiri suaminya yang sedang duduk di depan televisi dengan ekspresi kesalnya.
__ADS_1
"Mamah kenapa? tanya papah Fahmi
" Mamah kesal pada anak kita karena dia tidak mengunci pintu saat dia masuk kamarnya.
"Lo kenapa harus di kunci?".
"Gara gara dia tidak mengunci pintu kamarnya aku jadi tidak sengaja melihatnya sedang melakukan itu".
"Melakukan apa mah? jangan membuat pikiran papah kemana-mana".
"Ih bukan melakukan sesuatu yang ada di dalam pikiran papah". ucap Sintia
"Lalu apa?"
"Fahmi mencium Rika saat mamah baru masuk ke kamar mereka"
"Hanya karena itu kamu marah, mamah, mamah eh apa mamah marah karena ingin di cium oleh papah" ucap Papah Fahmi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tidak papah, mamah cuman merasa malu saja".
'Tapi sayangnya papah ingin melakukannya bahkan lebih dari itu".
Lalu tanpa aba-aba papah Fahmi langsung menggendong istrinya masuk ke kamar mereka.
Fahmi tersenyum karena tidak sengaja melihat sang papah yang masih kuat mengangkat tubuh mamahnya, Fahmi berada di lantai bawah karena ingin mengambil air minum dan menyimpan piring bekas makan mereka ke dapur.
__ADS_1