Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Merasa kecil


__ADS_3

Dian yang melihat orangtuanya tersenyum karena merasa jika wajah mereka saat ini sangat lucu.


Angga yang melihatnya berkata "Sayang kamu ini jangan seperti itu".


Dian yang mengerti ucapan Angga langsung berkata " habis mereka lucu mas" ucap Dian pelan.


"Kamu juga sama seperti mereka saat mas membawa mu kemari malah kamu lebih parah dari mereka karena mas langsung memberi tahu jika ini rumah orangtua mas".


Orangtua Dian dan Deri kaget mendengar Angga mengakatakan jika ini rumah orangtuanya. "Apa ibu tidak salah dengar nak". tanya ibu Siti.


"Ibu tidak salah dengar ini memang rumah orangtua saya" Anggapun mengajak mereka turun dan langsung mengajak mereka masuk.


Setelah mereka berada di depan pintu ibu merasa sungkan untuk masuk, karena Ibu merasa tidak pantas masuk ke rumah tersebut begitu juga dengan pak Romli


Dian yang melihat orangtuanya langsung berkata "Tidak apa-apa bu pak, ayo masuk dan pintupun terbuka dari dalam.


seorang pelayan menyambut mereka, dan mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


Ibu dan bapa melangkah dengan gemetar karena merasa sangat kecil saat masuk rumah tersebut.


Angga yang melihatnya berkata "Bu pak tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri, dan silahkan duduk terlebih dahulu, saya kebelakang sebentar".


"Terimakasih nak Angga" ucap pak Romli.


Setelah Angga pergi ibu bertanya pada Dian sebenarnya Angga siapa, Dianpun menjawabnya


"Angga bukan siapa-siapa bu, dia cuman seorang anak pengusaha tempat makan bu".


"Tempat makan apa sampai rumahnya sebesar ini". ucap bapa.


"mungkin karena banyak cabangnya teh jadi mereka bisa seperti ini". ucap Deri yang ikut bicara.


" mungkin saja" jawab Rika.


Tidak berselang lama Angga dan kedua orangtuanya datang menghampiri mereka, Dian, Deri dan kedua orangtua dian langsung berdiri saat melihat mereka, Dian langsung mencium tangan mertuanya, Deri juga melakukan hal yang sama, sementara ibu dan bpa hanya bersalaman biasa.

__ADS_1


"Silahkan duduk kembali" ucap bunda


Merekapun duduk kembali, karena orangtua Angga bersikap sangat ramah pada mereka jadi orangtua Dian yang tadinya merasa sangat kecil sekarang merasa biasa saja karena sikap orangtua Angga.


Mereka bercerita banyak hal sampai waktu menunjukan pukul 01 siang, keluarga Dian meminta ijin untuk melaksanakan sholat duhur di rumah orangtua Angga.


Mereka di antar pelayan menuju mushola, sambil berjalan keluarga Dian tidak henti-hentinya mengagumi rumah orangtua Angga.


"Bu, pa, rasanya seperti mimpi kita bisa menginjakkan kaki kita di rumah semewah ini" ucap Deri


"Iya nak rasanya seperti mimpi, bapa punya besan sekaya ini". ucap Bapa.


"Pak sebaiknya setelah kita selesai sholat kita langsung pamit saja, ibu merasa tidak nyaman jika terus di disini walau mereka sangat baik tapi tetap saja ibu merasa tidak nyaman karena setatus kita yang berbeda".


Mereka pun sampai di mushola rumah Angga, mereka mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, setelah selesai mereka kembali keruangan utama, mereka menunggu Anga Dian dan orangtua Angga datang untuk berpamitan.


Angga datang bersama Dian dan langsung duduk, setelah melihat Angga duduk bapa berbicara jika mereka akan segera pulang.

__ADS_1


Tadinya Angga melarang mereka pulang tapi karena alasan yang bapa buat masuk akal jadi Angga mengijinkannya.


"Pak bu jika bapa dan ibu ingin pulang sekarang Angga tidak bisa mengantar kalian karena ada yang harus Angga kerjakan, tapi ibu dan bapa tenang saja Angga akan menyuruh supir untuk mengantar kalian.


__ADS_2