
Angga membuka pintu ruang rapat dengan kepala yang menunduk karena memikirkan masalahnya.
Tiba-tiba semua orang berteriak "kejutan". Anggapun mengangkat kepalanya dia kaget mendengar mereka berteriak.
Angga melihat kebelankang mungkin ada yang berulang tahun dan kebetulan dia ada di depan orang yang sedang berulang tahun itu, tapi saat melihat kebelakang Angga tidak melihat siaapa pun, dan saat Angga membalikan badan semua orang sudah bersiap untuk menyalaminya. "Apa jangan jangan mereka mengerjai aku". batin Angga.
Ketua dipisi pun maju dan berkata, "selamat ya atas pernikahan mu, kami ikut senang, walau kami sedikit kecewa karena kamu tidak mengundang kami, tapi tenang kami mengerti alasan mu tidak mengundang kami, Sekali lagi selamat".
Anggapun berkata "aku pikir kalian marah padaku",
"kenapa kami harus marah, mungkin kalau yang di pojok sana pantas marah padamu karena kamu menikahi mantannya, eh tapi tidak pantas juga dia marah karena mereka sudah putus, ya sudahlah pokonya selamat", ucap rekan kerja Angga yang lain.
"Kasihan sekali dia cuman jadi penjaga jodoh mu Ga". lalu dia mengucapkan saelamat.
__ADS_1
Angga pun tersenyum karena yang di katakan rekan kerjanya benar adanya.
"Sabar mas Fahmi nanti juga kamu akan mendapat jodoh yang mencerminkan diri mu, tenang jangan berkecil hati, Allah menciptakan mahluknya berpasang pasamgan ko, siang pasangannya malam, gelap pasangannya terang, bulan pasangannya matahari, nah kalau mas Fahmi sudah jelas bukan pasangan mbak Dian". ucap rekan kerja wanita Angga yang bernama Rita.
Fahmi yang awalnya merasa ada yang iba atas nasib nya, tiba tiba merasa terjempas karena kata-kata terakhir Rita.
Rita pun berkata lagi "mas yang tadi mas bawa apa itu untuk kami?".
Anggapun berkata " Iya untuk kalian, sbagai permintaan maaf dari ku karena tidak mengundang kalian, semoga kalian suka".
Angga benar benar tidak percaya jika Fahmi tidak membencinya, "Apa aku tidak bermimpi, kau memaafkan aku".
"Tidak kau tidak sedang bermimpi, karna aku menepati janji ku padamu" ucap angga, lalu angga melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Aku memang kecewa, marah dan sakit hati karena mu, tapi aku lebih sakit hati pada orang yang mempertemukan kalian".
Deg. Angga teringat dengan Rika, "Apa mahsud mu adik sepupu ku".
"Iya adik mu gara gara kamu tidak pernah menyebutkan namanya aku jadi tidak tau kalau Rika adik mu". ucap Fahmi.
"Memangnya apa hubungannya nama adik ku dengan masalah kita" ucap Angga.
Fahmi mengambil napasnya dalam-dalam lalu meminta rekan kerjanya yang lain untuk keluar dari ruangan tersebut agar mereka tidak mendengarkan ceritanya.
Anggapun bingung kenapa Fahmi menyuruh mereka keluar, "memangnya apa yang ingin Fahmi sampaikan" ucap Angga dalam hati.
Setalah mereka keluar barulah Fahmi berbicara. "kalau saja kamu memberi tahu ku identitas adik mu dengan lengkap mungkin aku tidak akan menyakitinya malam itu", ucap Fahmi lesu karena merasa bersalah.
__ADS_1
"maksudnya malam itu?".
"Ya malam setelah kalian menikah, aku menemui Rika di rumahnya, dan aku menyakitinya"