Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Kado dari bunda


__ADS_3

Tujuan Angga tadi meninggalkan Dian dan bunda ya adalah untuk bertanya pada ayahnya tentang apa yang di katakan bundanya, tapi saat dia akan sampai di ruang kerja Ayahnya Angga mengurungkan niatnya karena dia merasa tidak pantas membahas hal seperti ini dengan ayahnya.


Angga pun terus memikirkan ucapan bundanya lalu tetlintas sebuah ide, "Aku lupa jika hal seperti ini juga selalu ada di internet".


Angga pun membuka ponselnya dan mencari tau apa yang di katakan bundanya, Angga benar-benar membaca semua artikel yang bersangkutan dengan yang di katakan bundanya,


Setelah selesai Angga pun tersenyum dengan indahnya dan berkata, "Pantas saja Dian bersikap seperti itu ternyata ini alasannya, emm rasanya sekarang aku ingin mencobanya".


Anggapun kembali menemui Dian dan bundanya, dia tersenyum seperti anak kecil yang baru dapat permen, saat sudah dekat dengan Dian Angga semakin menarik bibirnya untuk tersenyum.


"Mas kamu kenapa, tadi pas pergi mukanya di tekuk eh sekarang datang datang dengan senyuman yang sangat manis, saking manisnya ngalahin gula".


"Wah semanis itukah senyuman mas mu ini, apa kamu suka?".


"Tidak mas itu terlalu manis aku takut melihatnya". "kenapa kamu takut sayang".


"aku takut diabetes jika sering melihatnya", ucap Dian berbohong sambil tersenyum.


lalu Dian pun berkata dalam hati "senyuman mas membuat ku merinding, karena aku tau arti senyuman itu apa".

__ADS_1


"Bun aku pinjam Dian sebentar".


Bunda menjawab "mau lama juga tidak apa-apa sayang", ucap bunda.


"Terimakasih bunda, dan terimakasih telah memberi tahu Angga tadi".


Bunda mengangguk tanda mengerti apa yang di maksud putranya. lalu Bunda berkata "semoga cepat jadi".


Sementara Dian terlihat bingung dengan apa yang di bicarakan ibu dan anak tersebut.


"Sudah ayo ikut mas jangan dipikirkan ucapan bunda".


Bunda tersenyum saat melihat mereka masuk kedalam rumah, tiba-tiba saja bunda teringat dengan kado yang tadi ia beli. lalu bundapun menyusul Dian dan Angga masuk rumah.


Saat Dian dan Angga akan menaiki tangga bunda memanggil mereka dan menyuruh mereka untuk menunggu sebentar.


Bunda pun mengambil kado lalu memberikannya pada Dian, dan berkata, "sayang pasti kamu belum memiliki ini, jadi tadi pas Bunda ke luar bunda sekalian beli ini, di pakai nya semoga kamu suka".


"Terimakasih bun, Dian janji akan memakainya"

__ADS_1


"Janji ya kamu harus memakainya kalau bisa setelah kamu mandi".


"iya bunda".


Angga dan Dianpun melanjutkan langkah mereka menuju kamar Angga.


setelah masuk kamar Angga meminta pada Dian agar dirinya lebih dulu masuk ke kamar mandi, karena biasanya Angga selalu menyuruh Dian duluan.


Anggapun keluar dengan wajah yang segar, lalu Dian pun masuk tanpa membawa kado dari mertuanya.


Angga berjalan menuju kasurnya lalu dia melihat kado dari bundanya. "sepertinya tertinggal". dia pun mengambil kado tersebut dan berniat memberikannya pada Dian.


Tok tok tok, "Sayang ini yang dari bunda kenapa tidak di bawa".


Dian membuka pintu sedikit lalu memperlihatkan kepalanya saja. "Aku lupa mas", ucap Dian tersenyum "mas tolong bukain biar aku langsung memakainya".


Dian menutup pintu nya lagi dan melanjutkan mandinya. Angga membuka kado tersebut dan alangkah kagetnya Angga saat melihat isi kado tersebut.


"Mas mana, aku mau pakai".

__ADS_1


Angga langsung memberikannya pada Dian, dengan senyum penuh arti.


__ADS_2