
Angga pulang bersama pak Romli.
Angga duduk di kursi bersiap siap untuk tidur, namun sebelum Angga tidur, Dian keluar dari kamarnya dan melihat Angga.
"Mas ko mau tidur di sini?", tanya Dian
"Terus mas harus tidur di mana?,, jawab Angga
"Tidak mungkinkan mas tidur di kamar kamu".
Dian tersenyum "ya enggalah mas ada ada saja",
"Itu mah mau nya kaka", Rika baru keluar kamar dan langsung meledek Angga, "sabar ka belum halal kalau kaka sudah jadi suami Dian baru beleh".
Angga yang mendengar ucapan Rika pun menyernyitkan dahi nya, "kamu ka kalau becanda suka kelewatan", ucap Angga yang tidak tau rencana Rika.
Dian pun berpikiran yang sama dengan Angga, "Iya nih ika kalau bercanda suka ke lewatan, mas tidurnya di kamar adik saya".
"Memangnya kamu punya adik?" tanya Angga
"Punya cowo, tapi dia lagi di rumah sodara sekarang".
"Terus yang mana kamarnya?". ucap Angga sambil mencari di mana letak kamar adiknya Dian.
"Di belakang maklum rumah orang kampung, ya gini mas, ayo mas Dian tunjukan kamarnya".
"Ternyata luas juga ya" ucap Angga.
"Iya lumayan mas, yang di depan ruang tamu dan 2kamar itu bangunan awal, nah ini bangunan tambahannya, jadi kalau di lihat dari depan kaya segitu saja bangunannya".
Dian pun membuka pintu kamar adiknya.
"Masuk mas!". Angga mengangguk dan masuk".
Setelah masuk Angga merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk tidur karna badan nya terasa sangat lelah, namun matanya tidak bisa di ajak kerja sama alhasil dia masih terjaga.
__ADS_1
Karna bosan Angga menghubungi Fahmi.
"Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikummussalam,,
"Fahmi kamu sedang apa?".
"Aku sedang tiduran ga".
"Lo kamu tidak malam mingguan sama Dian".
"Engga lah kan dia jauh di sana". ucap Fahmi tidak jujur.
"Kenapa tidak di telpon Dian nya, kan bisa".
"Ya tidak mungkinlah, orang aku sudah putusin dia".
Angga yang mendengar ucapan Fahmi terkejut.
"Ko bisa kamu yang mutusin dia?.
"Terus kenapa kamu tidak menikahi dia?".
"Aku belum siap Angga, aku masih ingin bebas berpacaran nanti setelah aku puas baru aku nikah".
"Kamu ini dulu bilang ingin menikah eh sekarang belum siap?, kalau Dian ada yang lamar dan langsung Nikahin dia gimana?".
"Ya tidak apa-apa".
"Yakin kamu tidak akan menyesal?".
"Aku yakin, aku sudah ikhlas melepas dia walau aku masih cinta sama dia".
"Ya sudah kalau begitu sampai ketemu di tempat kerja", ucap Angga
__ADS_1
Angga sangat senang mendengar perkataan Fahmi, lalu Angga menelpon Rika.
Rika yang sedang memainkan ponselnya menyernyitkan dahinya karna melihat panggilan masuk dari Angga,
"Jawab Rika bukan di lihat aja".
Rika memperlihatkan dari siapa panggilannya berasal
"Aneh bukan ngapain juga dia nelpon aku".
"Angkat saja siapa tau ada hal yang dia butuhkan".
Rika mengangkat telpon dari Angga.
"Ka Angga ada apa?" tanya Dian.
Bukannya menjawab Angga malah balik bertanya.
"Apa kalian belum tidur?".
"Belum ka", jawab Rika.
"Kalau begitu bisa kita bicara di ruang tamu!".
"Ka Angga kalau mau bicara sekarang saja, ga usah di ruang tamu, Aku malas gerak, dan cape".
"Sudah jangan banyak omong turutin saja apa susahnya tinggal buka pintu duduk bereskan".
"Iya, iya".
"Oh iya ajak Dian sekalian", tut tut.
"Ini orang sumpah ngeselin banget".
"Memang kenapa tanya dian?".
__ADS_1
"Dia nyuruh kita ke ruang tamu!".
"Ya sudah kita turutin saja apa susahnya".