Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Kejutan yang gagal


__ADS_3

"Sayang kamu tidak apa-apa?"


"tidak mas".


"Ya sudah kalau begitu, Ayo kita makan" ajak Fahmi karena piringnya sudah terisi makanan yang di ambilkan Rika.


Dan benar saja apa yang di katakan Fahmi pada mamahnya, setelah selesai makan Fahmi langsung membawa Rika ke kamarnya.


"Kamu sudah siap sayang?".


"Maksudnya masuk kamar"


"iya, eh tunggu aku harus menutup matamu dulu" ucap Fahmi sambil mengambil kain yamg sudah dia persiapkan untuk menutup mata Rika.


"Nah sudah, sekarang ayo masuk" ucapnya Fahmi sambil menuntun Rika untuk masuk.


Mereka berhenti dan Fahmi berkata kamu sudah siap sayang" dan Rika hanya mengangguk karena mulai merasa pusing karena matanya yang tertutup.


"satu dua tiga, kejutan" ucap Fahmi sangat kencang.


"Mas jangan kencang-kencang nanti orang rumah pada kaget".ucap Rika sambil mencoba membuka matanya.


"Tenang sayang mas sudah memasang peredam suara di kamar ini juga, oh iya jika nanti kamu nanti ingin men..sah jangan di tahan seperti kemarin".


Rika tidak mendengarkan perkataan Fahmi karena dia sedang fokus melihat kamar Fahmi, dia merasa sangat bahagia karena dia juga merasakan hal yang sama dengan yang di rasakan oleh Dian dulu.

__ADS_1


"Sayang bagai mana" tanya Fahmi


"Cantik tapi seperti ada yang kurang mas".


"Menurut mas ini sudah sangat sempurna sayang, di mana kekurangannya" ucap Fahmi sambil berpikir.


Fahmi menabur kelopak bunga mawar merah di lantai kamarnya, dan dia juga membentuk tanda love dengan kelopak bunga mawar tersebut di atas tempat tidur yang berwarna putih, ada dua handuk yang menyerupai angsa sedang berciuman.


"Belum mas masih ada yang kurang " ucap Rika sambil berjalan menuju lemari pakayan Fahmi dan mengambil sesuatu di sana


"Sayang kamu sedang apa" ucap Fahmi sambil berjalan mendekati Rika


"mas sudah mandi atau belum?". tanya Rika karena Fahmi sudah berada di dekatnya


"sudah sayang, memangnya kenapa ?"


"Untuk apa ini?" tanya Fahmi karena merasa heran


"Sudah pakai saja " ucap Rika sambil mendorong Fahmi menuju kamar mandi.


Setelah Rika menutup pintu kamar mandi, Rika menuju kopernya untuk mengambil semua yang dia butuhkan.


ceklek.. pintu terbuka Fahmi keluar dengan gagahnya.


Rika menghampiri Fahmi dan berkata

__ADS_1


"Kamu sangat tampan dan gagah mas, aku sangat suka saat kamu memakai pakayan seperti ini" ucap Rika sambil memandang Fahmi tanpa berkedip.


Fahmi merasa senang karena Rika memujinya dia merasa ada banyak bunga bermekaran di hatinya


"Sayang jangan memuji ku seperti itu, aku bisa terbang".


" Mas ini ada-ada saja, sudah aku mau mandi dulu dari pagi belum sempat mandi".


"Kamu jorok sayang".


"bukan jorok, tapi belum sempat sudah awas".


Rika pun masuk ke kamar mandi, setelah Rika masuk Fahmi berkata.


" Aku merasa kejutan yang ku buat gagal total, tadinya aku berharap dia akan kaget terus bersikap romantis pada ku bermanja-manja pada ku, ini malah menyuruh ku memakai baju lengkap seperti ini, tapi aku semang setidaknya aku tau ternyata dia sangat suka saat aku memakai pakayan seperti ini.


Karena lama menunggu Rika Fahmi pergi ke balkon kamarnya untuk menghirup udara malam.


"Sebenarnya dia sedang apa di dalam kamar mandi sampai lama seperti ini".


Fahmi yang kesal ingin mengetuk pintu kamar mandi, namun saat dia menyibakkan tirai yang menghalangi langkahnya dia seperti melihat bidadari dalam hayalannya ada di depan matanya.


"Apa ini mimpi" ucap Fahmi sambil terus memandang Rika yang bak bidadari menurut Fahmi.


Rika yang melihat Fahmi terpesona saat melihatnya menghampiri Fahmi dan mendekatkan tubuhnya lalu dia berbisik di telinga Fahmi dengan suara sangat lembut

__ADS_1


"kamu tidak sedang bermimpi sayang ini nyata aku Rika istri mu".


__ADS_2