Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Mengantar Rika


__ADS_3

Papah Dion sudah datang, Rika dan Fahmi pun pamit, Rika berjalan di belakang Fahmi.


"Ka, bisa tidak kamu jalannya di samping aku!".


"Tidak mau, Tapi kalau di depan mu aku mau",


"Ya sudah kamu berjalan di depan ku saja, dari pada di belakang",


Rika pun maju ke depan, baru juga dia maju Fahmi sudah memegang tangannya dan berkata.


"Tunggu sebentar".


"Apalagi, Fahmi?"


"Turunkan ikat rambut mu!".


"Kau ini, aku tidak mau aku lebih nyaman jika rambut ku di ikat seperti ini".


"Heh, apa kau tau dari tadi aku sudah berusaha menahan keinginan ku untuk menggigit lehermu itu?".


Deg..


Rika langsung menarik ikat rambutnya dan membiarkan rambutnya tergurai, sebelum Fahmi benar benar menggigitnya.


"Nah kalau seperti ini aku bisa dengan tenang mengantar mu pulang".


"Aku pikir karena kau membenci ku kau tidak akan tergoda".


"Aku sudah tidak membenci mu Ka".


Mereka pun masuk ke mobil yang di bawa Rika tadi, ya mobil mamah Sintia.

__ADS_1


Fahmi menjalankan mobilnya, saat di tengah perjalanan Rika berkata.


"Fahmi lebih baik kau membenci ku saja".


"Kenapa?". Tanya Fahmi.


"Aku lebih tenang jika kau membenci ku".


"Kenapa seperti itu?".


"Karena jika kau sudah tidak membenci ku, aku takut kau menyukai ku".


" Aku memang sudah menyukai mu ka, mungkin sejak aku tau kau menolong ku, sedangkan diri mu waktu itu membenci ku, tadinya aku tidak tau perasaan apa itu, tapi setelah kejadian hari ini aku pastikan jika aku sudah menyukai mu". ucap Fahmi dalam hati.


"Memangnya kenapa jika aku menyukai mu". tanya Fahmi


"Itu artinya aku sudah tidak bisa menggoda mu lagi".


"Aku menyesal tadi terus menggoda mu, jika aku tau kamu sudah tidak membenci ku aku tidak akan melakukannya, Tapi untung saja kau tidak menerkam ku tadi".


Fahmi tidak lagi menanggapi ucapan Rika dia lebih fokus dengan pikirannya dan jalanan.


"Jadi alasannya yakin bahwa aku tidak akan melakukan apapun padanya, karena dia kira aku masih membencinya".


Mobil yang di kendarai Fahmi pun tiba di halaman rumah Rika, ibu sudah menunggunya dengan gelisah,


Ibu menghampiri Rika yang baru keluar dari mobil, sedangkan Fahmi langsung pamit ke kosannya karena sudah malam.


Rika dan ibu masuk ke rumah, Ibu menyuruh Rika duduk, sedangkan dia mengambil teh manis hangat untuk Rika.


"Minum dulu nak", setelah Rika menghabiskan minumannya ibu bertanya pada Rika

__ADS_1


"Ka apa kamu tidak apa-apa?".


"Tidak bu Rika tidak apa-apa, tapi tante Sintia mamahnya Fahmi patah tulang gara-gara aku tabrak".


" Astagfirullah, terus keadaannya bagaimana?".


"Ya dia tidak bisa berjalan bu",


" terus Apa keluarganya menuntut mu".


"Tidak bu mereka tidak menuntut atau marah pada Rika".


"Ko bisa",


" Katanya jika Rika kabur atau sengaja mencelakai tante Sintia baru mereka akan menuntut Rika".


"Oh syukurlah kalau begitu, mereka baik sekali ya ka".


"iya bu, bu sepertinya Rika akan berhenti bekerja di pabrik".


" Kenapa" tanya ibu.


"Karena tante Sintia meminta Rika tinggal di rumahnya sampai dia bisa berjalan".


"Oh bagus jika seperti itu, setidaknya kamu bisa bertanggung jawab atas kesalahan mu, jadi kapan kamu pindah ke sana?".


"Mulai besok Rika tinggal di sana bu, mungkin Rika akan jadi perawat di sana, do'akan Rika betah di sana bu".


"Iya ibu doakan semoga semuanya lancar".


"aamiin".

__ADS_1


__ADS_2