
Setelah Rika mengantar bu Siti dan pak Romli melihat bayi Dian, mereka kembali ke ruangan Dian.
Ayah dan bunda Angga pamit untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan cucu mereka.
Lalu Rika dan bu mila juga pamit.
"Dian aku pamit pulang, bukan aku tidak ingin menemani mu tapi besok aku harus bekerja menggantikan suami mu itu menghadiri sebuah pertemuan". ucap Rika
"iya aku mengerti ka, terimakasih karena mau membantu mas Angga". ucap Dian.
"Sebenarnya tadi aku menolaknya Dian, tapi karena dia bos ku jadi apalah daya ku yang cuman seorang bawahan". ucap Rika lesu.
Angga yang mendengar ucapan Rika berkata " Yang ikhlas kalau nolong orang".
"Gimana mau ikhlas ancamannya potong gajih" ucap Rika melihat Angga.
" Mas ko gitu dia adik mu, masa kamu tega memotong gajihnya". ucap Dian membela Rika.
Rika tersenyum karena Dian membelanya.
" kalau begitu aku pamit, kak jaga Dian dengan baik!".ucap Rika
" Tidak kamu suruh pun aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga".
__ADS_1
"Lebai.. Assalamu'alaikum". ucap Rika.
Dian, Angga dan orangtua Dian menjawab salam Rika.
Setelah melihat Rika pergi Dian melihat kedua orangtuanya, Dian memikirkan mau di mana mereka tidur, Dian merasa kasihan jika mereka tidur di atas kursi, namun setelah lama berpikir Dian teringat dengan rumah kosnya dan Dianpun bertanya pada orangtuanya.
"Bu, pak apa kalian mau menginap di rumah kos kami?". tanya Dian
"Tidak perlu nak kami bisa tidur di atas kursi" jawab bapa.
lalu Angga ikut berbicara " Iya benar pak bu sebaiknya kalian menginap di sana saja kalian tidak perlu sungkan karena Rumah itu milik Dian".
Dian yang mendengar ucapan Angga membenarkan ucapan Angga "Mungkin maksud mas rumah kita".
"Kenapa seperti itu mas?".
"tidak apa-apa sayang cuman mas ingin menghadiahkan rumah itu untuk mu saja".
"Mas terima kasih" ucap Dian.
Dian pun melihat orangtuanya dan berkata "Pak,bu sebaiknya kalian menginap di sana saja, tidak ada penolakan, kalian ke sana di antar supir".
"Tunggu mungkin Rika masih belum jauh" ucap Angga dan langsung menelpon Rika.
__ADS_1
"halo, Ka kamu sudah jauh belum?" tanya Angga langsung.
karena Rika sedang menyetir jadi ibu Mila yang mengangkatnya dan dia berkata " belum terlalu jauh nak memangnya kenapa?" tanya bu Mila.
"Bisa tidak kalian kembali ke rumah sakit untuk membawa mertua ku ke Rumah kos kami!". ucap Angga
Bu Mila bertanya dulu pada Rika apa dia mau kembali ke rumah sakit atau tidak.
"Bisa kak" ucap Rika berteriak di dalam mobil.
Tidak butuh waktu yang lama Rika sudah berada di halaman rumah sakit, Rika yang melihat orangtua Dian langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri mereka.
"Ayo bu pak" ajak Rika. mereka berjalan menuju mobil Rika, setelah mereka masuk dan Rika menjalankan mobilnya Ibu Siti bertanya.
" Ka apa ini mobil mu?".
"Iya bu, bagus bukan ini hasil kerjaku jadi babunya ka Angga". ucap Dian bercanda.
"hus kalo ngomong suka sembarangan" ucap Bu Mila, lalu Bu Mila membenarkan perkataan Rika " ini hasil kerja dia jadi sekertaris Angga bu".
"Oh, pantas saja penampilan kamu sekarang berbeda ka ternyata sudah naik pangkat, tadinya buruh pabrik eh sekarang jadi sekertaris"
Rika hanya tersenyum menanggapi ucapan Bu Siti
__ADS_1