
Setelah Rika menutup telponnya suster datang lagi.
"Emba, bagaimana apa sudah bisa di hubungi keluarga pasien?".
"Belum sus, memang ada apalagi?" tanya Rika.
"Pasien memerlukan donor darah sementara stok darah untuk golongan darah ab sedang kosong".
Deg.
"Ab sial kenapa itu orang nyusahin aku terus tidak tanggung tanggung lagi", batin Rika.
"Suster golong darah saya juga ab".
"Baiklah kalau begitu mari ikut saya". Rika pun mengikuti suster tersebut untuk mendonorkan darahnya.
Setelah selesai Rika pun kembali keruang tunggu.
Saat rika baru saja duduk, terdengar suara langkah kaki menghampirinya.
"Rika, rika kamu kenapa?", tanya nya.
"Tidak apa-apa ka cuman lemas saja".
"Lemas kenapa",
"Aku baru donorin darah", ucap rika dengan mata terpejam.
"Oh,, mau minum?", Rika menggelengkan kepalanya.
"Terus bagaimana keadaan teman kamu?", tanya nya lagi.
"Tidak tau", jawab Rika.
Pintupun ruangan Fahmi terbuka, "Keluarga Fahmi".
Deg.
"Fahmi?", gumam kaka Rika,
__ADS_1
Lalu Rika menjawab.
"Saya dok, ka tolang temuin Dokter, ika masih lemes.
"Kaka rika pun berdiri dan menemui dokter, lalu Dokter menjelaskan kondisi Fahmi dan Fahmi akan di pindahkan ke ruang rawat , "terimakasih Dok,
apa kami boleh melihat nya?".
"Boleh". jawab Dokter.
"Rika, kaka masuk dulu, kamu tunggu saja di sini".
Rika hanya mengangguk.
Kaka Rika pun masuk untuk melihat keadaan teman Rika dan betapa kagetnya dia saat melihat bahwa teman Rika adalah temannya juga.
"Fahmi", ucap Angga.
"Jadi kamu juga teman adik ku".
Setelah melihat Fahmi angga pun keluar dan menghampiri Rika.
"Ka dia Fahmi teman kaka juga".
"Yang ihlas, kalau bantu orang, biar jadi pahala", ucap Angga.
Rika hanya diam.
"Ka apa kamu tidak mau tau ke adaan Fahmi".
"Aku tidak peduli ka, mau dia mati pun aku tidak peduli".
"Sebegitu bencinyakah kamu padanya",
"Iya gara-gara dia sahabat ku pulang kampung".
"Sabar", ucap ka Angga.
Fahmi pun di pindahkan keruang inap, Angga dan Rikapun mengikutinya.
__ADS_1
Satu jam kemudian,
"Ka, ka, Rika dari kejauhan terdengar suara Dian.
"Dian", ucap Rika senang, seketika Rika menegakkan tubuhnya lalu berdiri. Angga yang mendengar seseorang memanggil nama Rika pun menoleh,
Deg, suara jantung Angga berdegup dengan kencang, namun Angga langsung mengalihkan pandangannya.
" Rika bagaiana keadaan mas Fahmi ucap Dian sambil menangis".
"Tidak tau", jawabnya,,
"Kaka bagaimana keadaan Fahmi". tanya rika pada Angga.
"Dia baik baik saja" suara Angga tergagap saking deg degannya, "Hanya tinggal menunggu siuman" jawab Angga.
"Syukurlah", ucap Dian.
"Dian ko cepat, kamu naik apa kesini?".
"Diantar mas Agus".
"Mana mas Agusnya?".
"Lagi ketoilet, tak berselang lama mas Agus pun datang, "Itu mas Agus tunjuk Dian
"Asalamu'alaikum", ucap mas Agus. "Wa'alaikummussalam jawab semua.
"Rika apa sudah boleh di jenguk tanya Dian?".
"Sudah jawab Rika.
Dian pun masuk, "mas kenapa jadi seperti ini?,
lalu Dian duduk di kursi sebelah Fahmi"
"Mas cepat bangun!".
"Aku maafin mas tpi mas cepat bangun".
__ADS_1
"Aku memang membenci mas, karna mas selalu menyakiti ku, tapi aku masih sayang sama kamu mas, itu lah sebabnya aku pergi dari kota ini".
"Mas tau hati ini?", Dian menepuk dada nya beberapa kali, hati ini selalu membelamu mas, padahal hati ini juga yang merasakan sakit saat mas menyakiti ku, Aku benar benar tidak mengerti,, Dian pun menangis".