
"Sayang" ucap Fahmi
"Apa?".
"Apa mas boleh memintanya lagi".
Rika menggelengkan kepalanya tanda jika dia tidak mau melakukannya lagi
"Ayolah sayang mas benar-benar menginginkannya lagi, mas janji kali ini mas akan melakukannya sangat pelan".
"Tidak mau pokonya tidak mau aku cape mas Fahmi"
"kamu cape kenapa perasaan dari tadi kamu hanya rebahan dan menerima semua sentuhan ku saja".
"Mas... kamu pikir nahan sakit itu tidak nguras tenaga apa?". ucap Rika sambil menggeser badannya.
"hey mau kemana" ucap Fahmi sambil menggeser tubuhnya juga.
"mas setop" ucap Rika karena dia sudah berada di pinggir tempat tidur "Mas diam di situ".
"Tidak mau" ucap Fahmi sambil terus menggeser tubuhnya tanpa melihat jika Rika sudah berada di pinggir tempat tidur dan brug "Mas..." teriak Rika karena merasakan sakit di bagian pantatnya.
"Maaf tidak sengaja sayang, salah siapa menjauh terus ya jadi begini"'. ucap Fahmi sambil membantu Rika berdiri.
"Mas aku itu jatuh bukannya di elus ni pantat malah" ucapan Rika terhenti karena merasa geli karena Fahmi mengusap pantatnya.
__ADS_1
"Mas kamu ngapain geli tau".
" lagi ngusap pantat mu dan membayangkan sesuatu yang nikmat".
"Astagfirullah mas lepasin kalau tidak aku akan teriak".
"Teriak saja sayang, toh tidak ada yang akan mendengar teriakan mu". ucap Fahmi yang sudah duduk dan melihat Istrinya berdiri tanpa bus...na
Rika langsung mengambil kain sarung dan menutupi tubuhnya karena sadar jika dia sedang tidak memakai apa pun, lalu Rika berteriak "Ibu tolong Rika",
karena melihat suaminya yang biasa saja tidak terlihat panik, Rika pun bertanya "mas kenapa kamu biasa saja".
"Memangnya mas harus apa".
"ya cegah aku biar tidak berteriak lah apa lagi".
"iya ingat peredam suarakan, memangnya kenapa?"
"Mas sudah masangnya jadi mau kamu teriak sampai serakpun tidak akan ada yang mendengar mu".
"Mas ihh" ucap Rika kesal lalu dia melangkah untuk menjauh dari Fahmi namun tiba-tiba Fahmi menarik tangannya dan brug.. Rika terjatuh menimpa Fahmi yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.
"Maaf sayang kali ini mas tidak menerima penolakan, jadi mau tidak mau kamu harus mau" ucap Fahmi sambil melakukan pemanasan.
*
__ADS_1
Suara kokokan ayam terdengar seperti sebuah alarem di pagi hari, tapi suara itu tidak bisa membangunkan Rika dan Fahmi.
Mereka masih tertidur sampai suara ponsel Rika berbunyi untuk yang kesekian kalinya.
"Sumpah itu suara ponsel siapa berisik sekali".
"Itu ponsel ku mas".
"Akat gih berisik mas masih ngantuk'.
"Tidak mau, aku juga masih ngantuk, jadi mas saja yang mengangkatnya" ucap Rika yang masih memejamkan matanya.
Fahmi mengalah dan dia mengambil ponsel Rika lalu menerima panggilan tersebut " Rika kenapa baru di angkat dari tadi kakak menelpon mu".
"Hei Kakak tidak ada ahlak kenapa mengganggu kami? Rika masih tidur".
"sengaja, cepat bangunkan dia"
"Iya baiklah".
"Sayang bangun ini bos mu yang menelpon"
"Bos" kaget Rika dan langsung membuka matanya lalu melihat jam dan langsung bangun lalu turun dari tempat tidurnya namun saat dia akan melangkah dia merasakan sakit di bagian inti tubuhnya, dan dia langsung diam ditempat dan berkata
"Mas.. ini gara-gara kamu aku kesiangan dan sekarang aku sulit berjalan".
__ADS_1
Fahmi yang mengerti ucapan Rika langsung menggendong Rika dan membawanya ke kamar mandi.