
"Ibu jangan salah paham, dengan ucapan ku, sampai saat ini aku tidak mencintai Rika, hanya rasa bersalah yang sangat besar yang aku rasakan saat ini, tapi tidak menutup kemungkinan jika suatu saat rasa itu akan ada ".
"Maafkan ibu, tadi sudah salah mengartikan ucapan mu".
"Tidak apa-apa bu".
Merekapun melanjutkan kegiatan mereka.
Sementara Rika tidak berkonsentrasi saat bekerja dia terus memikirkan ibu nya, yang dengan senang hati menerima bantuan Fahmi.
Waktu pulangpun tiba, Rika buru buru pulang karena ingin segera bertemu ibunya, Rika mengendarai motornya dengan kencang sampai dia tidak bisa menghentikan motornya saat ada seorang ibu yang menyebrang.
Jeder... ibu itu tertabrak oleh Rika, Rika turun dari motornya dan langsung menghampiri ibu yang di tabraknya.
Rika kaget melihat orang yang dia tabrak ternyata adalah tante Sintia mamahnya Fahmi.
"kenapa harus tante Sintia, Ya Raab, kenapa aku terus terusan berurusan dengan keluarga mereka" ucap Rika dalam hati.
Rika berteriak meminta tolong untuk membawa tante Sintia ke dalam mobilnya, setelah mamah Sintia masuk kedalam mobilnya, Rika menitipkan motornya pada teman kerjanya yang kebetulan lewat di sana, "tolong kamu antarkan motor ini ke rumah ku".
__ADS_1
"iya kamu tenang saja".
Rika pun pergi membawa tante sintia ke rumah sakit terdekat.
Saat di jalan Rika terus merutuki kecerobohannya.
"Bodoh, bodoh, bodoh" ucap Rika sambil terus memukul setir mobil, "kenapa aku seceroboh ini, dan kenapa tante Sintia tidak bangun bangun juga, tidak ada darah yang terlihat, tapi kenapa dia masih belum sadar".
"Tante bangun, ku mohon bangunlah" ucap Rika sambil menangis karena dia takut terjadi hal yang tidak di inginkan.
Tante Sintia pun tersadar saat mendengar suara tangisan yang sangat menyayat hati. dia melihat ke depan dan berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi,
saat Rika akan melihat kebelakang tante Sintia langsung memejamkan matanya, dia terus mendengarkan ucapan Rika yang terus meminta maaf, dan menyuruhnya bangun.
Tiba tiba saja ide itu keluar, "Dian tidak ada, Rika pun jadi" ucap Sintia dalam hati.
Mereka sampai di rumah sakit, Rika mengikuti perawat yang membawa Sintia, Rika terus berdoa agar Sintia tidak kenapa-kenapa.
Sintia di bawa masuk ke ruang UGD, setelah pintu tertutup Sintia langsung membuka matanya, dan berbicara pada suster dan dokter yang ada di sana.
__ADS_1
Dokter dan suster pun setuju untuk berbohong tentang keadaannya, karena Sintia memberikan alasan yang masuk akal.
Dokter dan Susterpun menghampiri Rika dan berkta "jika salah satu kaki pasien patah tapi tidak parah, masih bisa sembuh dan normal kembali jika perawatannya tepat".
"Syukurlah Dok".
"Tapi maaf nak, saya tidak tau kapan nyonya Sintia akan sadar".
Deg.. "Ya Raab, kumohon cepat sadarkan tante Sitia" ucap Rika dalam hati.
"Dok apa boleh saya melihatnya".
"Boleh, tapi setelah di pindahkan ke ruang rawat", jawab Dokter.
"Iya Dok". jawab Rika.
Rika baru ingat jika dia belum memberi tahu Fahmi, Dia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Fahmi, dia tidak sanggup jika harus berbicara dengan Fahmi.
Rika mengikuti perawat yang membawa tante Sintia, setelah mereka pergi baru Rika masuk meberi salam dan duduk di kursi sebelah tante Sintia dan berkata.
__ADS_1
"Maaf tante Rika tidak sengaja, ku mohon tante cepat sadar" ucap Rika sambil menangis.