
Mereka pamit pada bu Mila juga Noval.
" Bu Rika pamit jaga kesehatan ibu jangan terlalu cape jika ada apa-apa hubungi Rika "
"Iya sayang, dan kamu harus jadi istri dan menantu yang baik".
" iya bu"
"Noval mba titip ibu jika ada apa-apa telepon mba atau mas Fahmi".
"Iya mba semoga betah di sana".
"Bu saya pamit maaf karena Fahmi menjauhkan ibu dengan Rika".
"Tidak apa-apa nak" ucap ibu berbohong.
"Noval mas pamit, jaga ibu baik-baik".
"iya mas".
Setelah berpamitan Fahmi dan Rika pun pergi meninggalkan rumah bu Mila.
Entah kenapa Rika meras ada sesuatu yang membuat sesak dadanya saat tadi dia meninggalkan halaman Rumah ibunya.
Rika memukul dadanya berulang kali agar rasa sesak itu hilang dan itu di lihat oleh Fahmi.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Fahmi setelah dia menghentikan mobilnya karena merasa khawatir saat melihat Rika memukul dadanya terus menerus.
"Aku tidak apa-apa mas hanya saja dada ku terasa sesak"
Fahmi yang mengerti langsung memeluk Rika dan dia berkata " Jangan di pukul-pukul sayang itu tidak akan membuatnya hilang" ucap Fahmi sambil mengelus punggung Rika dan dia berkata lagi
__ADS_1
"Sekarang menangislah agar rasa sesak itu hilang terbawa oleh air mata mu".
Rika pun menangis dalam pelukan Fahmi sangat lama sampai Fahmi merasa pegal.
Setelah merasa lebih baik Rika berkata "Apa setiap wanita merasakan hal yang sama dengan ku mas atau aku yang terlau cengeng".
"Mas juga tidak tau sayang" ucap Fahmi lalu memasukan tangannya kedalam baju Rika.
"Mas mau ngapain, aku lagi sedih juga". ucap Rika sambil melepaskan pelukannya
Fahmi tersenyum dan berkata "habis kamu lama nangisnya mas kan pegel meluk kamu dalam posisi kaya gini".
"Maaf" ucap Rika merasa bersalah pada suaminya.
"Tumben sayang kamu tidak marah"
"Kenapa aku harus marah memangnya mas salah apa?".
"Mas ini ada-ada saja aku tidak punya hak untuk marah pada mas jika mas melakukan hal seperti itu".
"Wah jadi setiap mas melakukan hal-hal seperti itu kamu tidak akan marah".
"Tidak mas".
Lalu Fahmi menyuruh Rika mendekat dan Rika menurutinya, setelah Rika mendekat Fahmi melakukan sesuatu yang membuat Rika kaget dan replek memundurkan tubuhnya.
"Katanya tidak akan marah kok sekarang kamu cemberut".
"Aku tidak marah tapi kesal" ucap Rika
"Itu sama saja sayang, kamu sangat lucu sayang jika seperti ini" ucap Fahmi sambil mencubit pipi Rika karena gemas.
__ADS_1
"Sudah jangan cemberut terus" ucap Fahmi sambil menjalankan mobilnya lagi.
Mereka sampai di rumah orangtua Fahmi saat adzan magrib berkumandang.
"Assalamu'alaikum" ucap Fahmi dan Rika saat membuka pintu.
"Wa'alaikummussalam nak, akhirnya kalian sampai juga".
"Iya mah" ucap Rika.
"ayo masuk" ucap mamah Sintia.
"Mas aku pengen ke kamar mandi" ucap Rika berbisik.
"Sayang kenapa kamu seperti orang yang baru pertama kali masuk ke rumah ini saja".
"is mas ini dulu kan aku kesini sebagai pembantu beda dengan sekarang".
"Ada apa? kenapa kalian berbisik seperti itu" tanya mamah Sintia
"Ini mah Rika pengen ke kamar mandi".
"mamah kira ada apa, ya sudah sana kamu masih ingat tempatnya di mana bukan".
"Masih tan eh mah".
Setelah Rika pergi Fahmi pun pamit pada manahnya untuk menyimpan barang-barang Rika ke kamar mereka.
Rika keluar kamar mandi dan berjalan menuju Ruang tamu, setelah sampai di sana Rika tidak melihat siapapun " mungkin mereka sedang melaksanakan shalat magrib".
Rika pergi ke lantai atas untuk menemui Fahmi karena dia yakin jika suaminya itu berada di sana.
__ADS_1
Rika sampai di depan pintu kamar Fahmi dan dia sudah memegang gagang pintu dan siap untuk membuka pintu.