Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
kesepakatan


__ADS_3

Fahmi melepaskan pangutannya karena tidak mau Dian curiga.


"Rika apa kamu masih di sana?" tanya Dian


" iya maaf barusan aku ke toilet dulu" ucap Rika berbohong.


"Oh pantas saja aku kira kamu kemana, eh iya kapan kamu akan main lagi ke sini aku ingin bertemu kamu ka ingin bercerita banyak hal pada mu?"


"Mungkin nanti jika aku libur kerja aku usahakan pergi ke rumah mu".


"janji ya aku tunggu lo".


"Iya aku janji". ucap Rika


"awas kalau kamu bohong".


"Tidak akan Dian kapan aku pernah berbohong pada mu?".


"Tidak pernah sih, tapi kali aja setelah menikah kamu berubah".


"Aku tidak akan berubah karena aku bukan pahlawan super" ucap Rika sambil tertawa.


"eh dasar aku ngomong serius kamu malah bercanda".


"Maaf biar ga kaku saja obrolan kita".


"Ka aku tutup telponnya semoga cepat sembuh dan sampaikan salam ku pada mas Fahmi"


lalu telpon pun terputus karena Rika mematikan sambungan teleponnya karena merasa tidak suka jika Dian memanggil suaminya dengan kata mas.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" tanya Fahmi karena khawatir melihat raut wajah Rika yang berubah.


"Aku tidak apa-apa".


"Tidak apa-apa tapi mukanya di tekuk gitu, emang Dian bilang apa sama kamu, sampai kamu seperti ini".


Bukannya menjawab Rika malah mengalihkan perhatian Fahmi dengan meminta makanannya karena dia sudah merasa lapar.


Fahmi meminta maaf karena dia lupa jika mereka akan makan malam, dia lupa karena terlalu fokus melihat Rika mengobrol dengan Dian.


Fahmi menyuapi Rika dan Rika pun menyuapi Fahmi,


Rika yang merasa jika acara makan malam mereka biasa saja berkata.


"Mas ayo lomba makan kerupuk".


"Maksudnya".


"ayo, tapi apa hadiahnya".


"Hadiahnya makan kerupuk sepuasnya" ucap Rika tertawa


"ah jika hadiahnya hanya itu mas tidak mau".


"Memangnya mas mau hadiahnya apa?".


"Apa boleh jika hadiahnya itu" ucap Fahmi sambil menunjuk hal yang di inginkannya.


"Mas aku masih sakit".

__ADS_1


"Kamu jangan bohong sayang, mas tau kamu sudah baik-baik saja".


"aku tidak bohong mas, tapi jika mas tidak percaya ya sudah".


Fahmi tertawa dan berkata "Mas hanya bercanda sayang, mana mungkin mas tega melakukannya di saat kamu masih belum benar-benar pulih, sudah ah sekarang kamu sikat gigi cuci tangan cuci kaki dan cepat tidur!"


"Baiklah"ucap Rika dan langsung berjalan ke kamar mandi.


Sementara Fahmi membereskan piring dan gelas bekas mereka makan untuk dia bawa ke dapur.


Fahmi sudah kembali ke kamarnya dan melihat Rika sudah terlelap dalam mimpinya lalu dia berkata "Cepat sekali dia tertidur". dan Fahmi pun melakukan hal yang sama tidur di samping Rika dan memeluknya.


*


Keesokan paginya Rika terbangun pada jam 3pagi, karena dia tidak bisa melanjutkan tidurnya Rikapun berniat menjahili suaminya dengan melukis wajah suaminya dengan lipstik, namun baru saja Rika menggoreskan lipstiknya Fahmi sudah membuka matanya dan langsung menahan tengkuk Rika.


Rika memberontak berharap bisa terlepas seperti kemarin namun sayang Fahmi tidak mau mengalah seperti sebelumnya, "Mas jangan" ucap Roka namun Fahmi tidak mendengarkanya.


cup Fahmi mengecup bibir Rika sekilas karena dia baru ingat jika Rika baru saja sembuh.


"Kamu selamat sayang karena aku melepaskan mu pagi ini".


"Kenapa seperti itu mas?"


"Karena mas baru ingat jika kamu baru sembuh".


"Tapi aku sudah sembuh".


"Apa mas tidak salah dengar sayang, kamu seperti mengatakan sebuah kode".

__ADS_1


"Iya mas, tapi dengan satu sarat jangan pernah lagi berencana untuk membuat ku kesiangan hanya agar aku berhenti berkerja, jika sudah saatnya aku juga akan berhenti bekerja".


"Setuju" ucap Fahmi senang.


__ADS_2