Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Menjalankan rencana


__ADS_3

Jam pulang kerja sudah tiba mereka semua yang bekerja sudah bersiap untuk pulang begitu juga Rika.


"Ka mana mobil mu" tanya Deril yang melihat Rika belum pulang


"Di bengkel Rusak".


"Oh, kalau begitu apa kamu mau aku antar pulang?".


"tidak terimakasih karena aku sedang menunggu jemputan ku".


"Oh baiklah jika seperti itu" ucap Deril


Sementara Fahmi yang melihat Rika dan Deril berbicara mengepalkan tangannya karena kesal melihat Deril dekat dengan Rika.


"Awas saja kamu Deril jika terbukti kamu menjadi pebinor aku tidak akan melepaskan mu". ucap Fahmi kesal.


Fahmi membuka pintu mobilnya lalu menghampiri Rika, "Sayang kamu sudah siap untuk pulang".


"Ya iyalah mas aku sudah siap buktinya aku menunggu mu di sini".


"Jangan begitu bicaranya tidak baik tau, begini-begini aku suami mu".


"Iya mas Fahmi yang ku cintai dan ku sayangi ayo kita berangkat".


"Nah gitu kan enak walau terpaksa".


Mereka memasuki mobil Fahmi lalu pergi meninggalkan kantor Angga.

__ADS_1


Saat di tengah perjalanan menuju Rumah bu Mila Fahmi bertanya " Ka apa tidak bisa jika kamu berhenti bekerja toh aku juga bisa mencukupi semua kebutuhan mu".


"Tidak bisa mas karena aku masih ingin bekerja di sana jika aku keluar sekarang percuma dong selama ini aku belajar menjadi sekertaris yang handal".


"Oh baiklah jika seperti itu". ucap Fahmi karena dia tidak mau berdebat takut jika Rika marah.


Mereka sudah sampai di halaman Rumah Bu Mila, lalu mereka turun dari mobil dan berjalan menuju Bu Mila yang sedang berada di warung.


"Assalamu'alaikum ibu" ucap Rika dan Fahmi, lalu bergantian mencium tangan bu Mila.


"Wa'alaikummussalam jawab bu mila.


"ka Apa kamu jadi pindah hari ini?".tanya ibu merasa belum rela melepas anak perempuannya


"Bu jangan sedih seperti itu Rika jadi ikutan sedih, ibu tenang saja Rika akan datang kesini setiap hari minggu iyakan mas?".


"Iya terimakasih nak Fahmi" ucap bu Mila sambil menghapus air matanya.


Sebenarnya hati kecil bu Mila berharap jika Fahmi dan Rika tinggal bersamanya saja, tapi apa boleh buat dia harus rela melihat Rika di bawa oleh suaminya.


"Bu kami masuk dulu" ucap Rika


"iya" ucap ibu Mila


Fahmi dan Rika sudah masuk dan berada di kamar Rika.


"Sayang apa boleh jika mas membantu kamu memasukan pakayan mu".

__ADS_1


"Tentu saja boleh mas, jadi aku tinggal membereskan barang yang lain".


Fahmi mulai memasukan baju Rika dan dia melihat dia antara baju Rika terdapat baju yang pernah dia belikan dulu dan dia tersenyum karena mengingat kejadian dulu saat Rika memamakai baju tersebut.


"Mas kenapa senyum senyum sendiri seperti itu, jangan bilang jika mas tersenyum karena membayangkan hal yang aneh-aneh.


"Walupun benar itu tidak masalah bukan, karena yang mas bayangin kamu sayang".


"Iya sih, apa mas sudah selesai, jika sudah ayo kita bawa keluar."


"iya" ucap Fahmi sambil mengikuti Rika yang sudah keluar terlebih dahulu.


"Bu bu ibu..." ucap Rika berteriak


"is kamu ini ibu pikir setelah menikah kebiasaan mu akan berubah".


"ibu ini ada-ada saja Rika baru nikahnya kemarin bu, ya mana mungkin dalam waktu singkat Rika berubah".


"Nak apa tidak sebaiknya kamu berhenti bekerja toh sekarang ada nak Fahmi yang bisa mencukupi semua kebutuhan mu".


Fahmi yang mendengar ucapan Bu Mila tersenyum dan berdoa dalam hati "semoga Rika mau mengikuti keinginan ibu".


"Tidak bisa sekarang bu mungkin nanti jika Rika sudah hamil baru Rika akan berhenti".


"Wah nak Fahmi ini kode buat kamu" ucap ibu menyemangati Fahmi.


"Iya bu siap aku akan berusaha semaksimal mungkin agar Rika segera hamil". ucap Fahmi senang karena mertuanya mendukung keinginannya.

__ADS_1


"Nyesel aku bilang seperti itu tadi". ucap Rika karena tau akan seperti apa malam yang akan dia lewati kedepannya.


__ADS_2