
Fahmi pergi dengan tergesa-gesa, "Ada apa dengannya" ucap Rika karena melihat Fahmi berjalan dengan langkah yang lebar.
Setelah Fahmi pergi Rika juga meninggalkan tempat mereka bertemu, Rika menjalankan mobilnya dengan santai tujuannya sekarang adalah kantor Angga.
Rika sampai di kantor Angga, dia turun dari mobilnya lalu masuk kedalam kantornya.
"Bagaimana mba Rika apa semuanya berjalan lancar" tanya asisten Angga yang kebetulan sedang berada di lobi kantor.
"Alhamdulillah lancar, oh iya kata si bos kamu lagi sibuk dan tidak bisa menggantikannya bertemu pak Fahmi?" Tanya Rika.
"Oh itu pak Angga sengaja bilang seperti itu karena dia ingin mba Rika yang mewakilinya".
"Oh, ya sudah aku keruangan ku dulu" ucap Rika
Rika berjalan menuju ruangannya, setelah sampai dia mengeluarkan semua berkas yang tadi dia bawa saat memeriksa satu persatu berkasnya dia merasa ada satu berkas yang hilang.
"Ya ampun kemana satu lagi, apa mungkin tertinggal atau jatuh atau terbawa oleh pak Fahmi" ucap Rika
"Rasanya tadi saat aku akan pulang aku sudah memastikan jika tidak ada yang tertinggal, jika jatuh juga tidak mungkin karena aku menjatuhkannya sebelum Pak Fahmi menandatanganinya, kemungkinan besar terbawa olehnya".
__ADS_1
Karena Rika hanya mempunyai no asisten Fahmi jadi dia menelpon asisten Fahmi.
"Halo pak, apa pak Fahmi sudah kembali ke kantornya?" tanya Rika
"Belum nona beliau bilang jika beliau sedang ada urusan yang mendesak jadi tidak bisa datang kemari lagi, apa ada yang ingin nona sampaikan biar nanti saya sampaikan padanya" ucap asisten Fahmi.
"Pantas saja tadi dia terburu-buru". ucap Rika dalam hati
"tidak perlu nanti saya sampaikan sendiri, apa saya boleh meminta no ponselnya?" ucap Rika
"Boleh nona nanti saya kirimkan no nya".
"Kalau begitu terimakasih dan saya minta maaf karena telah mengganggu waktu anda".
Setelah Rika mendapatkan no Fahmi dia langsung menghubungi Fahmi, dan kebetulan Fahmi sedang berada di dalam mobilnya.
Fahmi melihat ponselnya yang berbunyi "ini no siapa" tanya Fahmi, lalu dia mengangkat telepon tersebut dan dia langsung berkata
"Halo ini dengan siapa dan ada keperluan apa menghubungi saya" ucap Fahmi
__ADS_1
Rika yang berada di sebrang telpon malah bengong karena mendengar pertanyaan Fahmi yang tanpa jeda
"Halo, halo jika anda tidak mau bicara saya akan mematikannya".
Rika yang mendengar ucapan Fahmi langsung berkata " ini saya pak Rika"
"Maaf Rika mana" ucap Fahmi karena pikirannya sedang tidak fokus,
Rika yang mendengar jika Fahmi tidak mengenali suaranya merasa sangat sedih dan dia berkata "Apa kamu sudah lupa dengan suara ku pak".
Fahmi memikirkan ucapan Rika, "Oh ya ampun maaf nona saya tidak fokus mendengarkan suara anda" ucap Fahmi setelah menyadari jika yang menelponnya adalah Rika sang pujaan hatinya.
"Iya tidak masalah pak, pak saya mau bertanya apa salah satu berkas saya terbawa oleh bapa?" tanya Rika
"Sebentar saya periksa dulu" Fahmi memeriksa tas kerjanya dan benar saja ada berkas Rika yang terbawa olehnya.
"Iya ini ada" ucap Fahmi
"Sukulah jika terbawa oleh bapa, pak kalau boleh tau anda sedang di mana? saya akan menyusul anda ke sana untuk mengambil berkas saya".
__ADS_1
"Saya sedang berada di rumah sakit" dekat rumah, kalau begitu saya akhiri percakapan ini" tut tut tut.
"ada apa dengannya perasaan tadi saat bertemu dia tidak seperti ini" ucap Rika setelah sambungan teleponnya terputus.