
Dian menepuk pundak Rika karena dari tadi Rika melamun.
Rika pun melihat Dian. " ada apa?". tanya Rika.
"Kenapa kamu melamun?".
"Aku tidak melamun jawab Rika".
"Tidak melamun bagaiman?, dari tadi aku panggil kamu tidak merespon".
Rika tersenyum dan meminta maaf.
"Ka, kamu lagi ngelamunin apa sih serius sekali, kalau kamu mikirin tentang cewe yang jalan sama mas Fahmi tenang itu pasti sepupunya, kalaupun dia selingkuhannya biarkan saja, kita lihat sampai sejauh mana hubungan mereka". ucap Dian.
"Dian kamu tidak sakit hati jika cewe itu selingkuhannya?".
"Menurut kamu?" Dian menarik napasnya dalam dalam. "jika kita sedang tidak di tempat umum mungkin sudah dari tadi aku menangis". mata dian berembun dan air matanya menetes.
"Dian maaf". Rika memeluk Dian dan mengusap punggung Dian.
"Tidak apa apa", Dian pun menguasai dirinya kembali agar tangisan nya tidak benar benar tumpah.
__ADS_1
"Dian, apa sebaik nya kamu menyerah saja dengan dia, aku kasihan pada mu terus-terusan di sakiti, toh masih banyak cowo yang suka sama kamu".
Lalu Dian berkata. "Cintaku padanya lebih besar dari rasa sakit ini". Dian menepuk dadanya, pertanda bahwa ada luka yang tak terlihat di sana.
"Aku juga tidak tau kenapa aku sangat mencintainya, dan kenapa tuhan menggariskan takdir cinta ku seperti ini".
Dian pun tak kuasa lagi menahan tangisannya, dengan suara serak dian berkata lagi.
"Aku di sini setia menjaga hatiku, cintaku hanya untuknya, tapi dia di sana malah membagi cinta dan sayang nya pada wanita lain, ini tidak adil Ka, ini tidak adil, dan hati ini". Dian menepuk dadanya kembali. "Kenapa selalu memaafkan semua kesalahan nya". aku cape Ka, cape, entah kapan dia akan berubah".
Rika pun memeluk Dian kembali, berharap Dian bisa lebih tenang, "Sabar mungkin cobaan ini Tuhan berikan untuk mu, karna dia yakin bahwa kamu bisa melaluinya dan menjadi kan dirimu menjadi pribadi yang lebih baik".
" Sudah jangan nangis terus". jika kamu menangis terus, bisa bisa kita terkena marah".
Rika pun menunjukan jam nya.
Dian kaget saat melihat jam di tangan Rika, dan seketika air matanya berhenti menetes, lalu tanpa aba aba mereka berlari menuju tempat kerja mereka.
mereka tertawa bersama setelah sampai di dalam, "Untung Dia sedang keluar, jika tidak kita pasti sudah di marahi habis habisan". bisik Rika, Dian pun menganggukan kepalanya.
Di parkiran saat mereka akan pulang,,
__ADS_1
"Ka jika nanti kamu melihat mas Fahmi jalan lagi sama cewe lain, tolang kamu foto atau kamu rekam mereka".
"Siap". jawab Rika seperti tentara.
Satu bulan sudah Dian bersikap seolah olah tidak tau jika Fahmi menduakan nya lagi, ya karna menurut dian Fahmi hanya bermain main dengan mereka.
Dian dan Rika hari ini pergi ke pusat perbelanjaan, tempat biasa mereka berbelanja kebutuhan mereka, setelah selesai berbelanja dan berjalan jalan mereka memutuskan untuk makan siang di sana.
Saat sedang menunggu pesanan datang.
Deg.
Tiba-tiba Dian melihat seseorang yang mirip dengan Fahmi duduk tidak terlalu jauh dari tempatnya.
"Dian, ada apa?".tanya Rika.
"Aku seperti melihat mas Fahmi". jawab Dian.
"Mungkin perasaan kamu saja, bukan kah kamu yang bilang jika dia sedang ada urusan dengan keluarganya".
Dian mengangguk, tapi perasaan nya bilang jika itu memang mas Fahmi.
__ADS_1
Pelayan datang , membawakan pesanan mereka, dan itu membuyarkan lamunan Dian.
Dian memakan makanan nya sambil terus berpikir dengan segala kemungkinan yang mungkin terjadi.