
Saat Fahmi membaca pesan dari Dian, Fahmi sangat marah, "Maksudnya apa ini?", Fahmi langsung menghubungi Dian.
Dian mengangkat telpon dari Fahmi, saat Dian akan mengucapkan salam tiba tiba saja Fahmi bicara dengan nada tinggi.
"Apa maksud pesan mu ". ucap Fahmi marah
Dian menarik napasnya,
"Yang mana?", tanya Dian.
"Kamu nanya sama aku?, kenapa aku tidak datang menemui kamu, apa kamu lupa hahh".
Di sebrang telpon Dian terus memarik napasnya.
"'Kamu bilang waktu itu jangan temui kamu, terus kenapa sekarang kamu bertanya kenapa aku tidak menemui mu".
"Iya, aku memang mengatakannya tapi apa kau lupa juga jika aku bilang jangan temui aku jika kau belum siap menikah. Tunggu, apa kau belum siap menikah?", tanya Dian.
Fahmi terdiam. "Kenapa kau diam?", tanya Dian "atau jangan-jangan memang benar, kau hanya mempermainkan ku saja".
"Aku tidak mempermainkan mu, aku benar-benar mencintai mu".
"Lantas kenapa kau tidak datang menemui ku".
bukan nya menjawab, Fahmi malah memberikan pertanyaan pada Dian.
__ADS_1
"Apa kau begitu sangat ingin menikah?, jika kau sangat ingin menikah, kenapa kau tidak membiarkan aku menyentuh mu waktu itu, agar kau hamil dan kita bisa langsung menikah" ucap Fahmi.
"Aku tidak menyangka kau seperti ini mas", ucap Dian Dengan air mata yang terus mengalir.
"Oh jadi kamu baru tau jika aku marah seperti ini".
Tangisan Dian semakin keras, "Mas sudah". ucap Dian dengan suara yang melemah.
"Jika kamu ingin menikah, menikah saja dengan orang lain, ku do'akan semoga kau mendapatkan pasangan yang lebih buruk dari aku".
"Mas,, kumohon sudah".
"Bukankah kau ingin lepas dari ku, sekarang ku lepaskan kau kita sudah tidak lagi terikat setatus apapun". Ucap Fahmi dan telpon pun terputus.
"Mas bukan seperti ini yang ku mau, aku mau kamu yang menjadi suami ku bukan orang lain". ucap Dian.
"Bu", Dian langsung menangis di pelukan Ibu nya.
Maafin Dian bu, Dian gagal mempertahankan hubungan Dian".
"Memangnya ada apa tanya ibu? bukankah hubungan kalian selama ini baik baik saja". ucap ibu berbohong.
"Maaf Bu", Dian pun menangis.
"Dian tidak terbuka sama ibu tentang hubungan Dian, sebenarnya saat Dian memutuskan untuk berhenti bekerja bukan karna ingin menemani ibu tapi karna Dian ada masalah dengan mas Fahmi.
__ADS_1
"Tadi Dian menghubungi mas Fahmi, setelah 6 bulan Dian tidak pernah menghubunginya, Dian menanyakan kejelasan hubungan kami, tapi hasilnya di luar dugaan mas Fahmi malah memutuskan pertunangan kami".
"Maaf karna Dian tidak terbuka pada ibu",
"Tidak apa nak, mungkin dia bukan jodohmu", ucap ibu sambil mengelus punggung Dian.
"Sebenarnya ibu sudah tau apa alasan mu berhenti bekerja nak".
Dian pun langsung menegakan tubuhnya, "Ibu sudah tau dari siapa?", tanya Dian.
"Dari Rika nak".
"Dia yang memberi tau ibu atau ibu yang nanya".
"Emmm Ibu yang kepo", Ibu pun tersenyum.
"Tapi kenapa ibu bertindak seolah olah ibu tidak tau apapun".
"Kami ibu dan bapa, hanya bisa mendukungmu dan memberi saran jika kamu membutuhkannya",
selama ini ibu lihat keputusan mu tidak salah, jadi kami membiarkan mu mengatasi masalah mu sendiri agar kamu bisa menjadi orang yang lebih dewasa dan kuat".
"Maafkan ibu dan ayah nak, gara-gara permintaan ibu waktu itu kamu terjebak cinta yang rumit".
"Tidak apa-apa bu, Dian memaafkan ibu, lagi pula itu sudah takdir Dian dan sekarang Dian tau, cinta dan pengorbanan yang tulus itu seperti apa".
__ADS_1
"Syukurlah nak, jika kamu ihlas menerima takdir mu, ibu merasa lega mendengarnya".