Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Aku yang terkejut


__ADS_3

Fahmi kaget karena sosok bidadari itu nyata dan dia istrinya dan saat mendengar suara Rika yang lembut Fahmi merasa desiran aneh itu datang dan membuatnya hatinya resah.


Fahmi langsung memeluk Rika dan berkata "Kamu sangat cantik sayang tadinya aku yang ingin mengejutkan mu tapi malah aku yang terkejut melihat mu".


Setelah puas memeluk Rika Fahmi melepaskan pelukannya dan memundurkan tubuhnya untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan.


"Kamu benar-benar seperti bidadari sayang".


"Terimakasih, apa kamu suka mas, ini pakayan yang kamu berikan dulu pada ku".


"Mas sangat menyukainya sayang, tidak salah mas memberikan gaun ini pada mu, gaun ini sangat cocok dengan mu sayang, tunggu sayang ada sesuatu untuk mu".


Lalu Fahmi mengambil buket bunga mawar merah yang tadi dia beli dan sebuah kotak perhiasan berwarna merah.


Fahmi mendekati Rika lalu berlutut dan memberikan buket mawar tersebut dan berkata maukah kamu menjadi istri ku untuk selamanya dan menjadi ibu dari anak-anak ku.


Rika yang senang melihat perlakuan Fahmi yang sangat romantis tersenyum dengan sangat manis dan dia berkata.


"Aku Rika hoerunnisa bersedia menjadi istri mu dan juga ibu dari anak-anak mu", dan Rika mengambil buket bunga tersebut dan berkata lagi "terimakasih mas".


Setelah Rika mengambil buket bunganya Fahmi berdiri dan membuka sebuah kotak perhiasan lalu menunjukannya pada Rika dan berkata


"Apa kamu menyukai ini sayang".


Rika hanya mengangguk karena tidak sanggup lagi berkata-kata

__ADS_1


"Apa boleh mas memakaikannya sekarang".


Rika pun mengangguk lagi tanda setuju.


Fahmi memasangkan kalung tersebut di leher Rika, setelah memasangkannya Fahmi kembali menghadap Rika untuk melihat penampilan Rika setelah memakai kalung pemberiannya.


"Kamu semakin terlihat cantik sayang" ucap Fahmi dan tanpa aba-aba Rika memeluk Fahmi dan berkata sambil menangis "Terimakasih aku sangat senang mas".


"Jangan menangis nanti riasan wajahmu luntur"


"Aku tidak peduli pokonya aku ingin nangis karena bahagia"


"ya sudah menangislah tapi jangan lama-lama karena mas sudah tidak tahan lagi sayang".


Setelah Rika tidak lagi menangis Fahmi berkata " apa boleh mas menarik tali ini?".


"Baiklah" merekapun berjalan sambil berpelukan karena permintaan Rika.


"Pantas saja harganya mahal ternyata tahan air".


"Sudah belum mas sudah tidak tahan lagi".


"sabar sayang ini tinggal menyimpan cerminnya".


"Sudah?" tanya Fahmi

__ADS_1


"Sudah mas"


"Apa boleh mas mulai menariknya"


"Iya suami ku sayang" ucap Rika lembut sambil mengelus punggung Fahmi dan menggigit daun telinga Fahmi


"Sayang kamu nakal"


" biyarin sama suami sendiri ini".


Fahmi pun menarik tali yang menjadi tumpuan gaun Rika, dan setelah di tarik gaun yang di gunakan Rika jatuh kebawah dengan sedirinya karena Fahmi sedikit melonggarkan pelukannya lalu melepaskan pelukannya.


Fahmi menelan ludahnya saat melihat Rika"Sayang kamu sudah mempersiapkannya".


Rika mengangguk dan Fahmi langsung menggendong Rika yang tanpa sehelai benang ke atas tempat tidur lalu Rika berkata.


"Apa mas tidak akan melepas pakayan mas"


Fahmi melihat dirinya dan segera melepaskannya lalu melemparnya ke sembarang arah.


*


Pagi sudah datang Rika kini sudah terbangun dan sedang membantu bi Inah mempersiapkan sarapan untuk suami dan kedua mertuanya.


Walau semalam dia sangat kelelahan karena Fahmi terus memintanya sampai 3x tapi dia tetap bisa bangun pagi karena tidak mau di pecat dari pekerjaannya.

__ADS_1


"Sudah selesai tinggal membangunkan pak suami". ucap Rika sambil melangkah menuju kamar mereka yang berada di lantai atas.


__ADS_2