Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Jangan memangil saya Nona


__ADS_3

"Pak Fahmi bagai mana tanggapan anda tentang perjanjian kerja samanya". ucap Rika setelah selesai membacakan isi perjanjian kerja sama antara perusahaan Angga dan Fahmi.


Ya Fahmi sekarang bekerja di perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang pembangunan itulah sebabnya Fahmi berkerja sama dengan perusahaan Angga jika Angga ingin membangun sebuah Restoran, Dia bekerja di perusahaan milik ayahnya tidak lama setelah Angga keluar dari pekerjaan nya yang lama.


"Pak Fahmi apa anda mendengarkan saya" ucap Rika namun Fahmi tidak merespon dia masih setia dengan lamunannya.


"Sebenarnya dia kenapa dari tadi hanya melamun saja".


Pelayan datang menghampiri mereka dengan membawa pesanan mereka " selamat menikmati" ucap pelayan tersebut, dan itu membuat Fahmi tersadar dari lamunannya dan dia langsung menjawab pelayan tersebut "Terima kasih".


karena Rika melihat Fahmi sudah bisa di ajak bicara dia bertanya kembali, "Pak bagaimana tanggapan anda dengan isi perjanjian kerja sama kita".


Fahmi tersenyum karena dari tadi dia tidak mendengarkan apa yang di jelaskan Rika dan dia berkata "Maaf nona saya tidak mendengarkan apa yang anda jelaskan jadi apa bisa anda jelaskan kembali" ucap Fahmi yang ingin lebih lama bersama Rika padahal bisa saja dia langsung menyetujuinya karena dia sudah tau isi perjanjiannya apa karena ini bukan pertama kali dia berkerjasama dengan perusahaan Angga.


"Oh ya ampun ternyata dia masih sama menyebalkannya" ucap Rika dalam hati.

__ADS_1


"Tapi nona kita membahas perjanjian tersebut setelah kita memakan pesanan kita saya sudah merasa lapar karena tadi belum sempat sarapan".


"Baiklah Pak", ucap Rika karena dia juga sudah sangat lapar karena tadi belum sarapan.


Setelah Mereka menghabiskan makanan mereka Rika berkata, "Pak bisa tidak anda tidak memanggil saya dengan kata nona, saya sedikit kurang nyaman mendengarnya".


"Bisa tapi saya harus manggil apa jika langsung nama rasanya kurang pantas".


"Bapa panggil saya mbak saja", ucap Rika


"Emba itu bukan cuma buat kakak saja Fahmi" ucap Rika dalam hati.


"Bagai mana jika Sayang" ucap Fahmi dan itu berhasil membuat Rika kaget dan menyemburkan air yang sedang dia minum.


"Maaf pak ucap Rika karena melihat pakayan dan wajah Fahmi basah karena semburannya".

__ADS_1


Rika turun dari kursinya untuk membantu Fahmi membersihkan wajah dan pakayannya, tapi belum juga Rika membantu, Fahmi sudah berdiri dan berkata. "Maaf nona saya harus ketoilet sebentar".


Rika pun kembali duduk dan dia merasa cemas takut Fahmi marah padanya dan membatalkan kerjasama mereka.


Fahmi datang dan duduk kembali, Rika yang sudah melihat Fahmi duduk berkata "Maafkan saya pak saya mohon".


"Iya saya maafkan kamu lagi pula ini kesalahan saya karena perkataan saya nona merasa kaget, ya sudah mana surat perjanjiannya".


"Terimakasih pak atas pengertiannya" ucap Rika lalu menyodorkan berkas-berkas yang tadi dia bawa.


Fahmi langsung menandatangani berkas tersebut.


Rika merasa heran dengan sikap Fahmi yang langsung menandatangani perjanjian tersebut tanpa membaca atau mendengarkannya kembali menjelaskan isi berkas tersebut.


"Saya yakin walau saya tidak membaca atau mendengarkan penjelasan nona pasti isi perjanjian tersebut tidak akan merugikan saya". ucap Fahmi karena dia melihat Wajah Rika yang seperti bingung.

__ADS_1


"Terimakasih pak " ucap Rika sambil menjabat tangan Fahmi. "Sama-sama" jawab Fahmi.


__ADS_2