
Keesokan harinya Angga sudah siap untuk mengantar mertuanya menemui kedua orang tuanya.
Ibu Siti, Pak Romli juga Deri sudah siap berangkat dan mereka sudah berada di halaman sambil menunggu Dian yang belum menunjukan batang hidungnya sama sekali.
Angga yang sudah berada di halaman masuk kembali kedalam rumah untuk melihat apa yang sedang di istrinya lakukan.
Angga mencari Dian ke kamarnya tapi Dian tidak ada,
"Kemana dia pergi bukannya tadi dia juga sudah siap".
saat Angga keluar kamar dia mendengar suara orang muntah dan Angga langsung menuju kamar mandi karena dia baru ingat jika Dian akan muntah-muntah di pagi hari.
Angga melihat Rika sedang membantu Dian, lalu dia mengambil alih Dian " Maaf aku lupa". Dian hanya menggelengkkan kepalanya.
Angga membantu dian berdiri dan menuntun Dian duduk di atas kursi. "sayang minum dulu" ucap Angga sambil memberikan minum yang di berikan Rika.
"Mas maaf aku tidak bisa ikut mengantar ibu dan bapa" ucap Rika dengan suara yang lemah
"Iya tidak apa-apa sayang" ucap Angga.
__ADS_1
Setelah melihat Dian lebih baik Angga menemui mertuanya dan berkata jika Dian tidak bisa ikut mengantar mereka karena Dian masih merasa mual.
Ibu yang mendengar Dian sedang tidak baik-baik saja langsung masuk rumah untuk melihat anaknya, Bu Siti masuk dengan langkah yang lebar.
"Dian apa kamu baik-baik saja?". tanya Bu Siti
"aku baik-baik saja bu, ini hanya bawaan bayi", ucap Dian dengan suara yang lemah, lalu Dian berkata lagi
"maaf bu Dian tidak bisa mengantar kalian".
"Iya ibu mengerti, sebaiknya kamu istirahat dulu" ucap ibu Siti, Dian menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya, "Kasihan sekali kamu nak, semoga rasa mual mu hanya di bulan pertama saja.
Ibu keluar kamar dan menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan Dian yang sudah terlelap, ibu langsung menuju halaman untuk menemui Suaminya,
Kemudian Ayah berkata jika dia menyetujui apa yang di ucapkan Istrinya.
"Nak Angga maafkan kami karena kami tidak jadi menemui orangtua mu".
"kenapa tidak jadi pak bu" ucap Angga melihat kedua mertuanya bergantian.
__ADS_1
" kami tidak mungkin datang ke sana tanpa Dian".
Angga mengangguk tanda mengerti keputusan mertuanya.
"Pak, bu apa kalian mau ikut dengan ku?".
"memangnya kamu mau kemana?". tanya bapa
"Aku mau melihat rumah ku pak bu". ucap Angga
"baiklah bapa ikut dari pada disini tidak ada kerjaan", sedangkan ibu berkata jika dia tidak bisa ikut ksaena khawatir Dengan Dian.
"Baiklah jika seperti itu kami pamit bu".
Angga kemudian mengajak pak Romli dan Deri untuk bejalan kaki saja, karena motor Rika di pakai Bu Mila ke pasar di antar anak laki-lakinya.
Mereka sampai di rumah Angga yang sudah selesai tinggal menunggu proses akhir. "Nak apa kamu tidak salah membangun rumah sebesar ini". tanya pak Romli
"Tidak pak, aku membuatnya sebesar ini agar banyak kamar, agar jika ada keluarga yang menginap mereka akan tidur di kamar tidak seperti semalam, mari pak masuk kedalam
__ADS_1
Pak Romli langsung masuk kedalam rumah yang di bangun Angga, dia terkejut saat melihat Rumah Angga dari dalam.
"Deri pun sama Dia tekejutny dan dia mulai mengabadikannya dengan ponselnya.lalu mengunggahnya.