
Dian dan Anggapun pamit untuk pulang ke kosannya, selama dalam perjalanan Dian tertidur karena merasa lelah. Tujuan pertama mereka adalah Rumah Rika, karena rumah Rika berada sebelum kosan Angga jika di lihat dari arah rumah orangtua Angga.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di rumah Rika, mereka turun dari mobil dan menurunkan sayuran yang di berikan oleh bunda.
Bi Mila datang menghampiri mereka, Angga dan Dian yang melihatnya langsung memberi salam dan mencium tangan bi Mila.
Bi Milapun berkata "kenapa baru sampai, bukankah kalian harus sudah sampai setengah jam yang lalu?".
"Biasa bi, macet" ucap Angga.
"Oh, ini kenapa sayurannya banyak sekali?". Tanya bu mila.
"Tidak tau bi, kami hanya membawamya saja tanpa bertanya terlebih dahulu".
"Yasudah, sini bibi bantu membawanya!".
"Tidak perlu bi, aku masih bisa membawa semuanya" ucap Angga.
"Baiklah jika kamu bisa, Dian ayo masuk dulu pasti kamu cape".
"Iya bi". Mereka masuk untuk menghilangkan lelah sejenak dan untuk melaksanakan sholat magrib di sana.
setelah dirasa cukup merekapun pamit untuk pulang, setelah 30 menit mereka sampai di kosan,
__ADS_1
mereka langsung menurunkan barang bawaan mereka.
mang Diman yang sudah menghampiri mereka langsung membantu membawa barang-barang mereka, ke dapur, ke kamar Angga dan membawa sayuran yang di berikan bunda Angga untuknya, sementara Dian hanya membawa sayuran yang dia butuhkan.
Dian dan Angga masuk ke dapur umum yang tidak pernah terpakai itu, menata semua barang bawaannya. setelah selesai Dian ingin ke kamarnya, namun saat Dian akan naik ke lantai atas Angga memanggilnya.
"Sayang kamu mau kemana?".
"Mau ke kamar". ucap Dian.
"sayang kamar kita sekarang di sini".
Dian bingung karena dia tidak tau jika kamarnya sudah di pindahkan.
" Kenapa pindah tentunya agar kita bisa lebih dekat dengan dapur, jadi jika kamu selesai memasak tidak perlu membawa nya ke kamar, kita bisa langsung makannya di sini karena jaraknya dekat, kemarin mas menyuruh mang Diman memindahkan barang-barang kita ke kamar ini.
Mereka masuk kedalam dan benar saja semua barang barangnya sudah di pindahkan ke sana.
"Terimakasih mas, kamu memang mengerti aku". ucap Dian sambil memeluk Angga.
"Sama-sama sayang", lalu Angga berkata lagi "untung aku cape" tapi ucapan Angga sangat pelan hingga Dian yang masihvmemeluknya saja tidak bisa mendengarnya.
*
__ADS_1
Sementara di kediaman Fahmi Rika yang sedang memakai gaun merasa kurang percaya diri karena gaun tersebut tidak memiliki bagian belakang.
"Ini tuh cantik, mahal tapi aku tidak nyaman memakainya, sebaiknya aku menggantinya saja"
Rika menggantinya lalu keluar, Rika sudah sampai di dekat Fahmi "Ayo" ajak Rika pada Fahmi.
"hey kenapa kamu tidak memakai gaun yang satunya lagi".
"maaf sepertinya gaunnya tidak pantas aku pakai".
"kenapa bukankah gaun itu sangat cantik, apa lagi jika di pakai oleh mu".
Rika tersipu mendengar pujian Fahmi.
"Terimakasih pujiannya, gaunnya cantik dan juga pas jika di pakai oleh ku tapi bagian belakangnya membuat ku kurang nyaman".
"Oh, tapi bolehkah aku melihat mu memakainya sebentar saja sambil kita menunggu mamah siap".
"Baiklah, tapi hanya sebentar".
"Iya".
"Sebaiknya kau menunggu di depan kamar ku saja".
__ADS_1
Fahmi menyetujuinya dan mereka naik kembali ke lantai 2, dan Rika masuk ke ke kamarnya, sementara Fahmi menunggu di luar.