Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Bangun kesiangan


__ADS_3

Setelah selesai Angga berbaring di sebelah Dian dan sama-sama menatap langi-langit kamar mereka.


"Sayang apa karena kamu sedang hamil jadi kamu seperti tadi".tanya Angga


"Mungkin saja karena akhir-akhir ini aku sangat ingin terus di sentuh oleh mas".


Angga tersenyum dan berkata "Mas sangat senang sayang terimakasih, dan apa boleh mas memintanya lagi?" ucap Angga ragu.


"Ayo mas aku juga menyukainya".


Angga kaget "kamu beneran menginginkannya lagi"


"Sudah mas jangan tanya lagi aku malu" ucap Dian sambil membenamkan wajahnya di dada Angga.


Angga mengusap punggung Dian yang polos dan berkata ayo kita mulai lagi.


Setelah menyelesaikan ronde kedua mereka tertidur dengan sangat pulas sampai mereka bangun kesiangan.


Dian terbangun karena merasa terganggu dengan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya, Dian mengngerjapkan matanya, lalu melihat jam di ponselnya.


"Mas bangun ini sudah jam 06 pagi".


Angga yang mendengar teriakan Dian langsung bangun dan bertanya "Ada apa sayang".

__ADS_1


Dian tidak menjawab tapi menunjukan jam di ponselnya.


Angga langsung berdiri tanpa mempedulikan Dian yang menatapnya lucu karena Angga tidak memakai apapun, Angga langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan Dian mempersiapkan baju kerja Angga, Angga keluar kamar mandi dan lagsung memakai baju kerjanya di bantu Dian.


"Sayang mas langsung berangkat, mas akan sarapan di kantor". Dian mengangguk. setelah semuanya siap Angga keluar kamar dan menuruni tangga, saat sudah sampai di tangga terakhir Bunda berkata


"Duh yang kecapean habis olah raga malam, sampai kesiangan".


"Eh bunda, selamat pagi bunda" ucap Angga menghampiri bunda lalu menciumnya.


Bukannya menjawab sapaan Angga bunda malah meledek Angga "berapa ronde semalam sampai bangun kesiangan?".


Angga tersenyum dan berkata " Angga berangkat bun nitip Dian Assalamu'alsikum".


Bunda menunggu Dian untuk sarapan, setelah hampir satu jam Dian belum juga turun "apa dia tidak lapar". lalu bunda mengirimkan pesan pada Dian


" Sayang ayo sarapan bersama", pesan terkirim dan pesanpun telah di baca, bunda yang pernah di posisi Dian mengirim pesan kembali.


"Jangan berpikir macam-macam kasihan janin mu, dan cepat kemari".


setelah membaca pesan ke-2 dari bunda, Dian tergesa-gesa melangkahkan kakinya dan baru juga Dian menutup pintu pesan dati bunda muncul lagi


"jalannya biasa saja jangan terlalu cepat" isi pesan dari bunda,

__ADS_1


"Aku heran apa bunda bisa membaca pikiran ku atau apa, kalau pergerakan ku mungkin mereka bisa melihat di cctv di dalam ponsel mereka".


Dian menuruti perintah bunda yang menyuruhnya unyuk berjanan biasa- biasa.


Dian sampai di hadapan bunda, Dian tersenyum dan berkata "pagi bunda" ucap Dian merasa malu.


Bunda menyuruhnya duduk dan berkata "kamu jangan takut, Bunda tidak akan marah jika kamu bangun kesiangan, karena bunda juga pernah berada di posisi kamu saat ini"


Dian tersenyum dan berkata dalam hati "pantas saja dia tau apa yang aku Fikirkan.


"Sudah cepat kamu makan jangan biarkan cucu bunda kelaparan.


*


Angga sampai di kantor lalu berjalan dengan cepat, Agar tidak terlalu kesiangan.


Rika yang tadi menanyakan keberadaan Angga pada bunda langsung memperkirakan waktu sampainya Angga di depannya lalu Rika menghitung mundur.


"3-2-1" Pintu terbuka,


"Maaf Rika kakak telat tadi macet" ucap Angga berbohong.


" jangan bohong" ucap Rika lalu memperlihatkan isi pesan dari bunda.

__ADS_1


__ADS_2