
Sementara Fahmi di temani Angga bersiap.
"Fahmi sebaiknya kamu pakai ini saja, ini masih baru belum ku pakai". ucap Angga
Fahmi mengambilnya dan berkata "Terimakasih".
"Sama-Sama" ucap Angga.
"Aku tidak menyangka jika kami akan menikah seperti ini, apa kata orangtua ku nanti dan aku takut jika ibu ku marah pada ku dan memperburuk kesehatannya apalagi dia sekarang sedang Di rumah sakit".
Lalu Fahmi berkata lagi " akan seperti apa rumah tangga kami jika cara menikah kami saja seperti ini".
"Tenanglah Rumah tanggamu nanti akan baik-baik saja" ucap Angga menenangkan Fahmi
"Semoga saja" ucap Fahmi lesu karena dia terus terbayang wajah Rika yang menangis karena tidak mau menikah dengannya".
"Cepat lah bersiap sebelum penghulu datang". ucap Angga lalu dia keluar untuk melihat apa semua persiapan sudah selesai atau belum.
Paman Rika dari pihak ayahnya baru datang lalu menghampiri Angga yang sedang membantu mempersiapkan acara pernikahan.
__ADS_1
"Angga ada apa ini" tanya paman Rika
"Eh paman sudah datang mari duduk dulu" ucap Angga.
Merekapun duduk lalu Angga menceritakan semuanya karena dia juga tidak mau jika Rika di cap sebagai seorang penzinah.
Tidak berselang lama keluarga Fahmi datang dengan dua mobil,
mobil yang pertama membawa tante Sintia berserta suami dan mobil kedua membawa kakaknya Fahmi beserta istri dan anak mereka karena kebetulan mereka sedang menjenguk tante Sintia yang sakit.
Mereka datang karena semalam Angga langsung menelpon orangtua Fahmi setelah pak Rt mau membantunya dan Angga juga menyuruh para koki di Lestorannya untuk bekerja lembur.
Pak Penghulu sudah datang bersama tokoh Agama di kampung Rika, mereka langsung di arahkan ke dalam rumah.
Angga melihat semua orang yang telah dia undang sudah hadir tinggal memanggil Fahmi, dia berjalan menuju kamar yang di pakai Fahmi
Tok tok tok" Fahmi cepat keluar semuanya sudah siap".
Fahmi membuka pintu kamar yang di tempatinya dan keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
Angga yang melihat raut wajah Fahmi yang murung berkata "tersenyumlah ini hari pernikahan mu".
Fahmi menuruti Angga untuk tersenyum " nah jika seperti ini kamu terlihat gagah, ayo" ajak Angga pada Fahmi yang masih diam tidak bergerak dan tidak berkata-kata.
Fahmi berjalan mengikuti Angga dan dia kaget melihat semua orang yang sedang duduk di lantai beralaskan karpet, dan tiba-tiba saja dia berpikir jika semua ini sudah di rencanakan oleh seseorang dan dia langsung melihat Angga.
Angga yang tau jika Fahmi sudah menyadari semua rencananya tersenyum lalu menangkupkkan kedua tangannya.
Setelah menyadari semuanya adalah rencana Angga entah mengapa semua beban dan pikiran buruknya pergi entah kemana, dan dia pun duduk dengan wajah tegang khas seorang laki-laki yang akan melaksanakan ijab qabul.
Karena pernikahannya mendadak jadi Pak penghulu menanyakan berapa mahar yang akan di berikan.
Tante Sintia memberikan satu set perhiasan pada Fahmi tapi Fahmi menolaknya karena dia mempunyai sebuah cincin berlian yang di simpan di dalam mobilnya, dia membelinya saat pergi kesebuah pusat perbelanjaan.
Saat Fahmi melihat cincin tersebut dia mengingat Rika dan membayangkan betapa indahnya cincin tersebut jika melingkar di jari Rika.
"Baiklah jadi maharnya adalah satu buah cincin berlian" ucap pak penghulu
"Iya pak, ucap Fahmi.
__ADS_1