Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Angga mengundurkan diri


__ADS_3

Tiba-tiba Dokter memberikan selamat pada mereka karena sebentar lagi mereka akan menjadi Orang tua.


Dian meneteskan air mata karena merasa bahagia. sedangkan Angga tersenyum dan berkata "Alhamdulillah akhirnya bibit ku sudah tumbuh". tapi hanya dalam hati.


Mereka menemui Rika, karena Angga tidak tega melihat Dian yang terus merasa mual Angga menyuruh Rika untuk menebus obat.


Sementara Angga dan Dian menunggu Rika di luar.


Rika datang dan memberikan obatnya, lalu Rika bertanya apa Dian baik-baik saja, Rika tau Dian masuk keruang Dokter kandungan tapi Rika tidak yakin jika Dian sedang hamil.


Angga memasang wajah sedih, dan itu membuat Rika cemas " kakak ada apa cepat katakan jangan membuat ku khawatir".


" Dian tidak apa-apa Rika, hanya saja" Angga menjeda ucapannya, dan itu membuat Rika semakin khawatir.


"Dian kenapa kak?" tanya Rika lagi


sementara Dian tidak bersuara karena rasa mualnya, l Angga melanjutkan ucapannya dan berkata jika Dian sedang hamil.


Rika yang mendengar jika Dian sedang hamil langsung memeluk Dian dan memberikan selamat.


"Akhirnya aku akan punya keponakan" ucap Rika sambil mengelus perut Dian.

__ADS_1


Mereka sampai di rumah Rika, Angga memutuskan untuk tinggal Di sana sementara waktu, sampai Rumah mereka selesai di bangun, karena tidak mungkin jika Dian masih tinggal di kosannya saat sedang mengandung seperti ini.


Mereka masuk kedalam dan Angga meminta ijin pada bu Mila untuk sementara mereka akan tinggal di rumahnya. Ibu Mila mengijinkannya dan merasa senang saat mendengarnya.


Setelah mendapatkan ijin Angga pamit untuk mengambil barang-barang yang diperlukan mereka, selama tinggal di rumah Rika.


*


Setelah Angga tau jika Dian sedang hamil Angga memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan membantu mengurus perusahan ayahnya, karena menurut Angga jika dia bekerja di perusahaan ayahnya dia bisa libur kapanpun saat Dian membutuhkannya berbeda jika dia masih bekerja di perusahaan orang lain.


Hari itu Angga berangkat kerja untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dan berpamitan pada rekan kerjanya termasuk Fahmi.


Mereka sudah tau pasti saat ini akan tiba dimana Angga atau Fahmi akan meninggalkan mereka dan meneruskan bisnis orangtua mereka.


"Angga semoga kamu sukses, di sana". ucap Fahmi.


Angga menganggukkan kepalanya, dan berkata


"kamu juga, dan semoga secepatnya kamu mendapatkan pengganti Rika".


"Aamiin" ucap Fahmi.

__ADS_1


Anggapun berpamitan pada yang lain, setelah itu Angga membawa barang-barangnya dan keluar dari gedung tersebut.


Angga yang baru tiba di halaman rumah Rika melihat mobil orangtuanya, dia keluar dan masuk kedalam.


Setelah masuk Angga mencium tangan kedua orangtuanya, dan duduk di tengah tengah orang tuanya.


" kapan kalian sampai?" tanya Anngga


"Kami baru sampai sayang, sayang apa tidak sebaiknya kamu tinggal di Rumah kami?". ucap bunda


"Maaf bunda bukan aku tidak mau tapi aku sudah terlanjur membangun Rumah di dekat sini".


"Kenapa kamu memilih membangun Rumah padahal kamu bisa tinggal bersama kami?". ucap bunda.


" Aku hanya ingin mandiri Bun".


"yasudah terserah kamu, Bunda memaksa juga percuma".


Angga tersenyum dan berkata "terimakasih bunda" lalu Angga mencium bundanya.


"Eh kenapa kamu seperti ini?" ucap bunda merasa aneh karena tidak biasanya Anngga menciumnya.

__ADS_1


"Entahlah bun pokonya Angga sayang bunda". ucap Angga lalu mencium bundanya lagi dan langsung berdiri karena tidak mau mendapat cubitan lagi dari sang Ayah.


__ADS_2