Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Membantu Fahmi


__ADS_3

Sementara di kediaman Fahmi Rika sedang membantu bi Inah memasak.


Fahmi masuk ke dapur, tadinya dia ingin minum, tapi karena melihat Rika sedang memasak Fahmi mengurungkan niatnya, Dia malah duduk di meja makan yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat Rika memasak.


Awalnya Rika tidak sadar jika Fahmi sedang memandangnya, tapi saat dia mengambil piring dia tidak sengaja melihat Fahmi sedang memperhatikannya.


Dengan sengaja Rika memgikat rambutnya ke atas agar Fahmi dapat melihat lehernya, karena Rika tau Fahmi sangat menyukai lehernya.


"Biar kamu semakin tersiksa, karena aku tau kamu menyukai leherku oh tidak mungkin semua leher wanita", batin Rika.


Fahmi yang melihat Rika mengikat rambutnya ke atas begitu terpesona melihat leher Rika, darahnya terasa mendidih ingin rasanya dia menyesap leher Rika.


"Apa dia sengaja menggodaku atau apa" batin Fahmi.


tante Sintia yang menyusul Fahmi dengan di bantu suaminya berhenti saat dia melihat Fahmi. sedang melihat Rika dan berkata.


"Kasihan sekali anak kita, mencintai hanya satu pihak, kemarin di tinggal nikah walaupun karena kesalahannya".


"Sabara mah mungkin ini cobaan untuk Fahmi, semoga dengan Rika sering brintraksi dengan Fahmi Rika bisa menyukai Fahmi".


"Sepertinya akan sulit Pah, mengingat jika Rika adalah teman Dian dia pasti tau kekurangan dan kelebihan Fahmi".

__ADS_1


setelah selesai berbicara mereka pun menghampiri Fahmi dan berkata, "Yang sabar sayang mamah akan membantu sebisa mamah".


Fahmi yang mendengar mamahnya berkata seperti itu merasa heran dan berkata, "Maksud mamah apa?".


"Bukan apa-apa sayang, apa kamu sudah mengambil Air minum nya".


Fahmi tersenyum dan berkata "belum mah" dan dia berkata lagi namun dalam hati "belum mah aku malah tertahan disini karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang langka".


"Rika" panggil Sintia


"iya tante ada apa, apa ada yang bisa Rika bantu?".,


"Ada tolong ambilkan minum".


Rikapun berjalan untuk mengambil air, setelah itu dia memberikannya pada Sintia, namun Sintia berkata.


" Bukan untuk tante tapi untuk Fahmi".


"Manja sekali dia mau minum saja harus di ambilkan". ucap Rika dalam hati sambil berjalan menuju Fahmi.


"ini minum mu", ucap Rika ketus dan pelan takut jika tante Sintia mendengarnya.

__ADS_1


"Terimakasih", ucap Fahmi sungkan.


Bi Inah pun sudah menata makanan di meja makan, Rika pun membantu Bi Inah.


Saat sudah selesai di tata Orang tua Fahmi menyuruh Rika untuk duduk bersama mereka, karena melihat Rika seperti akan menyusul bi Inah.


Rika pun duduk di sebelah Fahmi atas permintaan Sintia.


"Ka tolong ambilkan nasi beserta lauknya!",


Rika pun mengambilkan sesuai perintah Sintia, Setelah selesai dia pun hendak memberikannya pada Sintia, namun Sintia berkata "Tolong kamu berikan pada Fahmi".


"Sebenarnya yang sakit itu tante sintia atau Fahmi sih", ucap Rika dalam hati karena sedang tidak ingin berdebat apa pun dengan Fahmi atau Sintia.


Rikapun memberikannya pada Fahmi.


Setelah itu Rika mengambil makanan untuk dia makan sendiri, sementara tante Sintia sudah mengambil makanannya di bantu suaminya.


Setelah mereka selesai makan Sintia berkata pada Rika untuk menemaninya menghadiri sebuah acara malam ini, dan Rika pun menyetujuinya, tapi setelah itu Rika berkata "maaf tante sepertinya Rika tidak bisa ikut",


" Lo kenapa?". tanya Sintia

__ADS_1


"Karena Rika tidak membawa sebuah gaun kesini". Ucap Rika sambil tersenyum.


"Tante kira karena apa, kalau masalah gaun kamu bisa membelinya sekarang, mumpung masih ada waktu".


__ADS_2