Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Bertemu dengan setatus yang baru


__ADS_3

"Sayang" ucap Fahmi dengan suara yang lembut


"iya ada apa". jawab Rika.


"Apa aku boleh memeluk mu".


Rika berpikir lalu dia memperbolehkan nya.


namun tiba-tiba saja Fahmi teringat kejadian yang menimpa Dian, dan dia tidak mau hal yang sama terjadi pada Rika.


Rika melihat Fahmi dan berkata dalam hatinya, "Bukannya dia ingin memeluk ku tapi kenapa mobilnya masih berjalan", Rika pun melihat senyuman di wajah Fahmi.


Deg..


"Apa dia hanya bercanda, oh ya ampun". Rika langsung mengalihkan pandangannya ke jendela,


"Kenapa aku tidak sadar jika dia hanya bercanda, mau ku taruh di mana muka ku ini".


Fahmi tersenyum karena Fahmi akan bilang jika dia hanya bercanda, tapi melihat Rika yang seperti itu Fahmi pun berkata.


"Aku tidak bercanda sayang aku memang ingin memeluk mu tapi karena aku takut sampai berbuat lebih jadi aku urungkan niatku itu".


Setelah mendengar ucapan Fahmi Rika merasa bahagia entahlah, dia merasa jika Fahmi menjaganya dari nafsu yang bisa saja tidak terkendali.

__ADS_1


"Terimakasih", ucap Rika.


"Untuk apa?", tanya Fahmi.


"Karena sudah menjaga ku selama ini dari nafsu mu".


Fahmi tersenyum dan berkata, "sayang kamu tau sangat sulit bagi ku, menguasai nafsu ku apalagi saat kamu menggoda ku dengan sengaja atau tidak".


"Aku tau, itulah kenapa aku selalu menggoda mu, karena aku ingin menyiksa mu dengan itu".


Merekapun terdiam, sampai Fahmi berkata "Kita sudah sampai sayang, apa kamu masih betah berdekatan dengan ku" ucap Fahmi.


Rika yang tersadar langsung melihat sekelilingnya dan langsung turun, begitu pun Fahmi.


"Sayang biar aku saja yang bawa".


Ibu Mila yang sudah terbiasa mendengar Fahmi memangil Rika dengan kata sayang biasa saja beda dengan orang yang berada di dekat bu Mila dia merasa hati nya sedikit tidak rela jika Fahmi memanggil Rika dengan kata sayang. Tapi dia bersikap biasa saja saat mereka mulai mendekat.


"Dian kenapa kamu di dini dan di mana ka Angga?".


"kamu kalau nanya satu-satu bisa kan !". "Aku kesini karena ingin menyambut mu, dan mas Angga sedang memeriksa rumah kami yang hampir jadi".


Rika bergeser untuk mencium tangan ibunya, dan itu membuat Dian melihat Fahmi, dan Fahmi pun melihat Dian.

__ADS_1


Ini pertama kalinya mereka bertemu setelah kejadian waktu itu.


Mereka terdiam sesaat sampai Fahmi bertanya Tentang kabar Dian, dan kecanggungan itu sirna begitu saja saat Dian menjawab pertanyaan Fahmi.


Dan setelah itu mereka memastikan jika sudah tidak ada rasa yang tertinggal, walau kenangan tidak mungkin terlupakan tapi biarlah kenangan menjadi sebuah kenangan.


Ibu menyuruh mereka masuk, dan mereka pun masuk.


"Sayang ini mau di simpan di mana?".


"Sudah simpan di sana saja".


"Baiklah", Fahmi yang melihat bu Mila ke dapur langsung menyusulnya tanpa meminta ijin pada Rika.


"ka, kenapa dia tidak ijin dulu sama kamu kalau dia ingin ke sana".


"Dia sudah terbiasa seperti itu menganggap Rumah ku seperti Rumahnya, sejak aku tinggal di rumahnya".


"Oh terus kapan kamu jadian sama dia?".


"kami tidak pacaran atau terikat sebuah hubungan".


"Lantas kenapa dia memanggil mu sayang?".

__ADS_1


"Itu keinginannya sendiri, aku sudah melarangnya tapi dia kekeh ingin memanggil ku seperti itu".


__ADS_2