
Sedangkan Angga di kamar sedang menerima telpon dari Rika. Mereka membahas di mana Angga dan Dian akan tinggal.
Terdengar suara pintu yang di buka.
"Mas" ucap Dian sambil membuka pintu.
"Iya sayang". Ucap Angga dengan suara yang sangat lembut dan itu membuat Rika ingin menggoda Angga.
"Duh pengantin baru kayanya lagi romantis- romantisnya, sampai bilang sayang saja membuat para jomblo menjerit". ucap Rika.
" Sayang kemari". ucap Angga, Dianpun menghampiri Angga dan bertanya, "Ada apa mas?".
"Ini lo adik mas yang katanya jomblo, sedang menjerit", ucap Angga tersenyum.
"Maksud mas Rika?".
"Iya, Rika".
"Sejak kapan dia jomblo?"
"Tidak tahu, sebentar mas kencangkan suara telponnya". Setelah volumenya di perbesar Angga pun bertanya pada Rika.
"Rika istri mas bertanya katanya sejak kapan kamu jomblo?".
__ADS_1
"gayagayaan pake bahasa istri mas segala, Dian saja kali ka, tidak usah pakey kata istri mas segala rasanya kuping aku gatal mendengarnya".
"Biarin, yang gatal kan telinga kamu bukan telinga kakak"
"Wah Dian kamu kasih makan apa kakak ku sampai selebay ini?".
"Aku tidak memberinya apa-apa". ucap Dian yang tidak mau di salahkan.
"Ih sayang, kata siapa kamu tidak memberi ku apa-apa?". ucap Angga.
"Ya kata aku lah, kata siapa lagi?".
"Yakin nih ceritanya tidak memberi mas apa-apa, terus yang semalam dan juga tadi apa?".
"wah, wah, wah, sepertinya kakak ku ini sudah merasakan yang namanya nikmat dunia". ucap Rika.
"Kamu tau saja, tapi sepertinya istri kakak masih bingung ".
Karena Dian tidak mengerti apa yang Angga dan Rika bahas Dianpun keluar dari kamarnya.
"Sabar Ka, Dian memang kurang nyambung jika membahas hal-hal seperti itu".
"Oh pantas saja, mas pikir istri mas cuman menggoda mas dengan berpura pura tidak mengerti, ternyata memang istri mas polos".
__ADS_1
"Dian memang seperti itu, mungkin karna pikirannya yang masih bersih dari hal hal seperti itu, tapi aku yakin jika sudah menikah pasti dia akan mengerti, Eh ngomong ngomong yang di omongin ko tidak bersuara?".
"Tentu saja istri mas tidak akan menjawab, karna orangnya sudah pergi dari tadi".
"Dasar, nah gitu Ka, Dian suka kaya gitu, kalau lagi bahas yang menjurus ke arah sana pasti dia pergi, nah kalau Dian pergi kaya gitu berarti Dian mengerti apa yang kita bahas".
"Aneh juga ya mas jadi penasaran ingin bertanya alasannya apa?".ucap Angga, "Eh iya sekarang kamu panggil kakak mas saja".
" Tidak mau aku nyamannya panggil kakak saja, panggilan mas itu aku khususkan untuk suami ku nanti".
"Ya sudah tidak apa-apa jika kamu memang nyaman nya panggil kakak, Ya sudah kakak tutup dulu telponnya kakak sudah lapar dari semalam olah raga terus".Telpon pun terputus.
Angga keluar kamar untuk menemui Dian.
Angga langsung ke dapur, karena Angga pikir Dian sedang di dapur, tapi setelah Angga sampai di dapur dia tidak melihat siapapun di sana, Angga pun menuju halaman, dan Dian sedang mengepel lantai,
"Sayang",
"Iya ada apa?". tanya Dian.
"Aku sangat lapar".
"Kalau lapar ya tinggal makan mas, Dian kan tadi sudah bilang kalau mas lapar, makanan ada di atas meja makan".
__ADS_1