Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
berfoto


__ADS_3

"Sayang ko ini baru?".


"Apanya yang baru mas?". bukanya menjawab dian malah balik bertanya.


"Ini air minumnya ,ko yang baru padahal mas pengen minum dari bekas kamu".


"Kalau ada yang baru, ya lebih baik minum dari wadah yang baru, kenapa juga mau minum bekas aku mas?".


"Kan biar mas minum dari bekas bibir kamu". Jawab Fahmi sambil mengedipkan matanya dan tersenyum.


Dian melihat tingkah Fahmi yang seperti itu langsung sadar dengan apa yang di lakukan Fahmi tadi.


"Mas jangan-jangan tadi lipstik aku tidak belepotan tapi mas sedang membayangkan itu".


"Membayangkan apa sayang?". jawab Fahmi sambil tersenyum


pasalnya calon istrinya ini sangat susah untuk mengatakan hal hal seperti itu jika berhadapan langsung seperti ini, beda jika sedang di telepon atau di dalam pesan,, dia bisa dengan mudah mengatakan hal hal yang seperti itu.


Fahmi pikir mungkin jika berhadapan seperti ini Dian malu, tapi apapun alasannya yang penting bagi Fahmi, hal itu bisa jadi bahan untuk dirinya menggoda Dian.


"Itu, ngebayangin itu". "kenapa rasanya susah sekali menyebut kan kata ciuman saja kalau sedang berhadapan langsung seperti ini". batin Dian.

__ADS_1


"Ya apa?, mas tidak mengerti. itu, itu terus tapi kamu tidak bicara, bagaimana mas bisa mengerti". Fahmi tersenyum kembali, sungguh melihat mu seperti itu lucu sekali ucap fahmi dalam hati.


"Itu yang bibir ketemu bibir, dian berucap sambil menundukan kepalanya".


"Ooh ciuman", ucap ahmi aga keras.


Sontak saja itu membuat Dian mengangkat wajah nya dan melihat ke kiri dan ke kanan takut ada yang mendengar dan berpikir yang macam-macam.


"Mas kalau ngomong yang itu, jangan keras-keras, bagaimana kalau ada yang mendengar, kan malu.


"Salah kamu sendiri tidak bicara langsung, sekali sekali sebutin kenapa kan gampang, ciuman


Fahmi mengeraskan kan suaranya lagi, sambil tersenyum menang, karna berhasil menggoda Dian.


"Memang tidak, dia cuman nitip kado buat kaka tidak bisa datang, soalnya dia ada keperluan keluarga".


"Oh, eh temenin mas, mas belum mengucapkan selamat sama pengantin baru".


"Yu, Dian pun berdiri dan mereka berjalan menuju pelaminan. Fahmi bersalaman dan mengangkat kedua tangannya untuk mendo'akan mereka.


Saat Fahmi akan turun tangannya di tarik oleh Dian.

__ADS_1


"Mas kita belum berfoto".


"Tidak mau sayang, entar fotonya jelek lo".


"Jelek dari mana nya kamu tampan seperti ini, alasan saja".


Mereka pun berfoto dengan banyak gaya, Dian tersenyum. Dian pun berucap dalam hati "Akhirnya aku bisa mengerjai mas Fahmi".


Mereka turun dan langsung mengambil makanan, karna mereka sudah merasa lapar, Fahmi dan Dian pun menikmati makanan mereka sambil bercerita.


"Mas, nanti mas langsung pulang ke kota atau menginap di rumah kakek".


"Tidak. Mas langsung ke kota, paling dari sini mas pamit pada kakek terus berangkat, kalau berangkat pagi gak bisa istirahat dulu pasti kalau sudah nyampe langsung berangkat kerja".


Fahmi melihat jam tangannya lalu berkata "Ternyata sudah sore sayang, dimana ibu dan bapa?, mas mau pamit".


"Sebentar mas aku cari dulu".


Ibu dan Bapa pun datang, "sudah mau pulang nak" ucap Ibu.


"Iya bu, Fahmi mau pulang sudah sore".

__ADS_1


"Ya sudah kalau mau pulang, hati-hati di jalan dan kabari kami kalau sudah sampai!".


"Iya bu,, jawab Fahmi".


__ADS_2