
Fahmi kembali ke kamarnya dengan terus tersenyum karena terus mengingat kedua orang tuanya yang masih bersikap seolah-olah mereka masih muda.
Fahmi naik ke atas kasur dan menyuruh Rika untuk mendekat, "Sayang bukankah kamu ingin tidur sambil aku peluk?".
Rika membuka matanya dan berkata "iya mas" lalu dia menggeser tubuhnya mendekati suaminya.
Rika menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum dan dia bertanya " mas kenapa terus tersenyum?".
"Tidak apa-apa sayang, tidurlah kembali" ucap Fahmi sambil mengelus punggung Rika.
"Mas apa mas tidak mau membagi kebahagian mas pada ku" ucap Rika cemberut.
"Bukan begitu sayang" ucap Fahmi sambil melihat istrinya dan diapun mengatakan apa yang tadi dia lihat karena melihat istrinya yang cemberut.
"apa benar begitu mas?".
"Iya sayang, cepat tidur".
"Ih mas ini dari tadi menyuruh ku tidur terus" ucap Rika kesal.
"Bukan apa-apa sayang jika kamu terus seperti ini mas takut sesuatu yang masih tertidur akan bangun karena posisi kita seperti ini, dan kamu tau keadaan mas bukan?".
"Tapi aku belum ingin tidur lagi, dan aku tidak tau keadaan mas sekarang seperti apa?".
__ADS_1
"Kamu pura-pura tidak tau atau beneran tidak tau?".
"Aku beneran tidak tau mas, karena mas tidak pernah memberitahunya".
Lalu Fahmi memberitahukan nya pada Rika dia berkata "keadaan mas saat ini sangat mudah on karena masih baru merasakannya jadi kamu jangan terlalu banyak bergerak".
"Baiklah, maaf aku tidak tau".
"Iya tidak apa-apa".
Rika pun tertidur di pelukan Fahmi dan Fahmi juga ikut tertidur.
Mamah Sintia membangunkan Fahmi saat adzan magrib berkumandang, dan Fahmi melepaskan pelukan Rika secara perlahan agar Rika tidak terbangun.
Tiba saatnya makan malam, Fahmi membangunkan Rika untuk makan malam, Rika terbangun karena Fahmi mengecup keningnya dan Rika berkata "ada apa mas?"
"Oh iya baiklah tapi aku ingin ke kamar mandi dulu mas".
"Ayo mas bantu"
"Tidak perlu mas aku bisa sendiri"
Tapi Fahmi tidak membiarkan Rika pergi ke kamar mandi begitu saja dia langsung menggendong Rika menuju kamar mandi.
__ADS_1
Rika yang di perlakukan sepertu itu merasa bahagia dan berkata "Terimakasih mas entah dengan apa aku harus membalas mu"
"Sama-sama sayang tidak perlu di balas karena aku ikhlas melakukannya karena aku menyayangi dan mencintai mu".
Rika terharu mendengar ucapan suaminya dia tidak menyangka orang yang dulu dia benci sekarang menjadi orang yang paling dia sayangi.
Setelah selesai Fahmi membawanya lagi tapi dia menurukan Rika dia atas sopa kamarnya sesuai permintaan Rika.
Saat mereka akan makan tiba-tiba saja ponsel Rika berbunyi menandakan ada panggilan suara masuk.
Fahmi mengambil ponsel Rika dan memberi tahu Rika jika yang menelpon adalah Dian.
Fahmi memberikan ponsel yang di ambilnya pada Rika, dan Rika mengangkat telepon dari Dian.
"Halo Dian ada apa?" tanya Rika
"Ka apa benar kamu sakit, tadi mas Angga memberi tahu ku tapi aku baru bisa menghubungi mu sekarang karena anak ku dari tadi terus menangis ".
"Iya aku memang sedang sakit tapi sudah baikan karena di rawat pak suami yang sangat baik" ucap Rika sambil melihat Fahmi dan tersenyum.
"Cie yang sudah punya pak suami".
Rika tersipu karena ucapan Dian.
__ADS_1
"halo ka kamu kemana?". tanya Dian karena Rika tidak menjawab perkataannya.
Sementara Rika yang berada di sebrang telepon sedang menikmati ciu..man mendadak dari sang suami karena gemas melihat Rika yang tersipu.