Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Tamat


__ADS_3

Setahun sudah Rika dan Fahmi menjadi sepasang suami istri, dan selama setahun ini Rika masih bekerja di perusahaan Angga.


Hari ini adalah hari ulangtahun Riski yang pertama anak dari Dian dan Angga, dan Rika baru membeli kado untuk Riski saat berangkat menuju rumah Riski.


"Mas kita mampir di toko mainan dulu aku lupa membeli kado" ucap Rika tersenyum


"Kenapa kamu sampai lupa sayang".


"Maaf karena kesibukan ku aku jadi melupakannya".


"Makanya kamu berhenti saja menjadi sekertaris Angga, biar kamu tidak cape dan kita bisa segera mendapatkan seorang anak".


"Iya mas, kan sudah berapa kali aku bilang jika sudah waktunya aku akan berhenti".


"Tapi itu kapan sayang".


"Mungkin besok aku sudah berhenti mas".


"mas tidak percaya jika besok kamu akan berhenti bekerja".


"Eh di bilangin tidak percaya"


"coba jelaskan pada mas alasan kamu berhenti bekerja".


"Alasannya karena sudah waktunya aku berhenti, dan mas juga tau akhir-akhir ini aku sering mudah merasa lelah".


"Apa kamu yakin".


"Yakin mas, masa iya surat pengunduran diri yang sudah ku berikan pada ka Angga aku ambil lagi".


"Apa mas tidak salah dengar sayang?"


"mas tidak salah dengar aku memang sudah mengundurkan diri, dan sekertaris pengganti aku juga sudah ada" ucap Rika menyakinkan Fahmi.


Mobil yang di kendarai Fahmi berhenti di sebuah Toko mainan, Rika pun langsung turun dan masuk kedalam toko tersebut, setelah mendapatkan mainan yang cocok untuk Riski Rika pun membayarnya.


Rika telah masuk kembali ke dalam mobil Fahmi dengan membawa sebuah kado, Fahmi yang penasaran dengan isi kado tersebut bertanya pada Rika " Sayang kamu membeli kado apa?".


"Rahasia, siapa suruh kamu tidak mau menemani ku membelinya". namun setelah mengatakan hal tersebut Rika memberikan setruk tanda pembelian kado tersebut.


Fahmi tersenyum karena sikap Rika, dan dia menjalankan mobilnya kembali.


Mereka sampai di rumah keluarga Angga, lalu mereka menghampiri Riski yang di gendong Angga mereka mengucapkan salam dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Riski.

__ADS_1


Setelah itu Rika dan Fahmi menghampiri Dian dan anggota keluarga Angga yang lainnya, setelah itu mereka menyalami mereka satu persatu sampai terakhir Rika dan Fahmi menyalami Dian.


Fahmi langsung pergi menemui Angga dan Rika tetap bersama Dian.


"tidak terasa ya Di anak mu sudah satu tahun saja" ucap Rika sambil melihat Riski yang di gendong Angga, lalu Rika mengusap perutnya.


"Iya kamu benar rasanya baru kemarin aku melahirkannya eh sekarang dia sudah berumur satu tahun saja" lalu Dian melihat Rika dan berkata lagi "semoga kamu juga secepatnya mendapatkan keturunan".


"Aamiin, terimakasih atas doanya". ucap Rika yang juga menatap Dian


Angga memanggil Dian dan Rika karena acara akan segera di mulai, karena semua tamu undangan telah hadir.


"Ayo ka acaranya mau di mulai" ajak Dian pada Rika,


Rika menganggukkan kepalanya dan mereka menghampiri Riski yang sedang di gendong Angga.


Acara ulang tahun Riski berjalan dengan sangat meriah, ada banyak kado yang dia dapat, semua tamu undangan meninggalkan acara ulang tahun Riski, kecuali Fahmi dan Dian, mereka tidak langsung pulang karena mereka akan menginap di rumah keluarga Angga.


Setelah semua di bereskan Rika membantu Dian untuk membuka satu persatu kado yang di terima Riski ada banyak kado yang Riski dapat tapi dia lebih menyukai kado dari Rika, yaitu sebuah mobil yang bisa di naiki.


