
Tok tok tok.
"Masuk!", ucap Dian.
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Fahmi". ucap mas Agus.
Fahmi menganggukan kepalanya,
"Iya mas, baru saja mas Fahmi sadar".jawab Dian.
"Dian kamu pasti belum sholat".
"Belum mas".
"Sekaran kamu sholat dulu!, Biar mas yang jagain Fahmi".
Dian pun pergi ke mushola, setelah selesai Dian pun membeli sarapan untuk diri nya, mas Agus dan mas Angga.
Dian pun kembali, dian melihat mas Agus duduk di luar, lalu Dian melihat kedalam ruangan Fahmi, terlihat ada dokter di dalam ruangan Fahmi yang sedang memeriksa Fahmi. Dian pun menghampiri mas Agus.
"Ini sarapan untuk mas!". ucap Dian, mas Agus pun menerimanya.
"Mas?, mas Angga kemana?", tanya Dian.
"Tadi dia langsung pergi setelah sholat, mau pamit sama kamu, kamu nya masih tidur".
"Kenapa aku tidak di bangunkan!".
"Kasian katanya", jawab mas Agus.
__ADS_1
"Oh iya, mas juga tidak bisa
menemani kamu lagi, soalnya mas harus pulang, karna ada rapat siang nanti".
"Iya mas tidak apa apa, mungkin sebentar lagi keluarga mas Fahmi akan datang".
Setelah sarapan mas Agus pamit pulang dan tidak berselanglama orang tua mas Fahmi datang dengan ayah mas Fahmi.
"Assalamu'alaikum nak".
Wa'alaikummussalam", jawab Dian sambil mencium tangan ibu dan ayah mas Fahmi.
"Bagai mana keadaan Fahmi nak".
"Alhamdulillah mah, tadi sudah sadar, tapi katanya mas Fahmi harus di rawat di sini beberapa hari".
"Ibu fahmi menganggukan kepalanya".
"Kenapa ke rumah Rika kenapa tidak ketempat kos kamu?", tanya mamah Sintia. Yang tidak tau jika Dian sudah pindah ke kampungnya.
Dian tersenyum dan berkata "karna beberapa hari yang lalu Dian sudah keluar dari kos kosan Dian".
Sintia berpikir mungkin Dian sekarang tinggal bersama Rika.
Satu minggu berlalu, selama satu mingga itu Dian dan mamah Sintia bergamtian menjaga Fahmi, dan selama itu Dian tinggal di rumah Rika, siang hari Dian membantu ibu Rika di warung, dan malam hari Dian menemani Fahmi di rumah sakit.
Hari ini Fahmi sudah di perbolehkan pulang.
Dian mengantar Fahmi kerumahnya. Merekapun masuk ke rumah orangtua Fahmi.
__ADS_1
"Ibu pamit, ke dapur untuk membuat minum".
Sedangkan Dian mengantar Fahmi ke kamarnya, karna Fahmi ingin istirahat. Karna selama seminggu ini Dian selalu berada dengan Fahmi di satu ruangan hanya berdua jadi Dian tidak merasa canggung masuk ke dalam kamar Fahmi, padahal biasanya Dian tidak pernah mau masuk ke kamar Fahmi jika dia sedang ke rumah Fahmi.
Setelah Fahmi tertidur Dian pamit untuk pulang ke rumah Rika.
"Nak, apa tidak sebaiknya kamu tinggal di sini saja!". Dian hanya tersenyum. Sintia yang melihat senyuman Dian pun berkata.
"Ya sudah kalau tidak mau, mamah tidak akan memaksa". karena Sintia tau Dian tidak pernah mau menginap di rumahnya karna beberapa alasan dan mamah Sintia menghargai itu.
"Terimakasih mah, karna tidak memaksa Dian tinggal disini". ucap Dian.
"Iya sama sama".
Dian pun pulang ke rumah Rika, "assalamu'alaikum Bu".
Ibu Rika pun menjawab salam Dian, "Kenapa baru pulang, biasanya jam 7 kamu sudah ada di rumah". Tanya ibu.
Dian tersenyum, "Iya bu, soalnya tadi mas Fahmi sudah boleh pulang jadi Dian mengantar mas Fahmi dulu.
Seperti biasa Dian membantu ibu berjualan di warungnya.
"Bu, sepertinya besok Dian harus pulang".
"Kenapa harus pulang nak?".
Dian tersenyum, dan berkata " Dian sudah tidak punya uang Bu".
"Sebentar ".
__ADS_1
Ibu pun masuk ke dalam rumah, dan mengambil uang yang pernah di berikan Dian untuk biyaya makan Dian selama tinggal di rumahnya.