Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Rencana Angga


__ADS_3

Mereka sampai di rumah.


Angga mengajak Rika dan Dian untuk memasak semua yang mereka beli tadi.


Sebelum memasak Rika bertanya "Kenapa harus semua nya di masak, kan sayang kalau tidak habis".


"Sudah jangan banyak nanya", jawab Angga.


Dian pun berkata "Iya mas kan mubajzir kalau tidak habis".


"Kalau makanannya tidak habis bagiin tetangga saja sayang, itung itung mas syukuran karna lamaran mas di terima".


Deg. Pipi Dian merona, Dian sangat malu karna di panggil sayang oleh Angga.


"Sama pasangan ngomong nya lembut banget, tapi kalau sama aku ketus mulu".


"Ingat ka kalau bukan karna aku kaka tidak akan bertemu Dian dan memilikinya".


"Iya adik ku sayang makasih, kamu sudah susah payah merencanakan ini".


"Tidak menerima ucapan terimakasih saja" jawab Rika.


"Terus kamu mau apa?"


"Aku mau kaka rayu ibu ku, agar dia mau nerima pacar aku". Rika tersenyum.


"Oh tidak bisa, jangan kan bibi kaka juga tidak setuju".


"Mending kamu minta yang lain, misalnya tas mahal atau sejumlah uang".


"Aku tidak matre, kaka, Ya sudah nanti saja jika aku butuh bantuan kaka, kaka harus membantu ku".

__ADS_1


"Baiklah asal jangan meminta kaka untuk melawan ibu mu saja".


Rika mengangguk dan mulai membantu Dian yang sudah dari tadi mempersiapkan bahan masakannya.


Sore hari Ibu Siti baru datang, karna Ibu tadi kerumah ka Sinta karna ada keperluan, Ibu melihat makanan yang sudah tersaji di meja makan dan berkata.


"Ini makanannya ko banyak sekali?".


"Iya nih bu katanya buat syukuran karna Dian nerima ka Angga". ucap Rika.


Angga tersenyum begitu pula dengan Ibu, lalu Ibu pergi untuk membersihkan diri.


Setelah ibu masuk ke kamar mandi.


Terdengar suara mobil di depan rumah.


"Itu suara mobil siapa", tanya Rika.


Sementara Angga pergi ke depan untuk menyambut kedatangan orang tuanya,


ya tadi pagi angga meminta agar mereka datang untuk melamar Dian secara resmi.


Pak Romli yang baru pulang menyernyitkan dahinya.


"Siapa ko nak Angga mencium tangan mereka".


Deg.


"Apa mungkin itu orang tua Angga?".


Bapa langsung masuk ke rumah lewat jalan samping.

__ADS_1


"Kalian sedang apa?" tanya bapa karna baru masuk dapur bapa di kejutkan dengan makanan yang banyak.


Ibu yang baru keluar dari kamar mandi pun menjawab,


"katanya nak Angga mau syukuran karna Dian menerimanya".


Bapa menggelengkan kepalanya dan berkata


"Apa ibu tidak tau di luar ada siapa?"


"Tidak, memang tadi ibu dengar ada suara mobil tapi ibu tidak tau itu siapa, ibu pikir mungkin itu tetangga".


"Bukan bu tapi kayanya orang tua Angga"


Ibu dan Dian kaget mendengar perkataan bapa, sementara Rika langsung ke depan untuk mengintip apakah benar yang di katakan bapa.


Setelah melihat kedepan, rika langsung kembali ke dapur. "Mereka memang orang tua ka Angga". ucap Rika.


Lalu Rika menyuruh Dian mandi dan ganti baju.


Ibu dan bapa yang panik melangkah ke sana kemari tanpa tujuan yang pasti.


Rika yang melihatnya sangat pusing, " Bapa ibu bisakah kalian tenang, mereka tidak akan memakan kita. Ibu dan bapa pun menarik napas mereka dalam dalam agar bisa lebih tenang.


"Terus kami harus apa?" tanya Ibu.


"Bapa mandi dan ganti baju!, dan ibu temui mereka di depan, sedangkan aku menyelesaikan masakan kami".


Sementara di luar Angga sedang menjelaskan maksud dan tujuannya menyuruh kedua orangtuanya datang ke rumah Dian, setelah selesai Angga mengajak kedua orangtuanya masuk.


tapi sebelum masuk ibu sudah menyambut mereka di depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2