
Rika melihat jam di tangannya dan dia berkata, "tan sepertinya aku harus pulang".
"Ini sudah sangat malam Rika apa kamu tidak bisa menginap saja di sini menemani tante" ucap Sintia
"Maaf tante sepertinya untuk malam ini Rika tidak bisa menemani tante tapi mungkin jika besok Rika bisa, tapi semoga besok tante sudah sembuh".
"Aamiin". ucap Sintia
"kalau begitu Rika pamit" ucap Rika sambil mencium tangan Sintia.
namun saat Rika akan keluar ruangan Sintia.
Deg... Rika mematung karena melihat Fahmi masuk dan di berpikir "apa dari tadi dia di sana jika benar berarti dia mendengarkan kami berbicara".
"Eh Rika kapan kamu datang" tanya Fahmi berpura-pura tidak tahu
__ADS_1
"oh syukurlah dia baru datang" ucap Rika dalam hati dan dia berkata pada Fahmi " Dari tadi pak saya di sini hampir satu jam, kalau bapak dari mana?".
"Saya baru kembali dari mushola, Sepertinya kamu mau pulang?". tanya Fahmi
"Iya pak, kalau begitu saya permisi" ucap Rika biasa namun di hatinya dia merutuki sikap Fahmi.
"Apa dia tidak bisa sekedar bebasa- basi pada ku, misalnya ka tunggu biar aku mengantar mu karena ini sudah sangat malam, benar kata tante Sintia dia sudah menjadi es" ucap Rika sambil berjalan menyusuri lorong Rumah sakit.
*
Sementara di dalam salah satu ruangan rumah sakit Sintia sedang memarahi Fahmi.
Fahmi tidak menjawab perkataan mamahnya, tapi sekarang dia merutuki sikapnya barusan karena membiarkan Rika pulang sendirian di tengah malam dan jarak rumah Rika dan Rumah sakit sangat jauh.
"Mam aku pergi dulu" ucap Fahmi lalu melangkah dengan sangat lebar.
__ADS_1
"Kamu mau ke" ucap Sintia terputus karena Fahmi sudah keluar dari ruangannya.
"Semoga dia menyusul Rika".
Fahmi menuju parkiran dengan langkah yang lebar, dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat, saat di tengah jalan tiba-tiba turun hujan dengan deras "Sial kenapa hujan aku semakin tidak tenang".
Fahmi mulai memasuki kawasan yang sedikit sepi lalu Fahmi melihat mobil Rika berhenti di sisi jalan " Itu mobil Rika dan tunggu itu seperti sebuah motor"
Deg... jantung Fahmi berdetak dengan cepat, Fahmi berpikir apa yang harus dia lakukan, jika dia langsung menghampiri Rika maka sama saja dia bunuh diri karena dia tidak bisa berkelahi, Fahmi terus berfikir sampai sebuah ide muncul, "Semoga Allah menolong kita Rika".
Sementara Rika yang masih di dalam mobil tidak mau membuka pintu mobilnya meski para perampok sudah dari tadi berteriak mengancamnya, menggedor kaca mobilnya terus menerus.
Jangan tanyakan keadaan Rika saat ini, ya Rika menggigil ketakutan, keringat dingin mengalir dari semua pori-pori kulitnya, dan baju yang di kenakan Rika sudah basah oleh keringatnya.
Karena rasa tromanya kambuh Rika tidak bisa berpikir dengan baik bahkan pendengaranyapun tidak berpungsi dengan baik.
__ADS_1
"Ka Rika buka pintunya ini aku Fahmi" ucap Fahmi yang sudah berhasil mengusir para penjahat dengan bunyi sirine mobil polisi dari ponselnya.
"Rika buka pintunya" Fahmi yang panik langsung memecahkan kaca mobil Rika, karena dia ingat saat dia membentak Rika dan itu pasti terjadi pada Rika saat ini.