Mereka terus membuka kado Riski tanpa Dian sadari jika dia tiba-tiba kedatangan tamu bulanannya dan itu di sadari Angga suaminya lalu Angga berbisik pada Dian


"Sayang apa kamu sedang datang bulan?" tanya Angga


"Soalnya pakayan mu sedikit basah di area pantat".


Dian kaget dan langsung meraba daerah yang di tunjuk Angga dan benar saja di sana sedikit basah, Rika yang melihatnya berkata.


"Dian kamu sedang datang bulan" tanya Rika


"Sepertinya begitu". ucap Dian sambil berdiri


Namun sebelum Dian pergi Rika berkata " sepertinya datang nya tiba-tiba, sedang kan aku malah sudah Tiga bulan tidak mendapatkannya".


sontak saja ucapan Rika membuat Dian, Bunda dan bu Mila kaget dan melihat Rika seperti menuntut sebuah penjelasan dari Rika


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu". ucap Rika berpura-pura tidak mengerti tatapan mereka


"Kamu yang kenapa, apa kamu sadar jika yang terjadi pada mu adalah ciri-ciri wanita yang akan mempunyai anak" ucap Dian yang merasa heran dengan sikap Rika yang seolah-olah tidak tau.


Perkataan Dian membuat semua laki-laki melihat Rika tak terkecuali Fahmi.


"Nak apa kamu sudah mengeceknya ?". tanya Ibu Mila

__ADS_1


"Sudah bu dari tiga bulan yang lalu malah". ucap Rika biasa saja.


"Terus apa hasilnya?" tanya bunda


Semua orang menantikan jawaban Rika dengan harap harap cemas, sementara Rika diam karena merasa senang melihat mereka yang penasaran.


"ayolah Rika jangan diam seperti itu, kamu membuat kami penasaran saja" ucap Dian


"Tunggu" ucap Angga "Jangan-jangan kamu mengundurkan diri karena kamu hamil ka".


semua orang berganti menatap Angga karena mereka menuntut penjelasan dari Angga atas ucapannya.


"Iya seminggu yang lalu dia mengajukan surat pengunduran diri, nah karena belum ada penggantinya jadi aku baru menerima suratnya pengunduran dirinya kemarin setelah aku mendapatkan penggantinya.


Merekapun beralih menatap Rika lagi menunggu jawaban Rika.


"Alhamdulillah hasilnya positif dan usia kehamilan ku sudah menginjak 13 minggu" ucap Rika menjawab rasa penasaran semua orang.


Fahmi yang mendengar ucapan Rika langsung memeluknya dan berkata.


"Kenapa kamu baru memberi tahu kami sekarang sayang?".


Rika tersenyum dan berkata "karena aku masih ingin bekerja, tadinya aku berniat untuk terus bekerja sampai suami ku menyadari kehamilan ku, tapi keinginan ku tidak jadi ku laksanakan karena kondisi tubuh ku tidak mengijinkan aku untuk bekerja lagi".


Fahmi melepaskan pelukannya "Jadi semua perubahan yang kamu tunjukan adalah reaksi dari kehamilan mu".


"Iya mas, aku mudah lelah, aku sering makan dengan porsi yang banyak dan yang lainnya itu karena bayi yang aku kandung".


"Aku sangat senang sayang akhirnya kita akan menjadi orangtua, tapi mas juga marah karena kamu merahasiakannya selama ini".


"Jangan marah pada ku mas, tapi salahkan diri mas kenapa tidak peka terhadap semua perubahan ku".


"Maaf karena mas kurang peka".


"Tidak masalah karena ketidak pekaan mas menguntungkan diri ku" ucap Rika tersenyum.


"Terima kasih sayang" ucap Fahmi dan tanpa rasa malu Fahmi mencium perut Rika yang sebenarnya sudah mulai terlihat membuncit namun karena Fahmi pikir itu akibat Rika sering makan dan ngemil.


Fahmi melepaskan ciumannya dan berganti mengusap perut Rika dan dia berkata "Sehat sehat di perut bunda, ayah akan menjaga kalian.


"iya ayah" ucap Rika menyerupai suara seorang bayi.


Mereka semua ikut tertawa, dan merasakan kebahagiaan yang dirasakan Fahmi dan Rika atas kehamilan Rika yang sudah lama mereka nantikan.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2