Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
bertemu calon mertua


__ADS_3

"Memang Ibu meminta apa sampai kamu tidak bisa tidur".Tanya Fahmi.


"Ibu minta agar aku mengajak mas ke kampung untuk di kenalkan pada keluarga, apa mas mau?". Tanya Dian.


"Mas kira ada apa, iya mas mau".


"Terimakasih mas, kalau begitu besok sore kita berangkat!".


"Iya sayang".


Tibalah Dian dan Fahmi di depan rumah orangtua Dian. "Assalamu'alaikum, Bu. Bu".


Tidak berselang lama terdengar jawaban salam dari dalam rumah dan pintu pun terbuka.


"Eh nak kamu sudah sampai". Lalu Ibu melihat kearah Fahmi, "apa ini calon mu nak?". Tanya Ibu.


"Iya Bu", dian dan fahmi mencium tangan Ibu.


"Ayo masuk", ajak ibu. silahkan duduk maaf rumah dian begini adanya, sebentar ibu ambil minum dulu.


"Iya Bu". jawab Fahmi.


Ibu pun datang dengan Bapa, sambil membawa minuman dan makanan Ringan.


Dian dan fahmi mencium tangan Bapa, "nak apa ini calon kamu?". tanya Bapa


"Iya pa", jawab Dian.


Ibu, Bapa dan Fahmipun bercerita, sementara Dian hanya mendengarkan saja.

__ADS_1


sementara di kamar Sinta sedang melamun.


"Kenapa hati ini sakit, melihat Dian membawa pasangannya ke rumah". Sinta tidak tau kenapa hatinya terasa sakit.


"Ya Allah apa aku akan kuat jika nanti Dian mendahului ku menikah".


Tanpa terasa air mata Sinta menetes, karna Sinta mengingat almarhum calon suaminya.


Fahmi melihat jam di tangannya, lalu dia berkata "Pak, Bu, saya pamit dulu".


"Lo ko pamit memangnya kamu mau kemana?". Tanya Bapa.


"Saya mau kerumah Kakek saya Pak".


"Bapa kira kamu mau menginap di sini".


"Tidak Pak".


"Di kampung sebelah Pak".


"Berarti kamu sudah tau daerah sini".


"Iya Pak, dulu saya tinggal di rumah Kakek dan pindah ke kota setelah saya lulus sekolah, kalau begitu saya pamit sekarang". fahmipun mencium tangan Bapa dan Ibu lalu mengucapkan salam.


Fahmi tiba di rumah kakeknya.


"Assalamu'alaikum , ke.ke. dari dalam terdengar Kakek menjawab salam Fahmi dan langsung membuka pintu.


"Cucu kakek, kenapa tidak bilang jika kamu mau kesini dan kenapa datangnya malam sekali?".

__ADS_1


Fahmi tidak menjawab pertanyaan Kakeknya.


"Apa kakek senang melihat Fahmi datang?".


"Tentu saja kakek senang melihat kamu datang, masa iya kakek marah, tapi ada angin apa kamu datang kesini tidak biasanya".


"Ah kakek tau aja".


"Ya tau kan kamu cucu kakek, kamu habis nganter cewe kan?".


"Iya kakek bener, tadi aku nganterin Dian anak Pak Romli, kakek tau kan kembang desa di kampung sebelah itu".


"Apa kamu tidak sedang bercanda kan, ko bisa, kamu pacaran sama Dian?".


Ya Dian adalah seseorang kembang desa, dia terkenal baik dan sholehah dan jangan lupakan dia jga jadi rebutan para pemuda karna parasnya, tpi dari sekian banyak pemuda yang mendekatinya tidak pernah ada satupun yang bisa menaklukan hatinya.


"Bisa dong kek, Fahmi gitu, tidak ada perempuan yang tidak bisa fahmi taklukkan".


"Baru pacaran saja sudah sombong, kalau kamu sudah nikah sama dia baru kamu boleh sombong".


"Nak, menurut Kakek mending kamu lamar dia besok, mumpung kamu lagi di sini, biar kake yang jadi wali kamu,,


"Tidak perlu kek, kakek tenang saja, tidak ada yang akan merebut Dian dari aku".


"Percaya diri sekali kamu, kalau orang tua dian menjodohkan Dian dengan pilihan mereka bagai mana?".


"Ya tidak mungkin lah kek".


"kok tidak mungkin, ya mungkin lah karna tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini".

__ADS_1


Fahmi berpikir dan sesaat kemudian dia berkata. "Kalau aku melamarnya besok tidak mungkin, karna toko emas tidak ada yang buka hari minggu kakek".


__ADS_2