Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Saling memikirkan


__ADS_3

Acara pengajian telah selesai di gelar, para tetangga sudah pulang, dan semua keluarga besarpun bersiap-siap untuk tidur, kecuali Angga. Dia benar-benar gelisah, dia terus memikirkan bagaimana reaksi Fahmi saat tau bahwa dialah yang menjadi suami Dian.


"Fahmi apa kau akan marah pada ku".


"Ah, tentu saja dia pasti akan marah dan tidak ingin berteman dengan ku lagi, aku benar-benar pusing, bagaimana saat nanti aku bertemu dengannya di kantor, apa yang harus ku lakukan".


Sementara Dian sedang memandang sebuah foto,


"Mas, aku tidak tau alasan mu berkata bahwa kau belum siap menikah, padahal dulu kamu berkata ingin menikahi ku secepatnya".


"Kau tau mas, saat kau bilang belum siap menikahi ku, aku benar benar hancur, semua harapan ku musnah, dan saat itu juga mata hati ku terbuka sangat lebar, Sampai aku sadar bahwa aku sangat bodoh, benar-benar bodoh Dian pun menangis dan berkata "Kau tau mas setelah saat itu aku benar-benar terpuruk, di hadapan semua orang aku berpura pura baik-baik saja, tapi jika aku sendiri, aku benar-benar merutuki kebodohan ku yang dengan suka rela menghabiskan waktu ku selama bertahun-tahun, hanya untuk menunggu mu.


malam ini terakhir kali aku menangis karna mu mas, besok sudah ada mas Angga yang akan menggantikan posisi mu, semoga kau mendapatkan pengganti ku yang lebih buruk dari ku".

__ADS_1


"Ya Allah bolehkah aku mencabut doa ku, Aku takut doa ku akan jadi bumerang bagiku, semoga dia mendapatkan jodoh yang lebih baik dari ku aamiin".


Fahmi pun melakukan hal yang sama dengan Dian, dia menatap foto Dian sambil mengingat masa-masa indahnya dulu, lalu Fahmi menarik napasnya dalam-dalam, sekarang aku benar-benar tidak bisa memiliki mu, kau tau dulu aku benar-benar siap menikahi mu, aku tidak berbohong, tapi saat semua penghalang telah hilang, aku merasa takut untuk menikahi mu aku takut aku tidak bisa setia pada mu, sudah berulang kali aku mencoba untuk menjalin hubungan hanya dengan dirimu, tapi aku tidak bisa aku selalu menyakiti mu, besok kau akan menikah, semoga suami mu bisa menjaga dan menyayangi mu lebih baik dari aku". Fahmi pun menghapus foto Dian.


Baru saja Dian dan Angga memejamkan mata mereka, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk bersamaan namun di tempat yang berbeda.


"Aku masih mengantuk siapa sih pagi-pagi yang bangunin aku". Angga membuka pintu kamarnya "Apa kau gila membangunkan ku sepagi ini" ucap Angga pada Rika.


"Heh, apa kau lupa hari ini hari apa?".


"Benar-benar kamu lupa?".


"Iya, aku baru saja memejamkan mataku kau sudah menggedor pintu".

__ADS_1


"Oh pantas saja, hari ini hari kau akan menikahi Dian".


"Apa?". kini Angga sudah menguasai kesadarannya dan langsung masuk ke kamar mandinya.


Dian pun sama seperti Angga, Dian masuk ke kamar mandinya, untuk membersihkan diri agar lebih segar, setelah mandi Dian menunggu waktunya sholat subuh, barulah Dian di rias.


Angga sudah siap dengan jas nya, siap untuk berangkat.


"Cie cie yang mau menikah auranya berbeda". ledek Rika


"Iya dong, apa semuanya sudah siap berangkat?".


"Sudah, tinggal menunggu kaka".

__ADS_1


"Oh, baiklah kalau begitu ayo?".


__ADS_2