Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Berangkat ke rumah Fahmi


__ADS_3

Keesokan paginya Rika sudah bersiap untuk berangkat ke rumah Fahmi, Dia hanya tinggal menunggu Fahmi menjemputnya.


"Ih itu orang lama banget, dia yang membuat janji dia yang ingkar". ucap Rika kesal pasalnya Fahmi mengajak Rika berangkat pukul 7, dan sekarang sudah pukul 7,30 tapi dia belum terlihat.


"Sabar, siapa tau dia ada keperluan mendadak, kenapa kamu tidak menelepon dia!". ucap ibu


"Rika tidak punya no dia bu".


"kenapa tidak bilang dari tadi, sebentar ibu ambil ponsel ibu dulu".


"Tunggu bu " ucap Rika sambil memegang tangan ibunya. "Sejak kapan ibu punya no dia?"


"Sejak dia sering datang kesini".


Ibu pun pergi mengambil ponselnya, tapi saat ibu kembali mobil Fahmi sudah mulai memasuki halaman rumahnya.


"Tuh yang di obrolin datang" ucap ibu. "kamu jadi minta nonya sama ibu atau minta langsung sama orangnya?".


"Nanti saja bu minta sama orangnya".


Fahmi turun dari mobilnya, dia menghampiri ibu dan Rika.


"Sudah siap ka?".


"Sudah dari tadi aku nunggu kamu, untung aku manusia jika tidak aku sudah berakar", ucap Rika ketus.


"Ya maaf aku telat, tuh bannya kempes jadi aku ke tempat tambal ban dulu baru kesini".


"Oh ", jawab Rika.


"Kamu itu, jangan gitu kalau ngomong sama aku".

__ADS_1


"Sudah ayo berangkat!". ajak Rika


"Idih yang sudah tidak sabar bertemu calon mertua" ledek Fahmi.


"Kau" ucap Rika kesal.


"Ya sudah kalian berangkat sana!".ucap ibu


"Ibu ngusir aku?".


"bukan, tapi ibu harus ke pasar, jika kalian terus seperti ini, ibu bisa lebih kesiangan lagi".


"Maaf ya bu gara gara aku ibu jadi kesiangan". ucap Fahmi


" Tidak apa-apa sudah sana berangkat".


"Ya sudah kalau begitu, Rika pamit Bu doakan Rika agar di jauhkan dari segala macam marabahaya".


"Heh kita itu mau ke rumah ku bukan mau perang". ucap Fahmi.


"Justru ini lebih berbahanya dari perang".


"Ko bisa?". ucap Fahmi heran.


"Bisalah, secara kamu sudah tidak membenci aku lagi, itu lebih bahaya dari apapun".


"Sudahlah, aku pusing mendengar mu, cepat masuk kita berangkat!"


"Bu Fahmi pamit". ucap Fahmi sambil menyodorkan tangannya.


"Iya, nitip Rika".

__ADS_1


Fahmi mengangguk dan mengucap salam. "Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikummussalam, hati-hati di jalan jangan lupa kabari ibu jika sudah sampai".


"Iya bu", jawab Rika karena dia belum masuk mobil.


Merekapun berangkat menuju rumah Fahmi, saat sedang di perjalanan Rika bertanya pada Fahmi.


"Fahmi" .


"Apa?".


"Apa tidak sebaiknya kamu tidak usah tinggal di rumah mu saat aku berada di sana?".


"kamu ini ya tidak mungkinlah, pertama Ibu ku sedang sakit dan yang kedua aku sudah keluar dari kosan dan membawa semua barang-barang ku, tidak mungkinkan aku kembali ke sana".


Rika diam tidak berbicara karena membenarkan apa yang di ucapkan Fahmi, "Aku harus bagai mana agar dia tidak tinggal di rumahnya" ucap Rika dalam hati


Rika terus berpikir dan dia teringat sesuatu. "Tunggu masih ada satu orang yang bisa membantu ku", batin Rika.


Setelah 1 jam berkendara, akhirnya mereka sampai di rumah Fahmi, Rika turun dan langsung menuju pintu rumah Fahmi. belum juga Rika sampai, pintu sudah terbuka dan tante Sintia keluar bersama suaminya.


"Assalamu'alaikum tante, om". ucap Rika sambil menyodorkan tangannya, merekapun menjawab salam Rika dan bertanya.


"Kenapa kalian lama sekali?".


"Maaf tante tadi ban mobilnya kempes".


"Oh, yasudah ayo masuk!".


"iya tante", ucap Rika sambil mengikuti tante Sintia.

__ADS_1


"Duduk dulu", Rika pun menganguk dan duduk.


__ADS_2